Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Rangkaian Haji sudah Dilaksanakan, Kini Saatnya Merawat Mabrur

Admin1 by Admin1
06/07/2023
in Opini
0
[Opini] Rangkaian Haji sudah Dilaksanakan, Kini Saatnya Merawat Mabrur

Oleh Drs. H. Azhari. Penulis adalah Ketua Petugas Haji Embarkasi Aceh/Kakanwil Kemenag Aceh.

Pelaksanaan rangkaian ibadah haji telah dilaksanakan oleh seluruh jemaah dari seluruh negara di dunia. Kini, seluruh jamaah haji sedang menunggu jadwal penerbangan ke negara masing-masing.

Jemaah haji dari Indonesia dijadwalkan kembali menuju Tanah Air mulai 4 Juli 2023. Sementara gelombang kedua mereka akan menetap lebih kurang selama 9 hari di Kota Madinah.

Pada Rabu, 5 Juli 2023 dini hari, jemaah haji Kloter 1 Provinsi Aceh telah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh Besar pada pukul 03.20 WIB.

Tentunya ada perasaan bahagia di dalam hati jamaah karena akan berkumpul kembali bersama keluarga. Namun juga terlihat raut kesedihan karena harus meninggalkan Tanah Suci makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawwarah. Kota yang senantiasa dirindukan setiap muslim untuk bisa berkunjung ke sana.

Pada tahun 2023, Aceh masuk dalam gelombang pertama penerbangan menuju Tanah Suci. Sehingga, jadwal keberangkan ke Tanah Suci dan perpulangan ke Tanah Air juga lebih cepat dari jemaah lainnya yang masuk dalam gelombang kedua.

Saya selaku Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh turut berbahagia karena bapak dan ibu telah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji pada tahun ini dengan penuh khidmat dan lancar.

Ini adalah kesempatan yang Allah berikan kepada jemaah haji semuanya untuk dapat menunaikan rukun Islam kelima. Tentu kita semua tahu bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sangat dasyat, kesempatan berangkat kesana bukan karena kita kaya, tapi karena Allah memilih kita untuk bertamu ke rumah-Nya.

Ahlan wa marhaban bikum, saleum teuka kembali di rumah kita para jemaah haji semoga menjadi haji yang mabarur mendapatkan ampunan dari Allah seperti disampaikan oleh baginda Rasulullah, SAW.

Sejak awal keberangkatan ke Tanah Suci, kami sudah melihat semangat dan kerinduan yang begitu tinggi dari jemaah haji untuk beribadah haji. Kini, saatnya kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga masing-masing dengan membawa predikat haji yang mabrur, Insya Allah.

Kami yakin bahwa setiap orang yang berhaji pasti mendambakan predikat mabrur. Ini merupakan predikat tertinggi dalam pelaksanaan ibadah haji dan tidak mudah untuk mencapainya. Jika predikat mabrur ini telah berhasil digapai sekalipun, tidak otomatis akan melekat sepanjang hayat dalam diri sang jamaah.

Maka untuk itu, setelah tiba di kampung masing-masing hendaknya kita senantiasa berupaya melestarikan kemabruran ibadah haji. Pelajari kembali dan bapak dan ibu bisa membacanya dalam buku Panduan Pelestarian Haji Mabrur yang terbitkan oleh Kementerian Agama.

Semoga bapak ibu jama’ah haji kaum muslimin yang telah melaksanakan ibadah haji dapat meraih predikat haji mabrur dan dapat melestarikan nilai-nilai ibadah haji itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara

Dari sahabat Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad Saw, ia bersabda: “Siapa saja yang berhaji, lalu tidak berkata keji dan tidak berbuat dosa, niscaya ia pulang (suci) seperti hari dilahirkan oleh ibunya,’” (HR Bukhari & Muslim dll). Dalam hadits yang lain “Tidak ada balasan (yang pantas diberikan) bagi haji mabrur kecuali surga (HR Bukhari).

Secara ringkas kami menitip pesan, untuk melestarikan kemabruran haji ada tiga aspek yang harus senantiasa dijaga. Pertama, aspek kepribadian. Setiap jamaah haji hendaknya terus berupaya melestarikan amalan yang telah dijalankan selama di Tanah Suci, seperti shalat tepat waktu, melaksanakan ibadah-ibadah sunah, berhias dengan sifat-sifat terpuji, meminta ampun kepada Allah dan ibadah ibadah lainnya.

