Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Biden Sampaikan Permintaan Maaf Bersejarah pada Penduduk Asli Amerika

redaksi by redaksi
26/10/2024
in Internasional
0
Biden Sampaikan Permintaan Maaf Bersejarah pada Penduduk Asli Amerika

Presiden AS Joe Biden. (AFP/EVAN VUCCI)

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada hari Jumat (25/10) secara resmi meminta maaf kepada penduduk asli Amerika atas apa yang ia gambarkan sebagai “salah satu bab paling mengerikan dalam sejarah Amerika.”

Ia juga meminta maaf atas sekolah asrama yang didanai pemerintah yang menyiksa anak-anak pribumi dan memaksa mereka berasimilasi selama periode 150 tahun.

“Sejujurnya, tidak ada alasan bahwa permintaan maaf ini butuh waktu 150 tahun untuk dibuat,” kata Biden di Laveen, Arizona, setelah menyerukan hening sejenak untuk mengenang mereka yang telah tiada dan generasi yang hidup dengan trauma itu, seperti dilansir CNN.

Setidaknya 18.000 anak diambil dari keluarga mereka dan dipaksa untuk bersekolah di lebih dari 400 sekolah asrama di 37 negara bagian atau wilayah yang saat itu masih menjadi wilayah kekuasaan mereka antara tahun 1819 dan 1969.

Tiga tahun lalu, Menteri Dalam Negeri Deb Haaland, penduduk asli Amerika pertama yang menjabat sebagai sekretaris Kabinet, menugaskan Inisiatif Sekolah Asrama Indian Federal untuk meninjau dampak sekolah terhadap penduduk asli Amerika.

Laporan akhir mereka, yang diterbitkan musim panas ini, menemukan setidaknya 973 anak penduduk asli Amerika meninggal saat bersekolah di sekolah asrama federal ini.

“Sebagai presiden,” kata Biden. “Saya percaya penting bagi kita untuk mengetahui bahwa ada beberapa generasi anak-anak penduduk asli yang diculik, dibawa ke tempat-tempat yang tidak mereka kenal, dengan orang-orang yang tidak pernah mereka temui, yang berbicara dalam bahasa yang belum pernah mereka dengar,”lanjutnya.

“Komunitas penduduk asli dibungkam – tawa dan permainan anak-anak mereka hilang,” ucap Biden.

“… Anak-anak dilecehkan secara emosional, fisik dan seksual, dipaksa bekerja keras, beberapa diserahkan untuk diadopsi tanpa persetujuan orang tua kandung mereka, beberapa ditinggalkan begitu saja di kuburan yang sudah mati dan tidak diberi tanda.”

“Anak-anak yang kembali ke rumah,” imbuh Biden, “Terluka secara fisik dan mental,” tuturnya.

Pidato Biden disampaikan di Sekolah Komunitas Gila Crossing di luar Phoenix. Ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi Indian Country sebagai presiden dan pertama kalinya dalam 10 tahun seorang presiden yang sedang menjabat mengunjungi tanah suku.

Presiden Barack Obama saat itu berkunjung ke Reservasi Indian Standing Rock Sioux pada tahun 2014. Biden mengakui bahwa tidak ada permintaan maaf yang dapat atau akan menebus apa yang hilang selama kegelapan kebijakan sekolah asrama federal. “Kita akhirnya bergerak maju menuju cahaya,” katanya.

Biden sempat disela selama pidatonya oleh dua pengunjuk rasa pro-Palestina. Ia menghentikan pidatonya untuk mengatakan bahwa pembunuhan orang-orang di Gaza “harus dihentikan.”

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Zelensky: Pasukan Korut Bantu Tentara Rusia Perang di Garis Depan

Next Post

Seminar Get Ready for Australia Bersama Aceh Australian Alumni di Fatih Bilingual School

Next Post
Seminar Get Ready for Australia Bersama Aceh Australian Alumni di Fatih Bilingual School

Seminar Get Ready for Australia Bersama Aceh Australian Alumni di Fatih Bilingual School

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Yudisium 72 Sarjana, 45 Lulus Cum Laude

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Yudisium 72 Sarjana, 45 Lulus Cum Laude

16/09/2026
STAIN Meulaboh Gelar Seminar Internasional Islam di Asia Tenggara

STAIN Meulaboh Gelar Seminar Internasional Islam di Asia Tenggara

16/09/2026
IMAS Sorot Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Manggamat Aceh Selatan

IMAS Sorot Aktivitas Tambang Tanpa Izin di Manggamat Aceh Selatan

16/09/2026
Lima Komoditas Ini Berpotensi Picu Inflasi di Aceh

Lima Komoditas Ini Berpotensi Picu Inflasi di Aceh

16/09/2026
Krak, 8.074 Hektare Sawah di Aceh Timur Dipulihkan

Krak, 8.074 Hektare Sawah di Aceh Timur Dipulihkan

16/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Biden Sampaikan Permintaan Maaf Bersejarah pada Penduduk Asli Amerika

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Puluhan Pemuda Pidie Jaya Digembleng Jadi Kader Penggerak, Targetkan Calon Pemimpin Masa Depan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com