BANDA ACEH – Ketua Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh Utara, Teungku Muhammad Nur M.Si, berharap sosok Pj Gubernur Aceh yang diusulkan oleh DPR Aceh kedepan, adalah sosok yang mengerti dengan kearifan dan kekhususan Aceh.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Waled Tabina Aceh tersebut menyusul akan berakhirnya masa tugas Pj Gubernur Achmad Marzuki di Aceh.
Kemendagri meminta DPR Aceh menyiapkan tiga nama sebagai bakal calon Pj Gubernur Aceh untuk masa tugas setahun kedepan.
Demikian juga dengan DPRK untuk Pj Bupati dan Pj Walikota se-Aceh.
“Jadi kalau bisa, Pj Gubernur kedepan harus yang mengerti dengan kearifan dan kekhususan di Aceh,” ujar Waled Tabina.
“Aceh ini memiliki kekhususan yang berbeda dengan daerah-daerah lain di nusantara. Aceh memiliki UUPA, kemudian qanun sebagai turunannya. Salah satunya adalah Qanun Lembaga Keuangan Syariah,” ujar Teungku M. Nur.
Teungku M. Nur berharap DPR Aceh betul-betul menjaring nama-nama terbaik untuk memimpin Aceh kedepan.
Demikian juga dengan DPRK kabupaten kota di Aceh.
“Setahun ini, saya melihat banyak Pj bupati dan walikota di Aceh, hanya bertindak sebagai administrator. Minim terobosan dan upaya meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” kata Teungku M. Nur.










