Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Menekraf Luncurkan Program Kreasi di Dayah Mudi Mesra Bireuen

redaksi by redaksi
17/11/2024
in Nanggroe
0
Menekraf Luncurkan Program Kreasi di Dayah Mudi Mesra Bireuen

Menekraf Teuku Riefky Harsya (lima dari kanan) berfoto bersama dengan Pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga, Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG (empat dari kanan) usai meluncurkan program Kreasi, di Bireuen, Aceh, Sabtu (16/11/2024). ANTARA/Rahmat Fajri.

Banda Aceh – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya resmi meluncurkan program “Kreatif Santri Indonesia” (Kreasi) di dayah (pesantren) Mudi Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kami meluncurkan program Kreasi. Dengan tema Santri Kreatif, Indonesia Maju,” kata Teuku Riefky Harsya, di Bireuen, Sabtu.

Peluncuran program Kreasi ini turut dihadiri langsung pimpinan dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau yang lebih dikenal Abu Mudi.

Dalam kesempatan itu, para santri yang sudah mendapatkan pembekalan turut menampilkan lima konten video hasil kreativitas mereka, di antaranya tentang pemberantasan judi online (daring), kopi gayo Aceh, UMKM pondok pesantren, pesantren sebagai pencetak tokoh bangsa, toleransi umat beragama.

Riefky mengatakan, program Kreasi tersebut sebagai salah satu upaya untuk mendorong para santri lebih berperan dalam perkembangan inovatif dan berkontribusi positif terhadap Indonesia.

Kemudian, Kreasi itu juga dimaksudkan untuk menggali potensi santri yang berkarakter dan berintegritas dalam menghasilkan karya, memberdayakan potensi yang mampu bersaing di industri kreatif dan digital.

Lalu, juga memfasilitasi santri progresif yang mampu menghasilkan konten kreatif dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Dengan begitu, akhirnya santri mampu berkontribusi sebagai penggerak bangkitnya ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya.

Ia menuturkan, selain dikenal memiliki tradisi keilmuan yang kuat, santri di Indonesia juga tidak kalah dalam pengembangan kreativitas dan Inovasi.

Bahkan, kata dia, beberapa pesantren kini mulai mengintegrasikan pendidikan umum dengan bidang kreativitas lainnya, termasuk keterampilan teknologi, seni, dan kewirausahaan, tak terkecuali para santri di tanah rencong.

Ia menyampaikan, kalangan santri memiliki potensi yang tidak terbatas dalam perjuangan dakwah, apalagi jika mampu dikombinasikan dengan perkembangan dunia digital.

Dirinya mengakui bahwa banyak santri yang mulai menguasai teknologi digital, seperti pembuatan aplikasi, desain grafis, coding, bahkan menjadi konten kreator lokal yang bisa mempromosikan produk lokal ke ranah nasional, bahkan internasional.

Kondisi ini, membuka peluang bagi santri agar dapat lebih sukses berwirausaha, mulai dari bisnis online hingga industri kreatif. Apalagi, dengan semangat mandiri dan pengabdian kepada masyarakat yang diajarkan di pesantren.

“Santri bisa menciptakan peluang usaha yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial hingga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal sampai ke pasar ekspor,” katanya.

Dirinya mengatakan, kegiatan Kreasi di pesantren Mudi Mesra hari ini diisi dengan pelatihan voice over (suara latar). Program itu untuk menggali potensi para santri mengembangkan diri dalam bidang suara, komunikasi, dan kreativitas.

Dalam kegiatan ini, para santri mendapatkan bantuan mentor dari Voice Institute Indonesia. Lembaga pelatihan yang berdedikasi untuk pengembangan keahlian voice over di Nusantara.

“Program ini dirancang untuk memperkenalkan santri pada peluang karir di bidang suara dan meningkatkan kepercayaan diri melalui keterampilan komunikasi kreatif,” ujarnya.

Ia menegaskan, para santri harus didorong untuk terus berpartisipasi dalam ekonomi kreatif, khususnya sebagai kreator konten positif yang mampu berdampak dan membawa perubahan di tengah masyarakat.

Hal ini, selaras dengan misi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam peningkatan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif.

“Insya Allah program ini dapat menjadi penggerak bagi santri untuk tampil lebih percaya diri dan kreatif, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam membangun bangsa. Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” demikian Teuku Riefky Harsya.

Sumber: antara

Previous Post

10 Daerah di Aceh Sudah Tuntaskan Pencairan Dana Desa 2024

Next Post

Puluhan Ribu Kaum Perempuan dan Anak-anak Keumalahayati Ikuti Fun Walk di Tengah Kota Blangpidie

Next Post
Puluhan Ribu Kaum Perempuan dan Anak-anak Keumalahayati Ikuti Fun Walk di Tengah Kota Blangpidie

Puluhan Ribu Kaum Perempuan dan Anak-anak Keumalahayati Ikuti Fun Walk di Tengah Kota Blangpidie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

11/08/2026
Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

11/08/2026
Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

Didukung 21 DPC, Sayuti Abubakar Resmi Maju Rebut Kursi Ketua Demokrat Aceh

11/08/2026
Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

Air Mata Haru Jatuh Tak Terbendung: Barlian dan Salami Siap Tempati Rumah Layak Huni

11/08/2026
Krak, Polda Aceh Tangkap Keuchik Tersangka Peredaran Narkoba 50.000 Butir Pil Ekstasi

Polda Aceh Buru Pemasok Pil Etomidate ‘Zombie’ di Bireueen

11/08/2026

Terpopuler

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

Ohku, Pertambangan Emas Di Tangse Digerebek, Operator Jadi Tersangka: Siapa Dibalik Alat Berat?

10/08/2026

Menekraf Luncurkan Program Kreasi di Dayah Mudi Mesra Bireuen

Di Balik Semarak HUT RI ke-81 Pidie Jaya, Ada Anggaran Rp905 Juta

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

YEL Semarakkan Kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional dan Orangutan Sedunia di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com