Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Media China Soroti Biden Sebut Tetangga RI ‘Kanibal’

redaksi by redaksi
25/04/2024
in Internasional
0
PM Irak Temui Biden usai Iran Serang Israel, Ada Apa?

PM Irak temui Joe Biden di Washington sehari usai serangan Iran ke Israel. Foto: REUTERS/Bonnie Cash

Jakarta – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut Papua Nugini sebagai negara kanibal menjadi sorotan media internasional.

Salah satu media yang mengabarkan pernyataan Biden tersebut yakni Global Times dari China, yang menulisnya dalam artikel bertajuk “Label of ‘cannibals’ shows US’ inherent disrespect for PNG”.

Global Times menyoroti Perdana Menteri Papua Nugini James Marappe yang marah karena karena tak terima dengan ucapan Biden. Marappe tersinggung karena Biden seolah “menyiratkan bahwa pamannya dimakan oleh kanibal setelah pesawatnya ditembak jatuh di atas PNG saat Perang Dunia II.”

Global Times lantas menggarisbawahi desakan Marappe kepada AS yang meminta untuk membersihkan seluruh sisa Perang Dunia II yang berserakan di negara kepulauan Pasifik tersebut.

“Orang-orang PNG tidak perlu terseret ke dalam konflik yang bukan karena perbuatan mereka. Negara ini masih dipenuhi sisa-sisa manusia masa perang, bangkai pesawat, bangkai kapal dan terowongan, serta bom sisa-sisa perang yang masih membunuh orang-orang (di sini),” ujar Marappe.

Pernyataan Biden ini sendiri sudah diklarifikasi oleh Gedung Putih tak lama setelah membuat gaduh. Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyebut Biden saat itu bicara mengenai keberanian pamannya serta anggota-anggota militer AS yang mempertaruhkan nyawa mereka.

Global Times menyangsikan klarifikasi Gedung Putih. Dalam artikelnya, media China itu mengatakan “slip of tongue” semacam itu biasanya mencerminkan pikiran asli sang penutur.

Global Times menyebut label kanibal yang diberikan Washington kepada Papua Nugini mencerminkan bagaimana Washington memandang negara-negara berkembang. Kanibal sendiri biasanya merepresentasikan ketidakberadaban dan keterbelakangan.

“Ini jelas menunjukkan penghinaan dan rasa tidak hormat yang melekat pada AS terhadap PNG dan bahkan seluruh wilayah kepulauan Pasifik,” kata asisten peneliti di China Institute of International Studies, Ning Tuanhui, kepada Global Times.

Media itu kemudian menyoroti bagaimana PM Fiji Aiyaz Sayed-Khaiyum pada Februari 2022 lalu mengatakan dengan blak-blakan bahwa ada suatu perasaan umum yang dirasakan negara-negara Pasifik bahwa “Washington berbicara mengenai kita, bukan bicara dengan kita” kala Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi negara tersebut.

“Negara-negara kepulauan Pasifik dan rakyatnya layak dihormati dan bercita-cita untuk memiliki kehidupan yang lebih baik,” tulis Global Times.

Global Times turut menulis tentang bagaimana rakyat Papua Nugini tidak setuju dengan perjanjian kerja sama yang ditandatangani AS dan PNG pada tahun lalu. Pasalnya, perjanjian tersebut merupakan kerja sama pertahanan, bukan kesepakatan ekonomi seperti yang dibutuhkan masyarakat.

“Tidak ada spesifik tentang manfaat apa yang akan datang,” kata mantan perdana menteri PNG Peter O’Neill.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kadistan Asel Jawab Keluhan Petani Sawang Ba’U

Next Post

Pegawai Kementerian ESDM Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Timah

Next Post
Pegawai Kementerian ESDM Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Timah

Pegawai Kementerian ESDM Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Timah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fraksi Abdya Maju Desak Bupati Evaluasi Komisioner dan Sekretariat Baitul Mal, Ini Tanggapan Dr. Safaruddin

Fraksi Abdya Maju Desak Bupati Evaluasi Komisioner dan Sekretariat Baitul Mal, Ini Tanggapan Dr. Safaruddin

29/09/2026
Gangguan Jaringan Internet Sejumlah OPD di Abdya Akibat Kabel Jatuh, Perbaikan Dilanjutkan Besok

Gangguan Jaringan Internet Sejumlah OPD di Abdya Akibat Kabel Jatuh, Perbaikan Dilanjutkan Besok

29/09/2026
150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Dibekali Bimtek Pendataan hingga NPP

150 Pengelola Perpustakaan Aceh Timur Dibekali Bimtek Pendataan hingga NPP

29/09/2026
DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

29/09/2026
Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

29/09/2026

Terpopuler

PM Irak Temui Biden usai Iran Serang Israel, Ada Apa?

Media China Soroti Biden Sebut Tetangga RI ‘Kanibal’

25/04/2024

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com