Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Harga Ayam Potong di Sigli Alami Kenaikan

Admin1 by Admin1
21/01/2024
in Ekonomi
0
Harga Ayam Potong di Sigli Alami Kenaikan

Foto Medcom.id/Amiruddin Reubee

SIGLI – Fenomena kenaikan harga terus mewarnai di kawasan Provinsi Aceh. Setelah sebelumnya terjadi lonjakan harga tehadap tomat dan bawang merah, kini disusul oleh daging ayam potong.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, harga ayam pedaging atau ayam putong di provinsi paling barat Indonesia itu sejak dua pekan terkhir terjadi lonjakan sangat terasa. Bahkan sangat meresahkan para pemilik warung nasi dan penjual ayam goreng.

Hal itu antara lain terjadi di Kabupaten Pidie, Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya dan Bireuen. Kemudian Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Redelong Bener Meriah, Lhok Seumawe dan Aceh Utara.

Dikabupaten Pidie misalnya dari dua pekan lalu berkisar Rp17.000-Rp18.000/kg (kilogram), kini naik menjadi Rp22.000/kg. Kenaikan ini baru tingkat pedagang menjual ke pedagang eceran.

Lalu harga jual pedagang eceran ke konsumen, seperti pemilik warung atau ibu rumah tangga tentu lebih tinggi lagi. Berdasarkan pengamatan, harga pedagang eceran itu mencapai Rp25.000 hingga Rp27.000/kg.

Naufal, pedagang ayam potong eceran di pasar Grosir Ayam Potong Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie mengaku kurang memahami penyebab kenaikan harga itu. Dia tidak bisa memastikan apakah kenaikan itu karena produksi ayam berkurang atau ada permainan harga oleh pengusaha besar.

“Saya tidak mengerti penyebab kenaikan di awal tahun 2024 ini. Saat musim kenduri maulid saja yang berlangsung tiga bulan lebih tidak sitinggi sekarang. Tidak tahu mengapa demikian,” tutur pedagang ayam lainnya.

Nur, ibu rumah tangga di Kota Sigli, mengaku tingginya harga berbagai bahan pokok atau bahan dapur lainnya seperti ayam, tomat dan bawang merah sangat memberatkan ekonomi keluarga. Apalagi perekonomian selama ini yang carut marut tidak menentu.

“Harga berbagai bahan mahal, denyut ekonomi sulit,” tutur ibu memiliki dua putra dan empat putri yang sehari sebagai penjahit mukena ini.

Sumber: medcom.id

Previous Post

Didampingi Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry, Operator Gampong Dilatih Pengisian Prodeskel

Next Post

Bereh, Forkopimcam dan Masyarakat Kuta Baro Tambal Jalan Berlubang

Next Post
Bereh, Forkopimcam dan Masyarakat Kuta Baro Tambal Jalan Berlubang

Bereh, Forkopimcam dan Masyarakat Kuta Baro Tambal Jalan Berlubang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026
Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

08/06/2026
Tanam Perdana MTG di Tangan-tangan, Dr. Safaruddin; Abdya Terbanyak Mendapatkan Bantuan Alsintan

Tanam Perdana MTG di Tangan-tangan, Dr. Safaruddin; Abdya Terbanyak Mendapatkan Bantuan Alsintan

08/06/2026
Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com