Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Pulang Kampung Halaman, Rafly Kande “Duek Siepapuen” Imuem Mukim Abdya

Atjeh Watch by Atjeh Watch
11/03/2023
in Lintas Barat Selatan
0
Pulang Kampung Halaman, Rafly Kande “Duek Siepapuen” Imuem Mukim Abdya

BLANGPIDIE – Anggota DPR RI asal Aceh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rafly Kande duduk semeja atau dalam bahasa Aceh biasanya disebutkan “Dueuk Sipapeun” bersama para Imuem di Mukim Buemo Breuh Sigupai yang tergabung dalam Forum Imuem Mukim (FIM) Kabupaten Aceh Barat Daya.

Pertemuan singkat tersebut berlangsung di Fogee Caffe Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya, Jum’at sore (10/03/2023).

Dalam memont silaturrahmi itu, Forum Imuem Mukim Abdya merasa bahagia karena punya kesempatan bertemu dengan Rafly Kande, putra asli barat selatan Aceh yang juga merupakan penyair atau penyanyi kondang asal negeri Iskandar Muda.

“Terimakasih kepada ananda Rafly Kande yang telah hadir dan duduk semeja dengan kami ini. Semoga pertemuan ini dapat menjadi penawar kerinduan kami semua,” ucap Ketua Forum Imuem Mukim Abdya, Tgk. M. Yasin Yusuf.

Pada Perjumpaan yang tidak direncanakan tersebut, para Imuem Mukim juga membicarakan persoalan penguatan lembaga adat yang ada di Abdya umumnya Provinsi Aceh.

“Saat ini, para tim baik dari anggota DPRA maupun usur terkait sedang melaksanakan proses revisi UUPA, semoga tercapai sesuai rencana untuk kemakmuran rakyat Aceh. Oleh sebab itu, kami berharap kepada ananda Rafly Kande selaku anggota DPR RI asal Aceh dapat membantu, mendampingi serta memfasiltasi revisi regulasi kekhususan Aceh sesuai wewenang anggota DPR hingga disahkan pemerintah Pusat,” imbuh Tgk. Yasin.

Sementara itu, Rafly Kande, kader PKS itu mengatakan jika kehadirannya ke Abdya hanya kebetulan saja, dari Jakarta ke Banda Aceh menuju Aceh Selatan Sama Dua untuk menjenguk Ibunda tercinta. Pada kesempatan itu Ia menceritakan bahwa, saat ini bergining politik Aceh di Nasional sangat lemah.

“Kekuatan politik kita dengan kekuatan UUPA kekhususan itu saat ini lemah. Itu kenapa terjadi, karena mungkin satu hal prilaku pemerintah pusat dari sejak zaman dahulu,” kata Rafly Kande.

Sebenarnya perlu diketahui, lanjut pria yang mempunyai suara lantag itu. Orang Aceh adalah orang yang mengokohkan Indonesia dari tidak mempunyai apa-apa hingga diperhitungkan oleh dunia.

“Peswat pertama dari rakyat Aceh, Monumen Nasional (Monas) dari rakyat kita, Pertamina dan lain sebagainya sebagai semangat dasar membangun negara Indonesia,” ungkap Rafly.

Meskipun demikian, kenapa juga Politik Aceh lemah di Nasional. Menurut Rafly Kande, kita harus mengevaluasi diri, diberikan otonomi khusus namun belum maksimal dikelola, banyak program namun tidak berdampak pada pertemuan pembangunan semua bidang.

“Untuk politik nasional saat ini, di pusat menurut saya perlu kita mempererat persatuan khususnya anggota DPR RI asal Aceh. Jika secara pribadi, saya masih komit mengangkat persoalan Aceh di nasional baik persoalan Syariat Islam hingga isu Migas,” umbar Rafly Kande.

Ia juga berpendapat, jika tokoh politik yang ada di Aceh biak Gubernur Aceh, DPRA, DPR RI dan DPD asal Aceh mampu bersatu dan sama pakat untuk memperjuangkan kekhususan Aceh ke Pemerintah Pusat seperti yang dilaksanakan oleh daerah-daerah lain yang tidak memiliki kekhususan.

“Ikhtiar kita InsyaAllah tidak pernah putus apalagi putus asa. InsyaAllah jika kita semua bersatu padu apa yang kita inginkan akan mendapatkan hasil,” pungkas Rafly Kande. (Rusman)

Previous Post

S2 KPI UIN Ar-Raniry Gelar Stadium General Komunikasi Islam

Next Post

Prof Lahmuddin Tular Kiat Penelitian Berkualitas pada Mahasiswa dan Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Next Post
S2 KPI UIN Ar-Raniry Gelar Stadium General Komunikasi Islam

Prof Lahmuddin Tular Kiat Penelitian Berkualitas pada Mahasiswa dan Dosen Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

27/10/2026
Bunda PAUD Nagan Raya Audiensi dengan Kemendikdasmen, Perkuat Akses dan Kualitas Layanan PAUD

Bunda PAUD Nagan Raya Audiensi dengan Kemendikdasmen, Perkuat Akses dan Kualitas Layanan PAUD

27/10/2026
Blok Andaman Disorot, Pakar: Jangan Abaikan Kewenangan Aceh!

Blok Andaman Disorot, Pakar: Jangan Abaikan Kewenangan Aceh!

27/10/2026
Dekan FKIP USK Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Siswa untuk Masa Depan Aceh

Dekan FKIP USK Tekankan Pentingnya Membangun Karakter Siswa untuk Masa Depan Aceh

27/10/2026
Yuk, Kenali 4 Senator Asal Aceh di DPD RI

Yuk, Kenali 4 Senator Asal Aceh di DPD RI

27/10/2026

Terpopuler

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

26/10/2026

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

Begini Kata Karo Hukum Soal Bendera Bulan Bintang yang Tak Pernah Berkibar di Kantor Gubernur Aceh

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com