Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Profesor India Ditangkap Gegara Kritik Operasi Militer Sindoor

redaksi by redaksi
20/05/2025
in Internasional
0
MUI Usul Masa Tinggal Jemaah Haji Cukup 20 Hari: Biaya Berkurang

Ilustrasi

Jakarta – Seorang profesor di universitas swasta terkemuka India ditangkap oleh pihak berwenang, gara-gara unggahannya di media sosial terkait Operasi Militer Sindoor yang dilakukan militer negaranya di Pakistan.

Kepala Departemen Ilmu Politik di Universitas Ashoka, Ali Khan Mahmubadab, ditangkap oleh polisi negara bagian Haryana menyusul pengaduan dari Komisi Perempuan Negara Bagian Haryana.

Dilansir dari Independent, Mahmudabad ditangkap beberapa hari setelah India melancarkan “Operasi Sindoor”, yakni operasi militer yang menargetkan sembilan kamp teroris di Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan.

Dalam unggahan itu, salah satu hal yang diangkat Mahmudabad adalah soal alasan perwira militer wanita Muslim, yang memberikan pengarahan mengenai Operasi Sindoor.

Meski mengakui pentingnya perwira perempuan yang memimpin pengarahan militer, namun Mahmudabad mengatakan pandangan seperti itu akan menjadi “kemunafikan” jika tak disertai reformasi struktural untuk meningkatkan status perempuan di seluruh jajaran militer maupun lembaga publik lainnya.

Dalam unggahan lainnya, Mahmudabad memuji strategi militer India namun mengkritik retorika perang.

Sebelum ditangkap, profesor itu mengatakan unggahan tersebut telah “disalahartikan” dan “disalahpahami”. Menurutnya tindakan penangkapan terhadapnya adalah bentuk baru penyensoran dan pelecehan, “yang mengada-adakan masalah yang sebenarnya tidak ada”.

Dia mengeklaim telah menjalankan hak fundamentalnya atas kebebasan berpikir dan berbicara untuk memajukan perdamaian, serta memuji Angkatan Bersenjata India atas tindakan tegas mereka.

“Jika ada yang perlu digarisbawahi, seluruh komentar saya adalah tentang menjaga keselamatan nyawa warga negara dan tentara. Tidak ada sedikit pun unsur misigonis dalam komentar saya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dirilis setelah dia menerima panggilan dari Komisi Perempuan Negara Bagian Haryana. Komisi itu menafsirkan pernyataan Mahmudabad sebagai tindakan yang merendahkan martabat perwira perempuan dan menjelek-jelekkan tindakan militer nasional.

Surat terbuka yang ditandatangani oleh 1.200 orang, termasuk akademisi, profesor, universitas, dan pegawai negeri, menyatakan dukungan terhadap profesor tersebut dan menuntut permintaan maaf dari komisi karena “dengan sengaja dan jahat memfitnahnya”.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

MUI Usul Masa Tinggal Jemaah Haji Cukup 20 Hari: Biaya Berkurang

Next Post

Stasiun Tebet Tetap Ramai Ojol di Hari Demo Besar-besaran 20 Mei

Next Post
Stasiun Tebet Tetap Ramai Ojol di Hari Demo Besar-besaran 20 Mei

Stasiun Tebet Tetap Ramai Ojol di Hari Demo Besar-besaran 20 Mei

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kapolres Pidie Jaya Buka Ruang Kritik, Gandeng Pers Kawal Transparansi dan Kepercayaan Publik

Kapolres Pidie Jaya Buka Ruang Kritik, Gandeng Pers Kawal Transparansi dan Kepercayaan Publik

30/07/2026
Indeks Potensi Terorisme Indonesia Menurun, Ketua FKPT Aceh Tekankan Tiga Strategi Pencegahan

Indeks Potensi Terorisme Indonesia Menurun, Ketua FKPT Aceh Tekankan Tiga Strategi Pencegahan

30/07/2026
Jembatan Pelang dan Titi Merah Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Jembatan Pelang dan Titi Merah Ditargetkan Rampung Akhir 2026

30/07/2026
Mahasiswa UTU Raih Tiga Prestasi di PEKSIMIDA Aceh 2026

Mahasiswa UTU Raih Tiga Prestasi di PEKSIMIDA Aceh 2026

30/07/2026
Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

30/07/2026

Terpopuler

MUI Usul Masa Tinggal Jemaah Haji Cukup 20 Hari: Biaya Berkurang

Profesor India Ditangkap Gegara Kritik Operasi Militer Sindoor

20/05/2025

Pidie Jaya Bangun Kekuatan Logistik Desa, Armada Fuso Disiapkan Jadi Motor Baru Ekonomi Koperasi

Dari Mimbar Aksi ke Kursi Terdakwa: Dua Mahasiswa Unigha Dituntut 2 Bulan Penjara

Putra Pidie Irwansyah Dipromosikan Jadi Koordinator pada JAM Pidum Kejaksaan Agung

Azhari Cage Gunakan Dana Pribadi Rp10 Juta, Bantu Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dari Bekasi ke Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com