Jantho – Ratusan peserta dari berbagai organisasi dan perwakilan masyarakat menghadiri sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Yayasan Al Amin, yang bertempat di Desa Lamtengoh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu 9 Maret 2024.
Kegiatan ini sendiri merupakan hasil kerjasama antara Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MAg atau akrab disapa Syech Fadhil dengan Yayasan Al Amin.
Adapun dua pemateri yang hadir adalah HM. Fadhil Rahmi, Lc, M.Ag selaku anggota DPD RI dan juga Abuya Muhammad Amin selaku pimpinan Yayasan Al Amin.
Syech Fadhil, dalam materinya mengatakan, bahwa kondisi Aceh saat ini cenderung membaik pasca damai dan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Hal ini, kata dia, perlu dijaga dengan baik. Pasalnya, kata dia, siklus konflik di Aceh selalu berulang per-20 tahun sekali.
“Sedangkan perdamaian yang terjadi kali ini, hampir berlangsung 19 tahun lamanya. Artinya, jangan sampai konflik kembali terulang sehingga pembangunan yang sedang dirintis kembali terganggu,” kata dia lagi.
Oleh karena itu, kata Syech Fadhil, perlu adanya dorongan penguat serta kesadaran berbangsa dan bernegara di Aceh, terutama di Aceh Besar, yang merupakan kabupaten terdekat dengan ibukota Aceh.
Salah satu penguat persatuan, kata Syech Fadhil, adalah 4 pilar kebangsaan. 4 pilar kebangsaan ini yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
“Pilar kebangsaan tersebut harus kokoh, karena berfungsi sebagai penangkal gangguan dan ancaman yang mengintai baik dari segi internal ataupun eksternal,” ujar Syech Fadhil.
“Pilar kebangsaan tersebut juga dapat diartikan sebagai belief system yang artinya bisa menjamin terciptanya ketertiban, kenyamanan, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” katanya lagi.
Sementara itu, Abuya Muhammad Amin menambahkan bahwa persatuan Aceh merupakan tonggak utama dalam membangun daerah ini.
“Jangan sampai kita bercerai berai serta mudah dihasut oleh orang yang tak ingin daerah ini maju. Di negara manapun di dunia ini, konflik hanya menyisakan luka serta kepedihan,” ujarnya lagi.
Pantauan wartawan, sejumlah peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Pada sesi tanya jawab, para peserta bertanya soal konsep bernegara dan sejarah Aceh yang panjang.











