Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Ingatkan Eskalasi Naik Usai Ledakan Mematikan di Lebanon

redaksi by redaksi
19/09/2024
in Internasional
0
AS Ingatkan Eskalasi Naik Usai Ledakan Mematikan di Lebanon

Amerika Serikat (AS) memperingatkan semua pihak terhadap eskalasi di Timur Tengah setelah ledakan mematikan terjadi di Lebanon dalam dua hari terakhir. (REUTERS/Mohamed Azakir)

Jakarta- Amerika Serikat (AS) memperingatkan semua pihak terhadap eskalasi di Timur Tengah setelah ledakan mematikan terjadi di Lebanon dalam dua hari terakhir.

“Kami masih tidak ingin melihat eskalasi dalam bentuk apa pun. Kami tidak percaya bahwa cara untuk menyelesaikan krisis ini adalah dengan operasi militer tambahan sama sekali,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby kepada wartawan, Rabu (18/9), dikutip dari AFP.

“Kami masih percaya bahwa cara terbaik untuk mencegah eskalasi, untuk mencegah munculnya front lain di Lebanon, adalah melalui diplomasi,” kata Kirby.

Ketika ditanya apakah Israel mematuhi hukum humaniter internasional terkait ledakan pada alat komunikasi pager dan walkie-talkie di Lebanon, Kirby menjawab “Seperti yang telah kami katakan sejak awal, Israel memiliki hak untuk membela diri.”

“Bagaimana mereka melakukannya penting bagi kami, dan kami tidak malu untuk melakukan percakapan semacam itu dengan Israel sebagaimana mestinya,” katanya, tanpa mengonfirmasi keterlibatan Israel.

Kirby menegaskan AS tak terlibat dalam insiden ledakan yang menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya di berbagai wilayah Lebanon.

“Kami tidak terlibat dalam insiden kemarin atau hari ini dengan cara apa pun,” ujarnya.

Iran kutuk rezim Zionis

Sementara itu Iran mengecam ledakan mematikan di Lebanon. Iran juga menawarkan bantuan untuk merawat ribuan orang yang terluka, ratusan di antaranya dalam kondisi kritis.

“Terorisme rezim Zionis menimbulkan kebencian dan rasa jijik. Iran mengutuk keras ledakan perangkat komunikasi kemarin dan ledakan walkie-talkie hari ini, yang mengakibatkan kematian dan cedera ratusan warga sipil Lebanon,” kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani, dikutip dari Al Jazeera.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan: “Insiden di Lebanon menunjukkan sekali lagi bahwa negara-negara Barat dan Amerika Serikat -meskipun mengklaim mengupayakan gencatan senjata-, sepenuhnya mendukung kejahatan, pembantaian, dan terorisme membabi buta yang dilakukan rezim Zionis dalam praktiknya.”

Menteri Kesehatan Iran Mohammadreza Zafarqandi mengatakan tim dokter mata dan perawat Iran dikirim ke Lebanon, dan warga Lebanon yang terluka akan dipindahkan ke rumah sakit di Teheran.

PBB minta tahan diri

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak semua pihak terkait mencegah eskalasi perang meningkat menyusul ledakan perangkat komunikasi milik Hizbullah dan menewaskan serta melukai warga di Lebanon.

“Sekretaris jenderal mendesak semua pihak terkait untuk menahan diri maksimum guna mencegah eskalasi lebih lanjut,” kata juru bicaranya, Stephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan.

Dujarric juga mendesak para pihak “untuk berkomitmen kembali pada implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan 1701”, yang merujuk pada resolusi yang mengakhiri perang 2006 antara Hizbullah dan Israel.

Dewan Keamanan PBB akan bertemu membahas gelombang ledakan mematikan di Lebanon yang menargetkan perangkat yang digunakan oleh Hizbullah, Jumat (20/9).

Kepala HAM PBB Volker Turk mengutuk ledakan pager di Lebanon pada Selasa lalu. Turk menyebut serangan itu sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional dan menyerukan “investigasi yang independen, menyeluruh, dan transparan.”

“Penargetan serentak terhadap ribuan orang, baik warga sipil atau anggota kelompok bersenjata, tanpa mengetahui siapa yang memiliki perangkat yang menjadi target, lokasi mereka, dan lingkungan sekitar mereka pada saat serangan, melanggar hukum hak asasi manusia internasional dan, sejauh berlaku, hukum humaniter internasional,” kata Turk dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Turk mengatakan bahwa siapa pun yang memerintahkan dan melakukan serangan itu “harus dimintai pertanggungjawaban.”

Ledakan mematikan sejumlah alat komunikasi milik Hizbullah seperti pager dan walkie talkie terjadi di sejumlah wilayah Lebanon dalam dua hari terakhit.

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (17/9), ribuan pager meledak dan menewaskan 12 orang serta melukai ribuan warga lainnya. Beberapa korban tewas merupakan anak-anak.

Selang sehari ledakan kembali terjadi di beberapa wilayah Lebanon. Kali perangkat komunikasi walkie talkie milik Hizbullah yang meledak. Insiden ini menewaskan 20 orang dan 450 orang lainnya luka-luka.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Syech Fadhil Fasilitasi Ambulance untuk Pemulangan Jenazah Balita ke Pidie Jaya

Next Post

Saudi Tolak Hubungan Diplomatik dengan Israel sampai Palestina Merdeka

Next Post
Saudi Tolak Hubungan Diplomatik dengan Israel sampai Palestina Merdeka

Saudi Tolak Hubungan Diplomatik dengan Israel sampai Palestina Merdeka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pang Kade: Jangan Hanya Jadi Pewaris Sejarah, Kader Japakeh Harus Jadi Penentu Masa Depan Aceh

Pang Kade: Jangan Hanya Jadi Pewaris Sejarah, Kader Japakeh Harus Jadi Penentu Masa Depan Aceh

16/09/2026
Krak, Syech Fadhil Raih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

Krak, Syech Fadhil Raih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

16/09/2026
Senator Azhari Cage Kembali Gelar Sos 4 Pilar di Dewantara

Senator Azhari Cage Kembali Gelar Sos 4 Pilar di Dewantara

16/09/2026
Jalan Nasional Alue Mangota Blangpidie Terendam Banjir, Masyarakat di Imbau Waspada

Jalan Nasional Alue Mangota Blangpidie Terendam Banjir, Masyarakat di Imbau Waspada

16/09/2026
Untuk Mencapai Pelayanan Prima, Kasi Asuhan Keperawatan dan Kebidanan RSUD-TP Bekali Petugas Baru

Untuk Mencapai Pelayanan Prima, Kasi Asuhan Keperawatan dan Kebidanan RSUD-TP Bekali Petugas Baru

16/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

AS Ingatkan Eskalasi Naik Usai Ledakan Mematikan di Lebanon

Jalan Nasional Alue Mangota Blangpidie Terendam Banjir, Masyarakat di Imbau Waspada

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com