Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Bencana; Antara Musibah dan Budaya

Admin1 by Admin1
10/07/2023
in Opini
0
Tujuh Hektar Lahan di Aceh Selatan Terbakar

Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh Selatan. Alfath

Oleh Radja Fadlul Arabi. Penulis adalah mahasiswa UIN Ar Raniry

Budaya adalah sebuah ciri khas yang dijadikan sebagai kebiasaan, musibah adalah sebuah peristiwa yang terjadi baik secara alami maupun secara buatan, baru-baru telah terjadi bencana gempa bumi yang berkisar atau berkekuatan sebesar 5.7 di wilayah Aceh tepatnya di kota Banda Aceh.

Beruntung tidak berpotensi Tsunami, namun penulis ingin memberikan sebuah kabar kepada para pembaca bahwa ada hal unik yang terjadi di saat Aceh mengalami sebuah musibah .

Hal unik tersebut adalah bangsa Aceh selalu mengatakan untung yang dimana kata tersebut merupakan sebuah kata tunggal dari kata beruntung yang digunakan oleh bangsa Aceh di saat mengalami musibah baik kecil maupun besar, dan juga bangsa Aceh adalah bangsa yang menginginkan agar syariat Islam dijadikan sebagai landasan negara, sehingga dengan adanya syariat Islam terkadang musibah ini disalahpahami oleh bangsa Aceh sehingga terkadang musibah yang terjadi di Aceh adalah berkat tidak mengikuti konsep Syariat Islam di Aceh seperti contoh Tsunami yang terjadi di tahun 2004 di Aceh dan di saat itu penulis mendengarkan bahwa bangsa Aceh ini mengatakan bahwa Tsunami terjadi diakibatkan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan syariat Islam, namun di sini penulis ingin memberitahukan kepada para pembaca bahwa hal tersebut sudah bisa diubah, terkadang bangsa Aceh ini melakukan suatu budaya yang menurut penulis tidak seharusnya dijadikan budaya.

Budaya yang dimaksudkan penulis adalah budaya menyalahkan sesuatu yang belum tentu yang dituduh itulah pelakunya seperti contoh kasus banjir yang terjadi rutin di wilayah Aceh pada akhir tahun namun mengingat bangsa Aceh ini adalah bangsa yang fanatik, maka bangsa Aceh akan mengeluarkan sebuah pendapat bahwa banjir ini atau musibah ini diakibatkan oleh sebuah kegiatan yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Padahal apabila kita mencari tahu atau menyelidiki lebih mendetail tentang bencana banjir maka kita harus mencari, menyelidiki, menangkap, dan menghukum para Ilegal Logging yang berkeliaran di sekitar hutan Aceh sehingga Musibah ini bisa dihilangkan dengan menuruti konsep budaya  pinjaman bank yang dibayarkan secara berangsur maka bagi bangsa Aceh agar bisa sedikit demi sedikit peduli terhadap kerusakan hutan.

Penulis juga ingin membuat masyarakat Aceh agar bisa menghilangkan budaya seperti itu dengan berpendapat bahwa penulis bahwa musibah itu sudah pasti terjadi dan ada beberapa musibah yang diakibatkan berkat campur tangan manusia namun marilah kita mencari kesalahan yang dilakukan oleh  manusia yang sifatnya yaitu tetap berusaha melakukan penganiayaan  terhadap alam sehingga diprediksikan akan menjadi sebuah bencana, bukan menjadi Aceh yang hobinya sudah menjadi budaya yaitu membenarkan yang biasa.[]

Previous Post

Bakri Siddiq Dinilai Gagal Redam Konflik Sosial di Banda Aceh

Next Post

388 Jemaah Haji Aceh Kloter 6 Tiba di Banda Aceh

Next Post
388 Jemaah Haji Aceh Kloter 6 Tiba di Banda Aceh

388 Jemaah Haji Aceh Kloter 6 Tiba di Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026
Bupati Pidie Jaya Kukuhkan Paskibraka, Tegaskan Amanah Menjaga Kehormatan Merah Putih

Bupati Pidie Jaya Kukuhkan Paskibraka, Tegaskan Amanah Menjaga Kehormatan Merah Putih

16/08/2026
M.Najur Dilantik Jabat Kadisdikbud, Ini Harapan Ketua PGRI Aceh Selatan

M.Najur Dilantik Jabat Kadisdikbud, Ini Harapan Ketua PGRI Aceh Selatan

16/08/2026
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Ikut Tandatangani Petisi

Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Ikut Tandatangani Petisi

16/08/2026
Bupati Abdya Kukuhkan Paskibraka Abdya 2026, Diminta Kibarkan Prestasi dan Nama Baik Daerah

Bupati Abdya Kukuhkan Paskibraka Abdya 2026, Diminta Kibarkan Prestasi dan Nama Baik Daerah

16/08/2026

Terpopuler

Tujuh Hektar Lahan di Aceh Selatan Terbakar

[Opini] Bencana; Antara Musibah dan Budaya

10/07/2023

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com