Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

UMKM di Aceh Pasok Lobster untuk Ekspor ke China

redaksi by redaksi
25/05/2024
in Ekonomi
0
UMKM di Aceh Pasok Lobster untuk Ekspor ke China

BANDA ACEH – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Aceh memasok lobster, sejenis udang karang laut, untuk kebutuhan pasar ekspor, di antaranya ke China.

“Kami memasok lobster untuk kebutuhan ekspor ke China. Ekspor via pengekspor di Jakarta. Untuk mengekspor langsung dari Aceh masih ada kendala,” kata Amri, pemilih UMKM CV Kana Cahaya Bahari, pemasok komoditas laut, di Banda Aceh, Jumat (24/5/2024).

Ia mengatakan pasokan lobster dikirim ke penampungan di Jakarta setiap satu atau dua hari sekali dengan menggunakan penerbangan komersial. Lobster yang dikirim dalam
bentuk hidup. Untuk sekali kirim lebih dari 100 kilogram yang terbagi dalam beberapa kotak isi 15 kilogram.

“Selanjutnya dari Jakarta, lobster diistirahatkan beberapa jam sebelum dikirim ke China, jika tidak, lobster menjadi lemas dan risiko mati cukup tinggi,” kata Amri.

Lobster tersebut dikumpulkan dari nelayan di beberapa daerah seperti Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Jaya, bahkan ada dari Kabupaten Simeulue,

Amri mengatakan pihaknya belum bisa mengekspor lobster hidup ke China karena tidak adanya penerbangan komersial langsung dari Aceh. Sebab, untuk mengirim lobster dalam keadaan hidup membutuhkan waktu paling lambat delapan hingga sembilan jam untuk tiba di daerah pengiriman.

“Jika waktu pengiriman lebih lama, maka lobster akan lemas dan mati, sehingga tidak memiliki nilai jual lagi. Karena itu, kami hanya bisa memasoknya untuk kebutuhan ekspor kepada pengusaha di Jakarta,” katanya.

Amri mengatakan pihaknya pernah melakukan ekspor dari Aceh melalui Kuala Lumpur, Malaysia ke China. Dari Kuala Lumpur, tidak bisa dikirim langsung ke negara tujuan, tetapi harus transit paling cepat enam jam.

Namun, kata Amri, karena tidak ada fasilitas penampungan sementara di Kuala Lumpur dan lobster tetap dalam kotak pengiriman, maka kondisi lemas dan banyak yang mati. Ironinya, lobster tersebut tetap dikirim ke China, walau dalam kondisi sudah mati.

“Sampai di Cina, semua lobster mati dan pihak karantina di negara itu menyitanya karena dianggap penyakit. Kondisi ini menyebabkan kami mengalami kerugian. Makanya, kami tidak berani mengekspor langsung lobster karena tidak ada koneksi langsung transportasinya,” kata Amri.

Oleh karena itu, Amri berharap ada upaya dari pemerintah daerah mencari solusi agar komoditas hasil laut bisa diekspor langsung dari Aceh, tanpa harus melalui provinsi lain. “Banyak komoditas hasil laut dari Aceh diminati di negara-negara lain, seperti China. Jika komoditas ini bisa diekspor langsung dari Aceh, tentu nilai ekonominya lebih tinggi,” kata Amri.

Sumber: republika

Previous Post

Atlet Pencak Silat Perkuat Mental untuk Hadapi PON Aceh-Sumut 2024

Next Post

Marak Penggiringan Opini Tentang Beasiswa, Aflidar Firya: Ini Jelas Jelas Pembunuhan Karakter Terhadap Iskandar Al-Farlaky

Next Post
Marak Penggiringan Opini Tentang Beasiswa, Aflidar Firya: Ini Jelas Jelas Pembunuhan Karakter Terhadap Iskandar Al-Farlaky

Marak Penggiringan Opini Tentang Beasiswa, Aflidar Firya: Ini Jelas Jelas Pembunuhan Karakter Terhadap Iskandar Al-Farlaky

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tiang Tower Air Mulai Dicor, Satgas TMMD Kejar Tuntas Fasilitas Air Bersih Warga

Tiang Tower Air Mulai Dicor, Satgas TMMD Kejar Tuntas Fasilitas Air Bersih Warga

08/08/2026
BPBD Aceh Besar Tangani 7 Kejadian Baru Akibat Angin Kencang

BPBD Aceh Besar Tangani 7 Kejadian Baru Akibat Angin Kencang

08/08/2026
Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Tim PTSP Kanwil Kemenag Aceh Benchmarking ke BSI Landmark

Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Tim PTSP Kanwil Kemenag Aceh Benchmarking ke BSI Landmark

08/08/2026
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh Serahkan Mahasiswa Magang ke Flower Aceh

Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh Serahkan Mahasiswa Magang ke Flower Aceh

08/08/2026
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

08/08/2026

Terpopuler

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

06/08/2026

UMKM di Aceh Pasok Lobster untuk Ekspor ke China

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com