Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

UNICEF dan Kemenag Bireuen Sinergi untuk Optimalkan Kesehatan Ibu dan Anak

redaksi by redaksi
18/01/2025
in Lintas Timur
0
UNICEF dan Kemenag Bireuen Sinergi untuk Optimalkan Kesehatan Ibu dan Anak

Kasi Bimas Islam Iskandar, S. HI membuka kegiatan penguatan kapasitas penyuluh agama

BIREUEN – Dalam upaya mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak, UNICEF Aceh bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh dan Penghulu melalui Pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Jum’at, 17 Januari 2025.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari penyuluh agama dan penghulu Kementerian Agama Kabupaten Bireuen.

Meskipun fokus utama pelatihan ini adalah penguatan kapasitas penyuluh agama, keikutsertaan penghulu dalam kegiatan ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Sebagai pihak yang berperan aktif dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat, penghulu diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan yang berbasis agama dan budaya.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Iskandar S HI didampingi oleh Ketua Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA), Nurjannah Husein, dan Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bireuen, Drs Muzakir. Dalam sambutannya, Iskandar S HI menegaskan pentingnya sinergi antara penyuluh agama dan penghulu dalam mendukung pembangunan masyarakat yang sehat, baik secara fisik maupun spiritual.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan menyampaikan pesan-pesan kesehatan ibu dan anak secara efektif, empatik, dan berbasis budaya. Materi pertama yang disampaikan adalah Pengenalan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) oleh fasilitator Agus Agandi. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami teknik-teknik komunikasi interpersonal yang dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kepada masyarakat. Pendekatan ini menekankan pentingnya empati, pemahaman konteks budaya, dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi komunikasi.

Materi berikutnya tentang Nutrisi Ibu Hamil, Bayi/Balita, serta Imunisasi dibawakan oleh narasumber dari Dinkes Kabupaten Bireuen, Fitri. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang selama masa kehamilan dan periode awal kehidupan anak. Nutrisi yang baik tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal anak. Narasumber juga menjelaskan pentingnya imunisasi untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

Selanjutnya, peserta juga dibekali materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) & Pelibatan Ayah dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga. Sesi ini menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan keluarga secara menyeluruh. Selain itu, peran ayah juga ditekankan sebagai elemen penting dalam mendukung kesehatan keluarga, baik melalui partisipasi aktif dalam pengasuhan anak maupun dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan keluarga.

Kegiatan diakhiri dengan sesi Rencana Tindak Lanjut yang dipandu oleh fasilitator YDUA dan UNICEF. Sesi ini dirancang untuk membantu peserta menyusun strategi implementasi hasil pelatihan di masyarakat.

Syahrati, sebagai fasilitator, menyampaikan bahwa pelatihan ini berjalan dengan lancar dan peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. “Pelatihan ini merupakan kesempatan yang baik bagi penyuluh agama dan penghulu untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pentingnya komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat. Melalui pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP), peserta diajak untuk lebih memahami teknik komunikasi yang berbasis empati dan konteks budaya, yang sangat relevan dengan masyarakat di Kabupaten Bireuen. Saya berharap, hasil dari pelatihan ini dapat langsung diterapkan oleh peserta untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.”

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan penyuluh agama dan penghulu di Kabupaten Bireuen dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Aceh. [ ]

Previous Post

Persiapan Seleksi Tahap II Kafilah MTQ Aceh Besar Dinyatakan Rampung

Next Post

Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Aceh

Next Post
Gelombang Tinggi 2,5 Meter Berpotensi Melanda Perairan Aceh dan Sumut

Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Polda Aceh Terbitkan DPO Tersangka Pelecehan Seksual

Polda Aceh Terbitkan DPO Tersangka Pelecehan Seksual

12/06/2026
Salurkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp1 Miliar Lebih, Dr. Safaruddin Minta Ahli Waris Untuk Pendidikan Anak

Salurkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp1 Miliar Lebih, Dr. Safaruddin Minta Ahli Waris Untuk Pendidikan Anak

12/06/2026
Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman

Mualem dan SKK Migas Sepakati Revisi PoD Blok Andaman

12/06/2026
Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

12/06/2026
Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah

Parlemen Iran: Trump Punya 2 Pilihan, Harus Menyerah atau Menyerah

12/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com