Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Media Hilang Taji Kini Bertuan Pada Yang Bercuan

Admin by Admin
20/01/2024
in Opini
0
Media Hilang Taji Kini Bertuan Pada Yang Bercuan

Oleh Muhrain: Sastrawan

Era yang tidak mampu dibendung, sebab perubahan akibat tekanan 24 jam hitungan kompleks berbagai persoalan dan tantangan hadir kepada kehidupan alam semesta, berikut yang menang, bertahan juga terkalahkan.

Media hari ini adalah cawat yang bolong di sana sini, memunculkan keseksian sekaligus membongkar kemunafikan kemaluan sosok yang ditarget, tidak banyak persona yang mampu keluar memenangkan pesona sebagai titik asal mula keberhasilan.

Serangan dari sana sini bagi tokoh publik sering disandarkan kepada kebebasan demokrasi yang otokritik terhadap demokrasi itu sendiri, media lalu menjadi wahana bermain anak-anak maupun dewasa bahkan orang tua, sehingga bisa saling hibur, hina juga menertawakan tingkah polah isi dunia.

Koran tak lagi nikmat dibaca, mulai dirasakan oplah merosot oleh pemiliknya, membiayai karyawan yang Saban waktu justru ada-ada saja kebutuhan yang wajib dipenuhi, lalu pilihannya peremajaan, hantu besar korporasi berwajah asli pemutusan kerja, pecat dan bila perlu justru dirumahkan dengan alasan kasih sayang serendah-rendahnya sisa.

Medsos dengan platform beragam menyerang otak dan terkadang memicu otot lahirnya pertengkaran, sebab lidah tak bertulang, hati tak punya akar, sehingga cara pandang manusia kepada segala fenomena harian kehidupan sudah mirip memelihara bonsai.

Sekali waktu, penulis bertemu pejabat kebudayaan, di antara diskursus yang muncul dan kerap berulang adalah kegelisahan pancaroba memahami seniman dan budayawan kita, Aceh khususnya, remangan kondisi kebudayaan Indonesia di Aceh belum tercerahkan, meskipun ada saja temporary lahir juga anak muda (India) di tengah kelebat kegersangan pemikiran dan perwujudan pancaran kronik kebudayaan mutkhir, tapi itu belum mampu memberikan kontribusi ideal, kita memerlukan rentetan senjata yang tidak makan tuan, perubahan harus menjelaskan mengapa dan untuk apa, tanpa kecuali terhadap adat dan budaya tempatan.

Padahal, rumah sebenarnya dalam perkara media, konten, juga substansi pertumbuhan ide dan perwujudan justru segala pihak mendapatkan arah yang jelas, tidak semata kehendak pemberdayaan pikiran dan fisikal pencapaiannya semata, kebudayaan soal perkara media adalah kerah besar drakula yang wajahnya tersenyum bingar namun menghisap darah sebagaimana kekuasaan, siapa penting mendengar pidato kebudayaan?

Di hadapan era telah sampai juga riwayat korban gulung tikar para pebisnisnya, seseorang ingin menjadi pebisnis media sekaligus mencampuri pikiran para penulisnya, inikah rongga berlindung dan kapas bagi korban luka-luka jurnalis yang kian berdarah demi terus eksis?

Menariknya, awak media tetap di jalanan, berdebu dan kejar tayang serta diminta menguras ongkos besar pekerjaan yang justru tidak sesuai out put, saat meliput justru karuannya mencari sudut khas calon berita, namun malah sibuk ngopi dengan pebisnis korporasi, sehingga kelakar wartawan amplop dan label tak humanis terus coba disandarkan bagi profesi ini, lahirlah benalu dalam berita, bahkan budak korporat menjangkiti pebisnis media, bahaya!

Independensi berita, silat lidah berbuah proyek Humas, tak ayal jadi rangkaian kebocoran yang tempel sulam pada profesi jurnalis, bahaya bukan saja mengintai untuk kedinamisan bergerak dalam bau politik yang terus menyengat, alih-alih menjadi pewarta malah jadi pembebek, mulailah tertunggak janji pilar demokrasi dengan adanya pers, bahwa jawatan di korporasi adalah target utama, bukan justru mampu membangun media dan segala isinya secara total dan konsistensi, siapa sudi melaporkan nuraninya kepada kekuasaan dan para penjilat? Sudahkah media memandang independen itulah jalan keberhasilan dan nilai tawar yang tidak boleh kurang, bisnis cetak mencetak pemberani berkata benar.

Ketika para ahli teknologi informatika menjebak media sebagai kreator platform, sesungguhnya inilah lapak, bila digulung, kembali ke lapak sendiri, koran cetak, bisnis kertas, hutan yang kayunya jadi isu Kredo dan tiang pancang seluler menyatelitkan keberagaman, berbondong bondong bersujud pada dinding media sosial.

Previous Post

Ratusan Pemuda Abdya Deklarasikan Millennial All In Prabowo-Gibran

Next Post

Kasus Caleg PKS Kena Bogem, Wakil Ketua DPP PA Dr Nurlis: Kami Wajib Bela Kader PA

Next Post
PAW Kader Terjerat Narkoba, Partai Aceh Digugat

Kasus Caleg PKS Kena Bogem, Wakil Ketua DPP PA Dr Nurlis: Kami Wajib Bela Kader PA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026
Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com