Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Rektor UIN Ar-Raniry: Forum AMAN Assembly 2023 Mampu Lahirkan Rekomendasi Bagi Negara Berkonflik

Atjeh Watch by Atjeh Watch
15/10/2023
in Kampus
0
Rektor UIN Ar-Raniry: Forum AMAN Assembly 2023 Mampu Lahirkan Rekomendasi Bagi Negara Berkonflik

BANDA ACEH – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg menyatakan bahwa perdamaian di dunia adalah harapan semua penduduk di bumi ini. Menurutnya, tidak ada hak bagi siapapun untuk menghalangi setiap individu untuk hidup damai secara lahir dan batin.

Hal tersebut disampaikan Prof Mujiburrahman saat memberi sambutan pada pembukaan Konferensi Internasional dan AMAN Assembly yang digelar di Auditorium Prof Ali Hasjmy kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Minggu (15/10/2023).

“Saya memandang bahwa tema yang diangkat dalam forum yang mulia ini tentu akan memberikan daya dorong bagi siapapun di tingkat global bahwa ada sisi dan sudut bumi ini yang masih begitu mahal untuk menikmati suasana damai, salah satunya yaitu Palestina,” ungkap Prof Mujib.

Prof Mujib mencontohkan, seperti yang dialami oleh rakyat Palestina. Melalui forum ini ia berharap akan lahir rekomendasi dan aksi konkrit untuk mengakhiri penderitaan saudara kita di Palestina, agar mereka dapat hidup dengan penuh kedamaian dan keamanan di negerinya sendiri.

Lebih lanjut, Mujib berharap konferensi internasional dan pertemuan forum AMAN ini, selain menjadi wadah silaturrahmi antar pengurus forum, para pemakalah dikalangan cendikiawan muslim di kawasan Asia. Di sisi lain juga menjadi sarana penyampaian diskusi berbagai ide, gagasan dan paradigma dala membangun peradaban umat dan peradaban dunia yang mampu mengharmonisasikan hubungan antara Tuhan, manusia dan alam alam demi mewujudkan Islam yang rahmatan Lil alamin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden AMAN, Prof Amelia Fauzi MA mengajak para peserta untuk berdoa atas kejadian yang berada di Gaza, Palestina. ”Saat ini menghadapi kesulitan dan eskalasi konflik yang meningkat. Kami berharap akan ada solusi untuk kejadian di Gaza. Kami berdoa agar semua orang dan pemangku kepentingan memiliki kekuatan untuk memperkuat diri mereka sendiri, duduk bersama, mengubah dan menghentikan konflik, mengubahnya menjadi perdamaian,” harapnya.

Prof Amelia menjelaskan bahwa AMAN merupakan organisasi Muslim progresif yang didirikan untuk menjadi kekuatan penyatuan perdamaian dan tindakan sosial di Asia dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Asia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1990. Sudah hampir 33 tahun berlalu. Dan organisasi ini telah menjadi jaringan tidak hanya di Asia, tetapi juga di luar Asia.

Saat ini, anggota AMAN sudah ada di berbagai negara dan jaringan. Serta terus berkembang. Menurutnya, ada tiga poin tujuan AMAN. Pertama, tujuan Aman adalah membangun pemahaman dan solidaritas di antara umat Muslim dan komunitas agama lain di Asia. ”Dan kami didirikan oleh para sarjana dan aktivis. Bahwa kami memiliki kombinasi sarjana, akademisi, dan juga aktivis,” ucapnya.

Dirinya juga menerangkan sejumlah sejumlah program terkait dengan Sekolah HAM, Studi Perdamaian, Fellowship Penelitian, dan banyak lainnya. Jadi, AMAN berdiri dan mendorong muslim progresif untuk fokus pada dialog intra dan antar konflik, resolusi konflik, pembangunan perdamaian, dan pemberdayaan perempuan. Hal itulah yang menjadi alasan AMAN, bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk mengadakan konferensi seperti ini.

