Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Raja Inggris Ini Divonis Gangguan Mental, Bagaimana Nasibnya?

redaksi by redaksi
31/05/2025
in Sejarah
0
Prancis Bakal Larang Merokok di Area Publik Terbuka

Lukisan sosok Raja Inggris George III. (AFP/CARL COURT)

Jakarta – Inggris pernah diperintah oleh raja yang mengidap gangguan mental. Ia adalah Raja George III.
Raja George III dikenal sebagai ‘Raja Gila’ dalam buku-buku sejarah anak. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejarawan mulai melepaskan julukan ‘gila’-nya dan mulai menggambarkan sang Raja sebagai sosok yang mengidap porfiria.

Porfiria adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan zat kimia alami yang disebut porfirin dalam tubuh. Porfirin dibutuhkan untuk membuat heme, bagian dari hemoglobin atau protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke organ dan jaringan tubuh.

Orang yang mengidap porfiria biasanya mengalami sejumlah gejala seperti rasa sakit dan nyeri serta urine berwarna biru.

Kendati begitu, sebuah riset baru dari University of London menyimpulkan bahwa Raja George III memang benar menderita penyakit mental.

Dr Peter Garrard dan Dr Vassiliki Rentoumi telah menganalisis penggunaan bahasa Raja George III dalam tulisan-tulisan tangannya selama ini. Mereka menemukan bahwa selama sang Raja sakit, ia menulis kalimat-kalimat yang lebih panjang dibandingkan saat ia sehat.

Satu kalimat yang ditulis Raja George III berisi 400 kata dengan delapan kata kerja. Ketika sakit, ia akan mengulang-ulang namanya dan pada waktu yang sama, menggunakan diksi-diksi yang lebih kompleks, kreatif, serta berwarna.

Ini adalah tanda dari pasien yang mengalami fase mania penyakit kejiwaan gangguan bipolar.

Dilansir dari BBC, fase mania adalah saat penderita bipolar merasakan lonjakan energi yang tinggi serta euforia berlebih. Pada fase ini, penderita bipolar mengalami peningkatan ide dan bicara dengan sangat cepat.

Dugaan bahwa Raja George III pernah berada di fase ini sejalan dengan gambaran para saksi mengenai penyakitnya.

Mereka mengatakan sang Raja “banyak bicara” sampai-sampai mulutnya berbusa. Kadang kala, Raja George III bahkan mengalami kejang sehingga para pelayannya harus menindihnya agar ia tak celaka.

Para peneliti juga meragukan penilaian soal Raja yang mengalami porfiria, terutama mengenai urine biru. Rekam medis Raja George III mencatat bahwa sang Raja menerima obat yang terbuat dari gentian.

Tanaman ini memiliki warna biru gelap dan sering digunakan sebagai tonik ringan. Mereka yang mengonsumsi tanaman gentian akan menghasilkan urine berwarna biru.

Jadi, sepertinya bukan “kegilaan” Raja George III yang menyebabkan air seninya berwarna biru, melainkan obat-obatannya.

Penelitian baru lainnya, yang ditulis oleh Timothy Peters dari University of Birmingham, juga mengungkapkan bahwa Raja George III terbukti mengalami fase mania dari gangguan bipolar berdasarkan sumber medis, kriteria diagnosis yang diterima secara internasional, serta program diagnostik berbasis komputer Operational Criteria Checklist for Psychotic Illness (OPCRIT).

OPCRIT mengonfirmasi bahwa kesehatan mental Raja George ada di fase mania akut, yang merupakan gangguan bipolar tipe I.

Dilansir dari Historic Royal Palace, penyakit mental Raja George III ini telah mengakibatkan hubungannya dengan keluarga kerajaan merenggang.

Ia pernah dilaporkan melakukan kekerasan terhadap Ratu Charlotte, bahkan membanting putranya, Pangeran Wales, ke lantai.

Penyakit mental Raja George III sendiri mulai terlihat pada tahun 1788. Sebelum itu, tak ada dokumentasi mengenai penyakit sang Raja.

Penyakit itu semakin parah ketika putri tercintanya, Putri Amelia, meninggal dunia pada 1810. Setelah itu, ia terus mengalami masalah mental hingga meninggal dalam isolasi di Kastil Windsor 10 tahun kemudian.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Prancis Bakal Larang Merokok di Area Publik Terbuka

Next Post

Sekda: 14 Tewas di Longsor Tambang Batu Cirebon, 8 Belum Ditemukan

Next Post
Prancis Bakal Larang Merokok di Area Publik Terbuka

Sekda: 14 Tewas di Longsor Tambang Batu Cirebon, 8 Belum Ditemukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Hukum Materiil Peradilan Adat di Aceh Barat

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Hukum Materiil Peradilan Adat di Aceh Barat

04/08/2026
PKB Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Istiqamatuddin

PKB Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Istiqamatuddin

04/08/2026
Kebakaran Hanguskan Kompleks Dayah di Bandar Dua

Kebakaran Hanguskan Kompleks Dayah di Bandar Dua

04/08/2026
Ancaman Narkotika, BNN Aceh Teken MoU dengan Pemerintah Abdya Bentuk BNNK

Ancaman Narkotika, BNN Aceh Teken MoU dengan Pemerintah Abdya Bentuk BNNK

04/08/2026
Fraksi Kebangkitan Pembangunan dan Demokrasi Desak Bupati Evaluasi SKPK Pijay

Fraksi Kebangkitan Pembangunan dan Demokrasi Desak Bupati Evaluasi SKPK Pijay

04/08/2026

Terpopuler

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

03/08/2026

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Raja Inggris Ini Divonis Gangguan Mental, Bagaimana Nasibnya?

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com