Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ida Fitri Terbitkan Novel “Paya Nie”

redaksi by redaksi
24/07/2024
in Nanggroe
0
Ida Fitri Terbitkan Novel “Paya Nie”

Jakarta – Cerpenis Bireuen, Ida Fitri, yang dikenal lewat buku “Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa” (2023), kini meluncurkan novel terbarunya yang berjudul “Paya Nie”. Novel ini meraih juara III pada Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2023.

“Novel ini diterbitkan oleh Marjin Kiri, salah satu penerbit independen di Indonesia yang menyajikan berbagai buku kritis,” ujar Ida Fitri pada Rabu, 24 Juli 2024.

Ida menyebutkan bahwa “Paya Nie” adalah novel perdananya yang diterbitkan oleh penerbit nasional.

“Novel ‘Paya Nie’ merupakan narasi kehidupan keseharian perempuan Aceh di masa konflik, dengan elemen-elemen Aceh yang kental, seperti sejarah dan budaya,” jelas Ida.

“Novel ini baru dikerjakan pada 2019 dan akhirnya selesai juga.”

Ida, yang lahir dan besar di masa konflik Aceh, menyimpan berbagai memori yang dituangkan dalam novelnya. Kenangan-kenangan tersebut menjadi bahan obrolan menarik antara tokoh-tokoh yang dibangunnya.

“Meskipun konflik Aceh telah menjadi kenangan kolektif masyarakat kita, tak banyak generasi Aceh saat ini yang tahu bahwa Aceh pernah didera konflik berkepanjangan,” ujar Ida.

Dalam konflik bersenjata, pihak yang paling terbeban adalah perempuan, padahal mereka tidak diberi kuasa dalam membuat keputusan politik hingga konflik bersenjata terjadi lanjut Ida.

Ida juga mengkhawatirkan perkembangan perekonomian di Aceh, serta kekerasan dan narkoba yang terus terjadi. Ia menilai hal tersebut dipengaruhi oleh konflik bersenjata.

Novel “Paya Nie” berlatar belakang konflik panjang di Aceh, dengan narasi yang mengeksplorasi tema-tema seperti perjuangan, ketahanan, dan hubungan antarmanusia di tengah situasi sulit. Penggunaan kilas balik dan percampuran legenda lokal dengan kisah sejarah memberikan dimensi tambahan pada cerita, membuatnya menarik bagi pembaca yang menyukai narasi kompleks dan mendalam.

Melalui percakapan tokoh-tokohnya, pembaca dibawa ke masa lalu, menjelajahi lingkungan sekitar, desa mereka, sejarah kekerasan dan militerisme, serta kehidupan masing-masing wanita. Legenda lokal, kesaksian mata-mata, dan cerita-cerita lain dicampur bersama dalam kisah ini.

“Suara-suara orang kecil dan perempuan hampir tidak pernah didengar dalam membuat keputusan politik, padahal merekalah yang paling terdampak oleh keputusan tersebut,” ujar Ida.

Ida berharap, novelnya dapat memberikan tempat kepada orang-orang yang suaranya tidak didengar melalui narasi fiksi agar lebih mudah dipahami.

“Dalam ‘Paya Nie’, aku ingin memberi tempat untuk suara-suara semacam itu,” tutup Ida.

Ida Fitri lahir di Bireuen pada 25 Agustus 1981. Sejumlah karya cerpennya tersebar di berbagai media seperti Tempo, Jawa Pos, Serambi Indonesia, Media Indonesia, Suara Merdeka, Republika, dan Kedaulatan Rakyat. Kumpulan cerpen (kumcer) pertamanya berjudul “Air Mata Shakespeare” (2016), diikuti oleh kumcer “Cemong” (2017) dan “Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa” (2023).

Novel “Paya Nie” merupakan novel debutnya yang meraih juara III Sayembara DKJ 2023. Saat ini, Ida mengabdikan diri di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur. []

Previous Post

Polres Pidie Jaya Tangkap Penyebar 13 Video Negatif Pelajar ke Medsos

Next Post

UTU dan BPS Aceh Teken MoU Penyediaan dan Pemanfaatan Data Statistik

Next Post
UTU dan BPS Aceh Teken MoU Penyediaan dan Pemanfaatan Data Statistik

UTU dan BPS Aceh Teken MoU Penyediaan dan Pemanfaatan Data Statistik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

09/05/2026
JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

JICT Bangun Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

09/05/2026
Haili Yoga Lepas 235 Jamaah Haji Aceh Tengah di Masjid Agung Ruhama Takengon

Haili Yoga Lepas 235 Jamaah Haji Aceh Tengah di Masjid Agung Ruhama Takengon

09/05/2026
Perkuat Diplomasi, Syekh Fadhil Sambangi Dua Pesantren Unggul di Aceh Besar

Perkuat Diplomasi, Syekh Fadhil Sambangi Dua Pesantren Unggul di Aceh Besar

09/05/2026
Bupati Serang Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Tamiang

Bupati Serang Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Tamiang

09/05/2026

Terpopuler

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

Krak, Pasangan Asal Aceh Tempuh Perjalanan Darat dari Indonesia hingga Mekkah

09/05/2026

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ida Fitri Terbitkan Novel “Paya Nie”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com