Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Desa Paling Mencekam di Dunia Ada di Korsel, Ini Penyebabnya

redaksi by redaksi
29/08/2024
in Internasional
0
Desa Paling Mencekam di Dunia Ada di Korsel, Ini Penyebabnya

Ribuan warga Israel serbu kompleks Al Aqsa. (AFP/GIL COHEN-MAGEN)

Jakarta – Korea Selatan memiliki sebuah wilayah yang ‘paling menegangkan dan menakutkan di dunia’.
Wilayah itu yakni Daesong-dong, sebuah desa yang berjarak ‘sepelemparan’ batu dengan Korea Utara.

Daesong-dong merupakan desa yang berada dalam Zona Demiliterisasi (Demilitarized Zone/DMZ) Korea. Kota ini memiliki sekitar 200 penduduk, yang sebagian besar merupakan lansia.

Secara administratif, Daesong-dong masuk dalam wilayah Kota Paju, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Desa yang dikenal sebagai Desa Kebebasan atau Freedom Village ini hanya berjarak 365 meter dari Korea Utara dan telah diisolasi sejak Korsel dan Korut gencatan senjata pada 1953.

Dilansir dari The Guardian, warga yang tinggal di Daesong-dong umumnya bekerja sebagai petani. Mereka biasa bertani di bawah pengawasan militer.

Park Se-un, warga Daesong-dong yang lahir dan besar di daerah itu, mengaku terbiasa hidup dengan ketegangan politik antar-Korea. Insiden balon sampah, misalnya, yang belakangan terjadi di perbatasan Korea adalah salah satu makanan sehari-harinya.

Peristiwa ketika tentara Korut menerobos masuk ke Korsel hingga berujung pelepasan tembakan juga bukan lagi hal baru.

Ketegangan-ketegangan seperti itu pun terus menghantui ia dan para penduduk desa yang tak pernah putus harapan agar kawasan perbatasan Korsel dan Korut itu tetap damai.

“Peristiwa-peristiwa ini semua membuat kami cemas. Bagaimana jika sesuatu terjadi? Itu selalu ada di pikiran kami,” katanya.

Gencatan senjata Korsel dan Korut pada 1953 sendiri menandakan bahwa kedua Korea secara teknis masih berperang hingga saat ini.

Untuk meredam risiko konflik di DMZ, Korsel dan Korut menjalin perjanjian militer pada 2018 lalu. Namun demikian, kesepakatan itu batal baru-baru ini imbas tensi yang terus meningkat.

Sejak perjanjian batal tujuh bulan lalu, tentara-tentara di masing-masing perbatasan pun dilaporkan mulai kembali membawa senjata api serta membangun pos penjagaan.

“Ada lebih banyak personel, lebih banyak senjata, dan mereka sama-sama saling berusaha mendekat,” kata Letnan Kolonel Livio Räber, seorang perwira operasi untuk Komisi Pengawas Negara-negara Netral (NNSC) Swiss.

Seiring dengan ketegangan yang terus meningkat ini, para penduduk di Desa Daesong-dong pun terus-terusan menerima peringatan di ponsel mereka.

Berdasarkan tangkapan citra satelit, Korea Utara saat ini sedang membangun sesuatu yang terlihat seperti benteng penghalang anti-tank.

Sejumlah ahli percaya benteng itu dimaksudkan untuk mencegah pembelotan di antara tentara Korea Utara. Pembelotan di kawasan DMZ sendiri sangat jarang terjadi.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Syech Fadhil: Aceh Harus Bercermin pada Qatar Saat Piala Dunia

Next Post

Usai Kunker dan Bagi-bagi Bansos di DIY, Jokowi ke Tasik dan Bandung

Next Post
Usai Kunker dan Bagi-bagi Bansos di DIY, Jokowi ke Tasik dan Bandung

Usai Kunker dan Bagi-bagi Bansos di DIY, Jokowi ke Tasik dan Bandung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tim SAR Evakuasi Delapan Korban Perahu Terbalik di Aceh Besar

Tim SAR Evakuasi Delapan Korban Perahu Terbalik di Aceh Besar

16/05/2026
Akses ke Desa Terisolir di Aceh Tengah Bisa Dilalui dengan Kendaraan Roda Dua

Jembatan Bailey Buka Akses Warga di Pedalaman Aceh Tengah

16/05/2026
PDPM Abdya Brutal Kritisi Persoalan BBM untuk Petani, Dinas Pertanian Gerak Cepat

PDPM Abdya Brutal Kritisi Persoalan BBM untuk Petani, Dinas Pertanian Gerak Cepat

16/05/2026
Netanyahu: Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

Netanyahu: Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza

16/05/2026
Rusia-Ukraina Tukar Ratusan Tawanan Usai Gagal Gencatan Senjata

Rusia-Ukraina Tukar Ratusan Tawanan Usai Gagal Gencatan Senjata

16/05/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

14/05/2026

Koreografer Khairul Anwar Nilai Kualitas FLS3N Tari di Aceh Menurun

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

Zul Kande Soroti Pungutan Biaya FLS3N Aceh, Minta Dinas Pendidikan Jaga Prestasi Siswa

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com