”Saat ini, Aceh memiliki sejarah yang sangat khas terkait dengan konflik sebelumnya dan tsunami. Jadi kami ingin konferensi ini membuat suara Aceh lebih besar, membuat suara umat Muslim berada pada posisi tinggi bahwa Aceh sekarang adalah Tanah Perdamaian,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Presiden The Asian Muslim Action Network (AMAN), Prof Amelia Fauzia MA, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Muiburrahman MAg, Direktur AMAN Indonesia, Ruby Kholifah. Dekan Fakultas Hukum dan Syariah UIN Ar-Raniry, Prof Dr Kammaruzzaman serta sejumlah peserta dari 20 negara yang hadir dalam agenda tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Teknologi Informasi, Mariana Ariestyawati. Pada sesi Planery pertama menghadirkan Ketua Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Syafiq A. Mughni, MA. PhD dan Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Islam Indonesia Internasional, Prof Nina Nurmila MA PhD. Ketiganya membicarakan tentang religious inclusion dengan mengambil kacamata Indonesia. NU dan Muhammadiyah telah berkontribusi sangat positif.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 500 orang peserta akan berkumpul dalam agenda Konferensi Internasional dan AMAN Assembly bertema ”Religious Inclusion and Peacebuilding in the World: the Perspectives of Muslims” di Auditorium Ali Hasyimi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mulai tanggal 14-17 Oktober 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh erwakilan dari 20 negara di dunia. Mulai dari Afghanistan, Australia, Bangladesh, Burundi, India, Indonesia, Iran, Kenya, Malaysia, Myanmar, Nepal, Nigeria, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Swedia, Thailand, United Kingdom dan Amerika Serikat. Agenda yang digelar empat hari tersebut, membahas Inklusi keagamaan menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua masyarakat dunia.

Konferensi Internasional dirancang untuk memberikan ruang pertukaran bagi umat Islam maupun agama dan kepercayaan lainnya, pemimpin agama, akademisi, aktivis, praktisi, media dan anak-anak muda dari organisasi dan komunitas untuk berbagi capaian, tantangan, termasuk praktik baik sejumlah isu terkait situasi keberagamaan di Asia dan dunia.

Mulai dari pencapaian umat Islam dalam mempromosikan kebebasan beragama, toleransi, dan perdamaian, termasuk mendukung kepemimpinan perempuan dan anak muda dalam pembangunan perdamaian serta mendiskusikan berbagai persoalan humanitarian, crisis, pengungsian dan Aceh menjadi salah tujuan pengungsian Rohinya dalam beberapa tahun terakhir. Terakhir, dibahas juga perlawanan masyarakat dengan pendekatan negosiasi, serta kekerasan ekstremisme dari konteks anak muda dan perempuan. []

Previous Post

Syech Fadhil Minta Mak-mak Jaga Kelestarian Kuliner Warisan Indatu

Next Post

PDM Abdya Buka Musyab Muhammadiyah dan Ortom Kecamatan Jeumpa

Next Post
PDM Abdya Buka Musyab Muhammadiyah dan Ortom Kecamatan Jeumpa

PDM Abdya Buka Musyab Muhammadiyah dan Ortom Kecamatan Jeumpa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

15/06/2026
Pemkab Aceh Besar Salurkan Puluha Alat dan Mesin Pertanian untuk Petani

Pemkab Aceh Besar Salurkan Puluha Alat dan Mesin Pertanian untuk Petani

15/06/2026
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara Malam Ini

Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara Malam Ini

15/06/2026
Israel Terancam Rugi Besar Gara-gara Pesawat Tanker AS

Israel Terancam Rugi Besar Gara-gara Pesawat Tanker AS

15/06/2026
Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Geumpang Jadi Komoditas Unggulan Daerah

Pemkab Pidie Dorong Durian Montong dan Kopi Geumpang Jadi Komoditas Unggulan Daerah

14/06/2026

Terpopuler

Rektor UIN Ar-Raniry: Forum AMAN Assembly 2023 Mampu Lahirkan Rekomendasi Bagi Negara Berkonflik

Rektor UIN Ar-Raniry: Forum AMAN Assembly 2023 Mampu Lahirkan Rekomendasi Bagi Negara Berkonflik

15/10/2023

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com