Banda Aceh – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Sabtu 20 Juli 2024, bertempat di auditorium lantai III FKIP USK. Bimtek tersebut diikuti oleh 150 peserta dari 17 program studi yang ada di lingkungan FKIP USK dari dua rumpun ilmu, yaitu rumpun sosial humaniora dan rumpun sains.
Dekan FKIP USK Dr.Syamsulrizal., M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Bimtek ini akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari ini tangga20 juli 2024 diberikan bimtek kepada dosen dari rumpun sosial humaniora, dan nanti pada tanggal 27 bulan juli 2024 akan diadakan lagi Bimtek yang sama bagi dosen dari rumpun ilmu sain. “
Syamsulrizal menambahkan bahwa dalam pelaksanaan bimbingan teknis OBE ini, pihaknya turut mengundang khusus Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd. sebagai pakar khusus OBE dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
“Sebagaimana yang kita ketahui bahwa UNS telah mempraktekkan OBE ini setahun yang lalu, sedangkan kita masih berencana. Jadi, kita mengundang pakar khusus ini agar dapat membimbing kita secara maksimal, sehingga semua dosen ke depan dapat merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang berfokus pada capaian hasil belajar (OBE). kedepan tidak ada lagi dosen di FKIP yang tidak faham soal OBE ini, mulai semester depan semua dosen sudah harus mengerti dan mempraktekkan OBE ini dengan baik.”
Kegiatan Bimtek tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan., IPU. Turut hadir juga wakil rektor bidang akademik Prof. Dr. Ir. Agussabti., M.Si., serta direktur direktorat pendidikan dan pembelajaran Prof. Dr. Ir. Nasaruddin, S.T., M.Eng.
Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa mulai semester semester ganjil tahun 2024 ini, semua program studi di lingkungan universitas syiah kuala wajib menerapkan kurikulum pembelajaran berbasis Outcome-Based Education.
“Sebenarnya OBE ini sebagai instrument untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada hasil belajar yang spesifik dan terukur, seperti peningkatan kualitas lulusan, kegiatan pembelajaran yang berfokus pada hasil belajar, meningkatkan relevansi pendidikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, pelaksanaan pembelajaran aktif dan kolaboratif, dan peningkatan daya saing global, serta lainnya,” katanya.
Sebagaimana yang diketahui bersama, secara yuridis, bahwa outcome-based education di Indonesia dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (PERMENDIKBUDRISTEK) Nomor 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE). Dengan penerapan OBE, diharapkan perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga kemampuan praktis dan sikap profesional yang diperlukan untuk berhasil dalam karir mereka dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan dengan adanya bimtek ini, dosen di USK dapat mempraktekkan OBE dengan baik dan maksimal.









