BLANGPIDIE – Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA-PA) Wilyah 013 Kabupaten Aceh Barat Daya, melakukan aksi penolakan terhadap rencana keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh (DPP PA) yang akan menetapkan Jufri Hasanuddin sebagai Calon Bupati dari Partai PA.
Aksi damai ratusan anggota KPA PA Abdya itu dengan mendatangi kediaman Panglima H. Abdurraman Ubit atau yang akrab disapa Panglima Do selaku Ketua KPA-PA Abdya, Manggeng, Rabu (21/08/2024).
Para massa meminta kepada Panglima Do untuk dapat mengambil sikap tegas atas dinamika yang sedang terjadi di internal PA Abdya.
“Kami meminta kita semua agar tetap konsisten dengan pernyataan Mualem Ketua DPP PA beberapa waktu yang lalu,” ucap Tarzani, selaku Korlap aksi yang juga Panglima Daerah Wilayah 02.
Ia mengakui, dari awal pernyataan resmi Panglima GAM Muzakir Manaf melalui beberapa media masa, yakni untuk Pilkada Abdya PA akan berkualisi dengan Gerindra, Calon Bupati dari Gerindra dan Calon Wakil Bupati dari Partai Aceh, pihaknya mulai bekerja untuk kemenangan di Pilkada 2024 adalah pengangan kami dalam menjalankan perintah.
“Setelah pernyataan resmi sang Panglima itu kami mulai bekerja untuk kemenangan kualisi hingga saat ini, apalagi Gerindra telah dan apabila DPP PA tetap memberikan dukungan kepada Jufri Hasanuddin, maka kami semua anggota KPA-PA Blangpidie akan melawan secara politik, dan atau akan tetap mengusung Dr. Safaruddin dengan membawa atribut Partai Aceh,” kata Tarzani seraya di iyakan oleh para massa aksi.
Menurut Tarzan, PA di Abdya harus mundur selangkah demi menjaga tatanan politik lokal Partai Aceh di Abdya, sebab keputusan Mualem berkualisi dengan Gerindra menjadi hal yang mesti dipertimbangkan untuk arah pembangunan Abdya dan Aceh secara umum.
Alasan KPA-PA Abdya menolak Jufri Hasanuddin sangat mendasar, pertama, sesuai Surat DPP PA mewajibkan calon semua Kepala daerah Daerah yang diusung PA wajib ikut pemilihan Legislatif tahun 2024. Kedua, DPP PA akan mengusung Calon Kepala Daerah Berdasarkan Hasil Poling tertinggi
“Ketiga, rekam jejak Jufri Hasanuddin pada Pilkada tahun 2017 yang lalu telah melawan kebijakan Partai Aceh dengan mengusung Calon Independen H. Muhammad Qudus-Hamdani, padahal PA mendukung Irwanto-Muzakir yang harus dimenanginya, nyatanya ia sengaja membelah dan menghancurkan kekuatan Partai Aceh di Kabupaten Aceh Barat Daya,” ungkap Tarzani.
Ketua KPA-PA Abdya, H. Abdurraman Ubit mengapresiasi sikap para Anggota KPA-PA se Abdya ini. Ia juga menanggapi bahwa, hingga saat ini dirinya mengaku belum memegang surat resmi dukungan Partai Aceh ke Jufri Hasanuddin – Faahkruddin.
“Kami akan segara bertemu Mualem, untuk membicarakan hal ini, InsyaAllah akan segera kami sampaikan langsung,” kata Panglima Doraman.
Ia berharap KPA PA Abdya yang saat ini sedang menuntut penolakan terhadap Jufri Hasanuddin sebagai Calon Bupati Abdya dari PA untuk tidak melakukan sikap anarkis dan keributan.
“InsyaAllah kami akan melaporkan kepada Mualem kondisi politik saat ini di Abdya. Semoga beliau memahaminya,” kata Panglima Doraman, yang juga ikut didampingi Wakil Ketua PA Abdya, Abdul Aziz dan Bendahara PA Abdya, Nasrijal. []











