Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Mandi Pangir, Tradisi Unik Masyarakat Aceh Singkil dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/03/2023
in Kolom
0
Mandi Pangir, Tradisi Unik Masyarakat Aceh Singkil dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Oleh Sinta Hartina. Penulis adalah Mahasiswi Prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan UIN AR-RANIRY Banda Aceh

Masyarakat Aceh Singkil memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi yang dimaksud yaitu tradisi mandi pangir atau yang juga dikenal dengan sebutan balimau. Tradisi ini biasanya dilakukan di hari yang sama dengan hari ‘meugang’, sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan,

Pada dasarnya, tradisi mandi pangir juga dilakukan oleh masyarakat lain di beberapa daerah di Indonesia, seperti masyarakat Sumatera Utara, Jawa, dan Sumatera Barat.

Di Sumatra Utara, tradisi ini disebut “marpangir” (tradisi mandi rempah). Sedangkan di Jawa, tradisi serupa disebut “padusan” (tradisi untuk membersihkan jiwa dan raga). Sementara, di Sumatra Barat, terdapat tradisi serupa dengan istilah balimau (mandi dengan jeruk nipis) yang menjadi kebiasaan masyarakat Minangkabau.

Meskipun masing-masing daerah memiliki nama yang berbeda, namun tradisi mandi pangir ini memiliki kesamaan dalam tujuan dan makna yang terkandung di dalamnya. Selain untuk membersihkan tubuh, mandi pangir juga dianggap sebagai sarana untuk membersihkan jiwa, merilekskan tubuh, dan mempererat hubungan sosial antara sesama warga masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mandi pangir dilakukan secara bersama-sama oleh perempuan Aceh Singkil di tempat yang telah ditentukan, seperti di sungai atau sumber air yang terdapat di desa atau kampung. Air yang digunakan untuk mandi biasanya diambil dari sungai atau sumber air tersebut.

Mandi pangir dilakukan dengan cara membasahi seluruh tubuh dengan air yang telah dicampur dengan bunga rampai atau air bunga. Masyarakat Aceh Singkil percaya bahwa mandi pangir mampu membersihkan diri secara fisik dan spiritual sekaligus. Setelah melakukannya, masyarakat Aceh Singkil merasa lebih siap untuk memasuki bulan suci Ramadhan.

Dalam menjalankan tradisi tersebut, terdapat juga beberapa tata cara yang harus diikuti, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, menutup aurat, serta mengutamakan sopan santun dan rasa saling menghargai.

Oleh karena itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dan mengajarkan nilai-nilai sosial yang baik kepada generasi muda. Mandi pangir merupakan adat atau tradisi yang sudah dilakukan sejak zaman dulu dan masih dijalankan hingga saat ini.

Meski terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya seiring dengan berkembangnya zaman. Pada zaman dulu, tradisi ini dilakukan oleh perempuan dengan berbondong-bondong menuju sungai atau pemandian terdekat. Dan, sekarang, masyarakat lebih sering melakukan tradisi ini di rumah masing-masing.

Ternyata, tradisi mandi pangir ini berasal dari umat Hindu, terutama Hindu Kuno. Mereka mempercayai bahwa tradisi ini mampu menghapus dosa. Seiring dengan masuknya ajaran Islam, tradisi ini lebih diidentifikasi sebagai antusiasme masyarakat Muslim dalam menyambut bulan suci Ramadan. Meskipun sudah menjadi tradisi yang turun-temurun dilakukan, tetap saja tidak ada anjuran dalam syariat Islam untuk melakukannya.

Namun, karena telah menjadi kebiasaan dan tradisi leluhur, masyarakat masih menjalankan tradisi ini hingga saat ini. Mandi pangir menjadi tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Aceh Singkil, karena selain dianggap sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Mandi pangir adalah contoh dari sikap masyarakat Aceh Singkil dalam menghargai adat dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Meskipun tidak ada anjuran dalam Islam itu sendiri dalam melaksanakan tradisi ini, masyarakat masih menganggapnya sebagai bagian dari identitas dan budaya. Dalam hal ini, mandi pangir menjadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat Aceh Singkil dalam menyambut bulan suci Ramadhan. []

Previous Post

BSI dan IAIN Lhokseumawe Kolaborasi Bangun Ekosistem Wirausaha Muda

Next Post

Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting, Bank Aceh Salurkan Paket Bahan Pokok kepada Warga Aceh Tengah

Next Post
Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting, Bank Aceh Salurkan Paket Bahan Pokok kepada Warga Aceh Tengah

Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting, Bank Aceh Salurkan Paket Bahan Pokok kepada Warga Aceh Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

01/04/2026
Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

Kepala Daerah Diminta Aktifkan Posko untuk Percepatan Data Huntap

01/04/2026
Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

Nyan, 4 Santri Al Zahrah Lulus SNBP 2026, Satu di Fakultas Teknik Pertanian USK

01/04/2026
Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

Krak, 7 Murid SMAN 1 Blangjerango Gayo Lues Lulus SNBP 2026 di Unimed dan USK

01/04/2026
Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

Wali Nanggroe: Semua Pihak Harus Dukung Langkah BNN Berantas Narkoba

01/04/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

KPA Pase Mulai ‘Gerah’ dengan Kepemimpinan Abang Samalanga di DPR Aceh

67 Murid SMAN 1 Peureulak Lulus SNBP 2026, 5 Diantaranya di Fakultas Kedokteran

STAI Tgk. Chik Pante Kulu Banda Aceh Jalin Sinergi Strategis dengan IKADIN dan YARA

Kapolda Aceh Diminta Tinjau Ulang Pemanggilan Jurnalis Bithe.co, FJA Abdya Ingatkan MoU Polri dengan Dewan Pers

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com