Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Tiga SMP di Banda Aceh Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2024

redaksi by redaksi
03/10/2024
in Nanggroe
0
Tiga SMP di Banda Aceh Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2024

Banda Aceh – Sebanyak tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banda Aceh, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 17 dan SMP Negeri 19, berhasil meraih penghargaan bergengsi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2024.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas upaya sekolah-sekolah tersebut dalam menerapkan program peduli lingkungan hidup.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar kepada kepala sekolah masing-masing, yaitu Rima Afriani SPd MPd (SMPN 1), Qadarusmi SSi MPd (SMPN 17) dan Sukmawati SPd MPd (SMPN 19) di Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu (2/10/2024).

Saat menerima penghargaan, mereka didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh.

Penjabat (Pj) Walikota Banda Aceh Ade Surya menyampaikan apresiasi kepada ketiga sekolah tersebut atas prestasi luar biasa yang telah mereka raih.

Ade Surya berharap penghargaan ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
“Semoga Sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh tetap konsisten melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia mengatakan kedua instansi tersebut harus terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang belum ber-adiwiyata.

Harapannya, lebih banyak sekolah di Banda Aceh yang meraih penghargaan serupa, sehingga tercipta lingkungan hidup yang lestari, bersih, indah, dan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri menyampaikan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional diberikan berdasarkan penilaian terhadap empat aspek utama, yaitu: kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan hidup, kegiatan partisipatif di lingkungan sekolah, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan.

“Alhamdulillah, tahun ini SMP Negeri 1, SMP Negeri 17, dan SMP Negeri 19 berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Kami berharap prestasi ini bisa menciptakan kondisi sekolah yang nyaman, aman, sejuk, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah,” ungkap Sulaiman.

Ia juga menargetkan, di masa depan, sekolah-sekolah ini bisa meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, yaitu penghargaan yang diberikan jika sekolah mampu mempertahankan gelar selama tiga tahun berturut-turut.

Rima Afriani, Qadarusmi dan Sukmawati selaku kepala sekolah penerima penghargaan mengucapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Mereka berterima kasih kepada seluruh guru, siswa, warga sekolah, serta Disdikbud dan DLHK3 Kota Banda Aceh atas dukungan dan kerja sama yang solid selama ini.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi sekolah, tetapi juga dorongan bagi semua pihak untuk terus menjaga komitmen terhadap pelestarian lingkungan.[]

Previous Post

Isteri Pimpinan Ponpes di Aceh Barat Ditangkap, Diduga Siram Air Cabai ke Santri

Next Post

Hiu Tutul Mati Terdampar di Pantai Aceh Barat Daya

Next Post
Hiu Tutul Mati Terdampar di Pantai Aceh Barat Daya

Hiu Tutul Mati Terdampar di Pantai Aceh Barat Daya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

MaSA Dorong Percepatan Pembentukan Dewan Pemajuan Kebudayaan Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com