Kedua, aspek ubudiyah. Jamaah haji hendaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas ibadah shalat, puasa sunah, tilawah Alquran, kepedulian terhadap orang lemah ekonomi melalui zakat; infak; dan sedekah, dan lain sebagainya.

Ketiga, aspek sosial, dengan membiasakan diri shalat berjamaah, menyantuni anak yatim, menjenguk orang sakit dan meninggal dunia, kerja bakti dan tolong-menolong, serta mendamaikan orang yang berselisih.Senantiasa berserah diri kepada Allah dengan menerapkan sikap sabar, syukur , tawakkal dan ridha.

Meraih haji mabrur penting dan butuh perjuangan, tapi merawat kemabruran jauh lebih penting dan perlu Istiqamah. Kalau kita ibaratkan pelaksanaan ibadah haji ini seperti madrasah, selama kurang lebih 40 hari bapak dan ibu jamaah haji fokus berbagai ibadah dan pendekatan diri kepada Allah di tanah suci, juga membentuk ibadah sosial dan merajut persaudaraan antar sesama. Kini saatnya untuk melanjutkan di Tanah Air.

Beryukur atas Nikmat

Mari senantiasa kita bersyukur kepada Allah SWT, yang atas kesempatan menjadi tamu-Nya dan bisa berziarah ke makam baginda Rasulullah SAW.

Ini merupakan undangan spesial dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang yang dipilihnya dan mereka menjadi tamu Allah (dhuyuf Allah, Dhuyuf Ar-Rahman). Seperti dalam firman Allah SWT pada surah Al Hajj ayat 27 yang artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS Al Hajj Ayat 27).

Di dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah dijelaskan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW sesungguhnya beliau bersabda. “Para haji dan orang yang berumrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa kepadanya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampunan kepadanya, Allah akan mengampuninya.”

Bapak ibu jamaah haji Aceh yang dirahmati Allah, Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat dahsyat, membutuhkan kemampuan fisik, finansial dan kesabaran.

Ibadah Haji merupakan ibadah badaniyah, ibadah ruhaniyah, dan juga ibadah maliyah, serta salah satu ibadah yang paling baik sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadisnya. Tentu bapak Ibu semua telah merasakannya, apalagi pada saat puncak haji, di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Semua itu telah bapak ibu melalui.

Alhamdulillah wa syukurillah hari ini bapak ibu telah kembali, doa kami semoga menjadi mabrur.

Barakallah fikum bapak dan ibu semua, kami bangga dapat melayani para tamu Allah di Embarkasi Aceh, terimakasih untuk kawan- kawan petugas dan untuk jamaah. Kami juga memohon maaf kalau ada kekurangan dalam pelayanan kami.

Ya Allah, jadikan haji saudara kami ini haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri, dosa yang terampuni dan amal shaleh yang diterima, perdagangan yang tidak merugi, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Amin ya Rabb. []

Previous Post

Polisi Tangkap Pelaku Eksploitasi 4 Anak di Aceh Besar

Next Post

Anggota DPR-RI Irmawan Gandeng Kemendes Kembangkan Desa Wisata Jalin Jantho

Next Post
Anggota DPR-RI Irmawan Gandeng Kemendes Kembangkan Desa Wisata Jalin Jantho

Anggota DPR-RI Irmawan Gandeng Kemendes Kembangkan Desa Wisata Jalin Jantho

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

Lagi, Staf Ahli dan Pejabat Lainnya di Abdya Ikuti Program “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”

06/09/2026
IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

IKAT Gelar Mubes V, Usung Agenda Penguatan Syiar Dakwah dan Kemandirian Kelembagaan

06/09/2026
Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

Jelang Kedatangan Utusan AS, Putin Perintahkan Setop Serang Kyiv

06/09/2026
Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

Jepang-Rusia Makin Panas Gara-gara Patung Perang Kontroversial

06/09/2026
Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

05/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

[Opini] Rangkaian Haji sudah Dilaksanakan, Kini Saatnya Merawat Mabrur

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com