BANDA ACEH – Direktur Center for Comunity Development and Education (CCDE), Tabrani Yunis memberikan bantuan sepeda kepada siswi SMA Negeri 2 Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan yang nernama Jurida.
Penyerahan sepeda itu diserahkan oleh Direktur CCDE, Tabrani Yunis yang diterima guru SMA Negeri 2 Kluet Utara, Maryada Sabi SPdI MA disaksikan akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Muhammad Yasar MSc di Kantor Majalah POTRET Banda Aceh, Rabu (1/4/2024).
Direktur CCDE yang juaga Pimpinan Majalah POTRET dan Anak Cerdas, Tabrani Yunis mengatakan, bantuan sepeda ini diberikan kepada siswi yang menempuh perjalanan ke sekolah lebih dari 5 Kilometer tempat dia berdomisili.
“Jurida layak menerima bantuan sepeda ini, sebab selain jarak tempuh yang jauh dengan berjalan kaki ke sekolah, dia juga berasal dari keluarga kurang mampu yang belum memiliki alat transportasi ke sekolah,” ujar Tabrani.
Ia mengharapkan, dengan bantuan sepeda ini semoga Jurida tidak lagi berjalan kaki pulang pergi ke sekolah dan teruslah memotivasi diri untuk belajar hingga meraih prestasi.
Sementara itu guru SMA Negeri 2 Kluet Utara, Maryada Sabi menjelaskan, Jurida merupakan anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Safrijal dan Sri Rahayu tercatat sebagai keluarga kurang mampu dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
“Orang tua Jurida tidak memiliki kendaraan pergi ke sekolah. Jangankan motor, sepeda pun tidak dimilikinya,” sebutnya.
Maryada mengucapkan terima kasih kepada Direktur CCDE, Tabrani Yunis atas bantuan sepeda yang diberikannya. Semoga Allah Swt membalas kebaikan dengan pahala yang berlipat.
Sedangkan salah seorang akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Muhammad Yasar MSc yang menyaksikan penyerahan sepeda itu menuturkan, semakin memperkuat keyakinan bahwa tugas kita selaku hamba hanyalah berdo’a, berikhtiar, dan bertawakkal, selebihnya adalah otoritas Allah Yang Maha Kuasa atas segalanya.
“Hadirnya pertolongan Allah sungguh dengan jalan-jalan yang indah dan tidak terduga oleh kita dan siapa pun. Semoga bantuan yang diberikan dapat membuat motivasi belajar yang lebih tinggi bagi siswi ini,” ungkap putra Kluet Utara dan mantan Direktur Poltas Aceh Selatan ini.
Katanya, ada sama kita punya fasilitas yang cukup bahkan terkadang mewah, tetapi motivasi belajarnya biasa-biasa saja.
“Sudah dapat peluang beasiswa bahkan disia-siakan karena tidak mengimbanginya dengan tuntutan prestasi. Sementara di sisi yang lain memang ada yang benar-benar membutuhkan dan dapat dibuktikan,” ucap Yasar.











