Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Barat Jajaki Pengembangan Produksi Minyak Atsiri dengan USK Aceh

redaksi by redaksi
08/03/2025
in Ekonomi
0
Aceh Barat Jajaki Pengembangan Produksi Minyak Atsiri dengan USK Aceh

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP didampingi Wakil Bupati Said Fadheil berdiskusi dengan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Marwan dan jajaran, terkait rencana kerjasama dalam bidang pengembangan ekonomi, pendidikan dan kesehatan, Jumat (7/3/2025). ANTARA/HO-Dok. Pemkab Aceh Barat.

Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menjajaki peluang kerja sama pengembangan produksi minyak atsiri (Nilam Aceh) dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh sebagai salah satu produk unggulan UMKM Aceh Barat.

“Target kita, nantinya minyak Nilam Aceh ini memiliki kualitas ekspor dan bisa ekspor sendiri ke luar negeri,” kata Bupati Aceh Barat, Tarmizi didampingi Wakil Bupati Said Fadheil di Banda Aceh, Jumat.

Hal ini ia sampaikan seusai menggelar pertemuan bersama Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Marwan bersama sejumlah pejabat Pemkab Aceh Barat Ruang Balai senat USK.

Seperti diketahui produksi minyak atsiri (Nilam Aceh) oleh pekebun di daerah setempat saat ini mencapai 22,82 ton per tahun, dengan jumlah produksi sebanyak 195 kilogram per hektare (Ha).

Saat ini, luas lahan tanaman Nilam Aceh di Kabupaten Aceh Barat tercatat seluas 279 hektare (Ha), dengan luas lahan yang sudah menghasilkan produksi minyak atsiri seluas 117 hektare.

Sedangkan luas tanaman belum menghasilkan di Kabupaten Aceh Barat mencapai sekitar 162 hektare.

Minyak atsiri atau minyak esensial merupakan senyawa yang diekstrak dari bagian tumbuhan dan diperoleh melalui proses penyulingan. Bagian tumbuhan yang diekstrak dapat berupa kelopak bunga, daun, kulit kayu, biji, hingga akar.

Bupati Tarmizi mengatakan, penjajakan kerja sama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh tersebut, sebagai upaya pemerintah daerah mengoptimalkan produksi minyak atsiri yang di mulai dari hulu hingga hilir.

Artinya, kata dia, selain mampu memproduksi minyak dalam jumlah banyak dan berkuli atas ekspor, nantinya para petani nilam di Aceh Barat mampu memproduksi berbagai produk turunan dari tanaman tersebut.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan jika program ini berhasil, kita akan gandeng investor,” kata Tarmizi.

Sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) USK Aceh Barat, Tarmizi, juga meminta USK memberikan perhatian lebih kepada Aceh Barat.

Menurutnya, jika kerja sama ini berhasil, hal tersebut juga akan menjadi kebanggaan bagi USK sebagai institusi pendidikan yang berperan dalam pembangunan daerah.

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof Marwan, mengatakan, pihaknya siap mendukung Aceh Barat dalam pengembangan sektor pertanian dan riset di Atsiri Research Center.

“ARC menjadi fokus, termasuk hilirisasi produk unggulan daerah seperti nilam,” katanya.

Prof Marwan juga berharap nantinya Presiden RI Prabowo Subianto bisa melihat langsung potensi hilirisasi produk di Aceh Barat.

“Dengan pendekatan inklusif berbasis gerakan rakyat, kita bisa menciptakan inovasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan membawa Aceh Barat ke level nasional, bahkan global,” jelasnya.

Marwan mengatakan silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama strategis antara Pemkab Aceh Barat dan USK dalam membangun daerah secara berkelanjutan, tutupnya.

Sumber: antara

Previous Post

Ditsamapta Polda Aceh Bagikan Paket Kebutuhan Pokok kepada Lansia

Next Post

SAR Banda Aceh Evakuasi ABK Kapal Tangker Berbendera Jepang yang Sakit

Next Post
SAR Banda Aceh Evakuasi ABK Kapal Tangker Berbendera Jepang yang Sakit

SAR Banda Aceh Evakuasi ABK Kapal Tangker Berbendera Jepang yang Sakit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemerintah Abdya Apresiasi Pimpinan dan Anggota DPRK atas Persetujuan bersama Rancangan Qanun Perubahan APBK TA 2026

Pemerintah Abdya Apresiasi Pimpinan dan Anggota DPRK atas Persetujuan bersama Rancangan Qanun Perubahan APBK TA 2026

07/09/2026
Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

07/09/2026
Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

07/09/2026
SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

07/09/2026
Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

07/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Aceh Barat Jajaki Pengembangan Produksi Minyak Atsiri dengan USK Aceh

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com