JAKARTA – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas telah menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem seusai peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh yang diwarnai kericuhan, Supratman memastikan pemerintah menangani semua masalah di Indonesia.
“Pasti pemerintah akan tetap menangani semua problem-problem dari Sabang sampai Merauke. Untuk masyarakat Aceh saya sudah bertemu dengan Pak Gubernur, kemudian juga Wakil Gubernur dan seluruh DPRA Aceh,” ujar Supratman di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Supratman menuturkan, pertemuan dengan para pejabat Aceh itu membahas Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.
Politikus Partai Gerindra ini mengaku diperintah langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk berkoordinasi dengan DPR agar revisi UU Otsus Aceh dapat segera rampung.
“Kita berharap mudah-mudahan Otsus Aceh bisa selesai tahun ini. Jadi saya berharap kepada seluruh saudara-saudara saya yang ada di Aceh hari ini adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia kita bersatu berdaulat adil dan makmur,” kata dia.
Diketahui, peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, pada Sabtu (15/8/2026), diwarnai kericuhan. Padahal, peringatan Hari Damai ini seharusnya menjadi momentum untuk mengenang berakhirnya konflik.
Kericuhan bermula ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bintang bulan pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman. Sementara aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid melarang pemasangan bendera tersebut dan beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara.
Suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap. Dari situ, bentrokan antara warga dan aparat pun terjadi.
Situasi memanas setelah sebagian massa meluapkan kemarahan kepada aparat TNI. Massa lantas bergerak mengejar personel TNI yang berada di sekitar masjid. Mereka bergerak hingga ke depan Gedung DPRK Banda Aceh, sementara sebagian lainnya berlari menuju lampu Simpang Kodim.
Dalam pengejaran, massa melempari aparat dengan batu dan sejumlah benda lainnya. Bentrokan mulai mereda setelah personel TNI menjauh dari kejaran massa. Meski kericuhan mereda, massa masih bertahan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Mereka menyampaikan protes atas larangan pengibaran benderanya.
Massa juga membakar satu unit sepeda motor milik aparat TNI yang diparkir di area masjid. Sementara itu, salah seorang peserta aksi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka di bagian kepala.






