Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Hujatan tanpa Putusan Pengadilan

redaksi by redaksi
14/06/2024
in Kolom
0
Hujatan tanpa Putusan Pengadilan

Oleh Mulyana. Penulis adalah mahasiswi asal Aceh Timur.

Akhir- akhir ini banyak sekali kasus korupsi yang muncul ke publik, dan banyak media memberitakan persoalan tersebut. Dari kasus wastafel, pengadaan buku di MAA, dan kasus beasiswa, yang sebenarnya bantuan pendidikan.

Banyak berita- berita berseliweran di halaman media sosial, yang memicu para netizen mengomentari masalah tersebut, ada yang mengomentari dengan tutur bahasa yang bagus, dan tak sedikit pula yang menghujat tanpa tabayyun sehingga mengeluarkan kata- kata yang kasar yang dinilai jauh dari budaya kita orang timur.

Contoh, seperti Kasus beasiswa, kasus ini sudah sangat lama bergulir, dan bahkan pernah tranding topik berkali- kali, apakah karena penyajian berita yang begitu massif dan secara tidak langsung menampilkan sosok yang sangat disalahkan tanpa pembuktian yang benar, ataupun memang “sosok”tersebut adalah salah satu tokoh paling populer di Aceh saat ini, baik dari segi pengaruh dan ke-vokalannya dalam membela kepentingan Aceh, sehingga harus di bungkam dan isunya di-viral-kan di berbagai platform media sosial.

Dari informasi yang di dapatkan, 21 anggota DPRA periode 2014- 2019 sudah di panggil oleh penyidik polda Aceh untuk dimintai keterangan terkait kasus beasiswa ini. Dan sampai saat ini tidak ada dari mereka yang dijadikan sebagai tersangka, kecuali Dedy Safrizal yang secara sah dan meyakinkan di anggap oleh penyidik telah melakukan perbuatan melawan hukum. Sebagai warga negara yang baik, sudah sejatinya kita percaya terhadap aparat penegak hukum yang telah menangani perkara ini.

Bukan malah sengaja mengiring opini dan menjadi hakim sendiri dengan men- judge seseorang bersalah. Karena berbicara seseorang bersalah atau tidak itu adalah berdasarkan alat bukti bukan opini, apalagi opini yang dipengaruhi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Penggiringan secara sengaja ini juga merupakan penzaliman dan pembunuhan karakter seseorang.

Lain halnya dengan kasus korupsi pengadaan buku di MAA, kasus ini padahal sudah masuk dalam persidangan tipikor Banda Aceh, tapi aneh nya kasus ini hilang dari sorotan pemberitaan. Padahal pengadaan buku itu diduga usulan pokir dari salah satu anggota DPR Aceh juga. Berbeda dengan kasus beasiswa yang setiap sidang nya ditunggu untuk mendapatkan informasi, kemudian disalurkan dan di viralkan setelah dilansir oleh media online.

Dan lebih menariknya lagi, kasus wastafel, yang ujung ujung panas di awal, namun kini hilang bak ditelan bumi. Padahal pihak Polda Aceh sudah mengumumkan tersangkanya. Dan lagi, sebagai warga negara yang baik kita percayakan aparat penegak hukum profesional dalam mengungkap kasus ini.

Melihat pemberitaan yang tidak seimbang dari beberapa kasus yang ada di atas, tergugah rasanya untuk melihat kembali tatanan hukum yang sebenarnya, bahkan seorang yang bersalah pun di dalamnya punya keadilan yang harus di jaga. Apalagi bagi orang yang tidak terbukti bersalah di mata hukum. Ingat In Criminalibus Probantiones Bedent Esse Luce Clariore artinya, Pembuktian Harus Lebih Terang dari Sinar Matahari, asas ini bertujuan untuk menghindari fitnah terhadap orang yang tidak bersalah.

 

Previous Post

Dr. Safaruddin Gagas Barsela Cup, Atlet dan Pedagang: Dapat Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Next Post

Jokowi Minta PON XII Aceh-Sumut Digelar Tepat Waktu

Next Post
Jokowi Minta PON XII Aceh-Sumut Digelar Tepat Waktu

Jokowi Minta PON XII Aceh-Sumut Digelar Tepat Waktu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Ambil Alih Penanganan Kasus Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya

Polda Aceh Ambil Alih Penanganan Kasus Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya

01/11/2026
Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, Asoe Nanggroe Undang Dua Grup Zikir

Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW, Asoe Nanggroe Undang Dua Grup Zikir

01/11/2026
Masyarakat dan Mahasiswa Abdya Demo PT CA, Tuntut Ganti Rugi Kebun Plasma

Masyarakat dan Mahasiswa Abdya Demo PT CA, Tuntut Ganti Rugi Kebun Plasma

01/11/2026
Bandara Cut Nyak Dhien Bersiap Sambut Presiden Prabowo, Bupati TRK Tinjau Langsung

Bandara Cut Nyak Dhien Bersiap Sambut Presiden Prabowo, Bupati TRK Tinjau Langsung

01/11/2026
Sebanyak 674 Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Selatan

Sebanyak 674 Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Selatan

01/11/2026

Terpopuler

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

31/10/2026

10 Putra-Putri Tanjong Seulamat Raih Juara MTQ Kabupaten Aceh Besar 2026

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

Lima Mahasiswa USK Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026

Azhari Cage: Dari Rimba Aceh Jadi ‘Singa’ Senayan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com