Banda Aceh – Sebanyak 300an mahasiswa yang sedang menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan pada Fakultas Keguruan dan pendidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) diberi kuliah umum khusus kewirausahaan.
Kegiatan yang bertema “Membangin jiwa kewirausahaan berbasis sosio-edupreneur bagi guru Profesional” berlangsung selama sehari di auditorium FKIP USK 16 juli 2024.
Kegiatan kuliah umum tersebut dibuka oleh Dekan FKIP USK Dr. Syamsulrizal., M.Kes. dalam sambutannya, dekan FKIP menyampaikan bahwa, “kegiatan ini bertujuan untuk membangun mindset wirausaha bagi guru. Guru sangat penting memahami kewirausahaan, karena saat ini sekolah dituntut oleh undang-undang melalui permendikbud nomo 6 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah dan juga Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya pengembangan kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan. Berdasarkan aturan tersebut, sekolah harus mampu mendesain wirausaha secara lebih baik berdasarkan potensi yang ada.”
Narasumber utama dalam kuliah umum ini adalah dosen senior program magister manajemen Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Mukhlis., SE., MS.
Dalam sesi kuliah umum tersebut prof Mukhlis menekankan bahwa, “untuk membangkitkan dunia usaha di Negara ini perlu banyak dorongan dan unsur yang terlibat di dalamnya, dan guru merupakan unsur terpenting dan motor penggerak untuk menumbuhkan jiwa-jiwa wirausaha muda ke depan. Kewirausahaan perlu ditumbuhkan sejak usia sekolah dasar. Ini artinya sejak SD anak-anak harus sudah diperkenalkan dengan dunia usaha, dan ini sudah dilakukan oleh banyak negara maju jauh sebelum kita.”
Kemudian, Prof Mukhlis juga menekankan pentingnya uswatun hasanah (teladan yang baik) dalam mengembangkan kewirausahaan di sekolah. Dimana guru dan pemimpin sekolah dapat mengajarkan siswa untuk menjalankan usaha mereka dengan kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Kemudian menerapkan prinsip-prinsip syariah, seperti keadilan, keseimbangan, dan larangan riba. Guru juga sebagai teladan yang baik untum membentuk karakter siswa yang tidak hanya berfokus pada keuntungan materi, tetapi juga pada kontribusi positif terhadap masyarakat. Ini termasuk konsep zakat, sedekah, dan tanggung jawab sosial lainnya. Kemudian, Guru juga dapat memberikan motivasi tambahan bagi siswa untuk berwirausaha dengan cara yang benar dan bertanggung jawab, sesuai dengan ajaran Islam. Dengan menekankan uswatun hasanah dalam pendidikan kewirausahaan, sekolah dapat membantu membentuk generasi wirausahawan yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki moral dan etika yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Peserta yang mengikuti kuliah umum ini sangat antusias terlibat pada sesi tanya jawab terkait dengan kiat-kiat sukses implementasi konsep kewirausahaan berbasis Islami di sekolah. Karena sekolah memiliki kewajiban untuk menerapkan konsep kewirausahaan yang terintegrasi dengan kurikulum.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Wakil dekan Akdemik FKIP USK Dr. Sanusi., M.Si dan Ketua PPG FKIP USK Dr. Yeni Marlina., M.Pd. diharapkan mampu menumbuhkan Mindset kewirausahaan bagi peserta PPg yang akan menjadi guru professional dan mampu menjadi motor penggerak kewirausahaan di sekolah masing-masing.












