Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Korea Selatan Cetak Rekor Angka Kelahiran Terendah Sepanjang Masa

redaksi by redaksi
28/02/2024
in Internasional
0
Korea Selatan Cetak Rekor Angka Kelahiran Terendah Sepanjang Masa

Ilustrasi. Korsel catat rekor angka kelahiran terendah. (Screenshoot via Instagram/@songilkook)

Jakarta – Korea Selatan mencatat angka kelahiran terendah sepanjang mereka memulai pencatatan angka kelahiran dan tingkat kesuburan yakni pada 1970.

Kepala Divisi Sensus Penduduk di Departemen Statistik Korsel Lim Young Il mengatakan angka kelahiran anjlok lebih dari lima persen.

“Jumlah bayi baru lahir pada 2023 yakni 230.000, lebih sedikit 19.200 dibanding tahun sebelumnya, yang berarti penurunan sebesar 7,7 persen,” kata Lim, dikutip AFP, Rabu (28/2).

Lim lalu berujar, “Jumlah bayi baru lahir, angka kelahiran, dan angka kelahiran kasar semuanya berada pada titik terendah sejak tahun 1970.”

Korsel baru mulai mengumpulkan data dan mencatat angka kelahiran per tahun pada 1970.

Lim juga mengatakan angka kelahiran di Korsel adalah yang terendah di antara negara-negara OECD yakni 0,7.

Menurut data statistik Korsel tingkat kesuburan di negara itu 0,72 pada 2023, turun hampir 8 persen dari tahun sebelumnya.

Tingkat kesuburan berkaitan dengan jumlah anak yang akan dimiliki perempuan sepanjang mereka hidup.

Lebih lanjut, Lim menjelaskan rata-rata usia perempuan Korsel untuk melahirkan adalah 33,6 tahun, yang merupakan usia tertua di antara anggota OECD.

Sementara itu, angka kelahiran kasar pada 2023 adalah 4,5, turun dari tahun sebelumnya yang berada di angka 4,9.

Angka terbaru Korsel jauh di bawah kebutuhan untuk meningkatkan populasi yakni 2,1.

Institute for Health Metrics and Evaluation dari Universitas Washington mencatat dengan tingkat kesuburan terbaru, populasi Korsel akan berkurang hingga setengahnya menjadi 26,8 juta jiwa.

Korsel tengah menghadapi ancaman depopulasi atau penurunan angka populasi belakangan ini. Pemerintah sampai-sampai memberikan solusi dengan menawarkan serangkaian bantuan untuk mendorong warga memiliki anak.

Sejumlah program bantuan itu yakni subsidi tunai, layanan pengasuh anak, dan dukungan untuk perawatan kesuburan. Namun, upaya itu belum berhasil.

Para ahli mengatakan terdapat sejumlah penyebab angka kelahiran rendah seperti biaya pengasuhan anak yang tinggi hingga masyarakat yang sangat kompetitif sehingga sulit mendapat pekerjaan dengan gaji yang baik.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Penuhi Pasokan Cabai, Pemprov Kepri Kerja Sama dengan Sulawesi dan Aceh

Next Post

Semua Komisioner KPU Diperiksa DKPP, Rekapitulasi Nasional Ditunda

Next Post
Semua Komisioner KPU Diperiksa DKPP, Rekapitulasi Nasional Ditunda

Semua Komisioner KPU Diperiksa DKPP, Rekapitulasi Nasional Ditunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penyaluran DD 2026 Tahap I dan II Pemkab Abdya Tembus 100 Persen

Penyaluran DD 2026 Tahap I dan II Pemkab Abdya Tembus 100 Persen

21/10/2026
Persada Abdya Tutup Babak 8 Besar Dengan Kemenangan 3-1 Atas Lahat FC

Persada Abdya Tutup Babak 8 Besar Dengan Kemenangan 3-1 Atas Lahat FC

21/10/2026
Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

20/10/2026
TRK Temui Warga ODGJ dan Keluarga di Kecamatan Seunagan

TRK Temui Warga ODGJ dan Keluarga di Kecamatan Seunagan

20/10/2026
PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

20/10/2026

Terpopuler

Hujan Deras, Gayo Lues Diterjang Longsor Susulan di Desa Ketukah

Hujan Deras, Gayo Lues Diterjang Longsor Susulan di Desa Ketukah

20/10/2026

IKAT Aceh Lepas 208 Mahasiswa Baru ke Al-Azhar Mesir, Harapkan Dukungan Beasiswa

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

Alumni FEBI UIN Ar-Raniry Berbagi Strategi Sukses Meraih Beasiswa

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 20

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com