Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

DKP Upayakan Pemulangan 33 Nelayan Aceh yang Sudah Dibebaskan Otoritas Thailand

redaksi by redaksi
16/05/2024
in Nanggroe
0
Polres Aceh Barat Tingkatkan Patroli Kapal Nelayan di Laut

Personel Satpol Airud Polres Aceh Barat melakukan patroli laut guna mengedukasi nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, Rabu (25/10/2023). (ANTARA/HO-Dok Humas Polres Aceh Barat)

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berupaya memulangkan sebanyak 33 nelayan Aceh yang dibebaskan otoritas Thailand setelah selesai menjalani hukuman di negara tersebut.

“Saat ini kita sedang berupaya melakukan pengurusan administrasi dengan pihak Kemenlu RI dan finalisasi pembiayaan,” kata Kepala DKP Aceh, Aliman, di Banda Aceh, Kamis.

Aliman menyampaikan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang telah dilakukan dua hari lalu bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kemenlu RI, diketahui bahwa 35 nelayan Aceh sudah dibebaskan otoritas Thailand pada 26 April 2024.

Kemudian, dari 35 nelayan tersebut, dua orang diantaranya sudah dipulangkan ke Aceh beberapa waktu lalu karena persoalan kesehatan, sehingga diterbangkan ke Indonesia oleh Kemenlu RI lebih cepat.

“Sementara untuk 33 nelayan lainnya yang juga sudah dibebaskan masih berada di Thailand dan segera dipulangkan oleh Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Rencananya, kata Aliman, pemulangan 33 nelayan asal Aceh Timur ini akan dibiayai oleh Pemerintah Aceh, mereka nantinya diterbangkan dari Thailand dan langsung menuju Bandara Kualanamu Medan, sehingga lebih menghemat biaya.

Saat ini, lanjut dia, para nelayan Aceh itu sudah berada di Bangkok bersama KBRI, dan mereka juga masih dalam pengawasan pihak imigrasi Thailand.

“Jika tidak ada halangan, maka ditargetkan mereka dapat dipulangkan ke Aceh pekan depan. Kalau ada partisipasi keluarga nelayan untuk pemulangan ini juga dibolehkan,” katanya.

Aliman menjelaskan, para nelayan Aceh itu dibebaskan karena sudah menjalani hukuman penjara sesuai dengan denda yang diberikan sebelumnya.

Karena mereka tidak mampu membayar denda, maka otoritas terkait di Thailand menggantikan dengan hukuman penjara.

“Hitungannya, satu hari kurungan untuk pemotongan 500 baht. Sementara mereka didenda rata-rata 100 ribu baht per orang, jadi digantikan hampir tujuh bulan penjara (200 hari),” ujar Aliman.

Sebelumnya, sebanyak 40 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur tertangkap otoritas Thailand karena memasuki wilayah teritorial laut negara setempat, Minggu (8/10/2023).

Dimana, sebanyak 12 orang menggunakan kapal KM Rahmad Jaya 29 growstone (GT). Kemudian dari KM Ikhlas Baru 24 GT sebanyak 16 orang, dan KM Kambia Star 2 crew 25 GT.

“Mereka adalah nelayan yang ditangkap dari tiga kapal pada Oktober 2023, yaitu kapal KM Kambia Star, KM Rahmat Jaya, dan KM Ikhlas Baru,” demikian Aliman.

Sumber: antara

Previous Post

MPU Banda Aceh Gelar Musda ke V

Next Post

Bangkok Disebut Mau Tenggelam, Thailand Pindah Ibu Kota?

Next Post
Bangkok Disebut Mau Tenggelam, Thailand Pindah Ibu Kota?

Bangkok Disebut Mau Tenggelam, Thailand Pindah Ibu Kota?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Abdya Rapat Daring Bersama BSKDN Kemendagri Bahas LIP dan Timeline Program Review

Pemkab Abdya Rapat Daring Bersama BSKDN Kemendagri Bahas LIP dan Timeline Program Review

30/09/2026
Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia

Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia

30/09/2026
UNDP Indonesia Beri Pemahaman Green Jobs Untuk Mahasiswa STAIN Meulaboh

UNDP Indonesia Beri Pemahaman Green Jobs Untuk Mahasiswa STAIN Meulaboh

30/09/2026
Ohku, APBK-P Pidie Jaya Tembus Rp1,02 Triliun, Bupati Sibral Desak SKPK Kejar Hasil

Ohku, APBK-P Pidie Jaya Tembus Rp1,02 Triliun, Bupati Sibral Desak SKPK Kejar Hasil

30/09/2026
Kasus Perusakan Kebun di Pidie Jaya Berakhir Damai, Tersangka Bayar Ganti Rugi Rp3 Juta

Kasus Perusakan Kebun di Pidie Jaya Berakhir Damai, Tersangka Bayar Ganti Rugi Rp3 Juta

30/09/2026

Terpopuler

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

30/09/2026

DKP Upayakan Pemulangan 33 Nelayan Aceh yang Sudah Dibebaskan Otoritas Thailand

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com