Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

BMKG: Waspada Angin Kencang di Aceh pada Transisi ke Musim Hujan

redaksi by redaksi
19/09/2024
in Nanggroe
0
BMKG: Waspada Angin Kencang di Aceh pada Transisi ke Musim Hujan

Kondisi angin di arena perlombaan cabang olahraga selam laut PON XXI Aceh-Sumatera Utara di Kota Sabang, Aceh, Rabu (18/9/2024). (ANTARA/Khalis Surry)

Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut saat ini wilayah Aceh berada pada masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan, sehingga warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Di masa transisi ini kami mencatat potensi angin kencang di wilayah Aceh cukup dominan, terutama Banda Aceh, Aceh Besar, pesisir barat selatan, kemudian juga di wilayah tengah. Secara sporadis bisa sewaktu-waktu terjadi di wilayah utara dan timur,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh Nasrol Adil di Aceh Besar, Rabu.

Saat ini berdasarkan pantauan BMKG ada gelombang ekuatorial Rossby di Sumatera bagian utara, belokan angin (shearline), serta daerah korvengensi di Provinsi Aceh. Selain itu anomali suhu muka laut yang hangat di perairan utara dan barat Aceh juga dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air.

Beberapa kondisi tersebut dapat berpotensi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh. “Kondisi angin kencang potensinya terjadi pada saat siang hingga menjelang malam. Kecepatan angin mencapai 20 hingga 30 knot,” kata Nasrol.

Ia menambahkan masa transisi ini memang terjadi di Aceh pada September.

Kondisi cuaca ekstrem di daerah Tanah Rencong saat ini diperkirakan bertahan dalam beberapa hari ke depan, bahkan berpotensi hingga akhir September untuk beberapa daerah.

“Nanti (angin kencang) akan melandai periode Oktober-November, tetapi jumlah curah hujan akan meningkat,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap pohon, tiang, baliho, yang tumbang akibat volume hujan tinggi dan angin kencang.

“Penggunaan tenda untuk PON juga harus diperhatikan, kekuatan dari tiang-tiangnya dan juga pasaknya agar kuat. Mohon diperhatikan bangunan sudah lapuk serta rentan dan juga jaringan listrik,” ujarnya.

Sumber: antara

Previous Post

Kalahkan Kalsel 2-1, Aceh Rebut Medali Perunggu

Next Post

Syech Fadhil Fasilitasi Ambulance untuk Pemulangan Jenazah Balita ke Pidie Jaya

Next Post
Syech Fadhil Fasilitasi Ambulance untuk Pemulangan Jenazah Balita ke Pidie Jaya

Syech Fadhil Fasilitasi Ambulance untuk Pemulangan Jenazah Balita ke Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026
Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

Terbukti Tilep Rp1,1 Miliar, Eks Bendahara DPMG-PKB Bireuen Divonis 6 Tahun Penjara

08/06/2026
Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

08/06/2026
Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

Jendela Masjid Al-Muttaqin Bener Meriah Rusak Usai Gempa 4,2 Magnitudo

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

BMKG: Waspada Angin Kencang di Aceh pada Transisi ke Musim Hujan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com