SIGLI – Tidak tersedianya Gerai UMKM lokal di Alfamart dan Indomaret di Pidie, dimungkinkan berdampak dengan matinya produk UMKM di kabupaten Kerupuk Mulieng.
Hal itu dikatakan Muhammad Junaidi SP, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pidie, kepada Atjehwatch.com, Selasa 17 Juni 2025.
“Kita berharap Alfamart atau Indomaret bisa menampung produk lokal UMKM masyarakat Pidie, demi produktifitas ekonomi dan hidupnya UMKM di kabupaten Pidie,” kata Muhammad Junaidi ketua KADIN Pidie.
Dalam pada itu, kepala KP2TSP kabupaten Pidie Drs, Efendi S.Sos. M.Kes, mengatakan sesuai dengan Undang-undang RI dan PP nomor 28 tahun 2025 tentang perizinan usaha itu sama seperti dengan perizinan toko-toko lainya pelayanannya, Pemodal Asing dan Pemodal Daerah.
“Dengan Metode OSS (Online Single Submission) digunakan untuk mempermudah pelayanan kepada para investor dalam hal penanaman modal di setiap daerah khususnya Kabupaten Pidie. System tersebut bertujuan untuk mempermudah birokrasi para para pelaku usaha, system ini juga merupakan integrasi pelayanan perizinan, yang menjadi kewenangan Mentri, Gubernur dan Bupati/Walikota yang dilakukan secara online,” katanya.
Dikatakan Efendi, dikarenakan resiko rendah terdata di OSS, dan syaratnya NPWP, KTP nomor HP, Imail, dan foto tempat kerja, itulah syarat izin buka usaha IMB seperti Alfamart, Indomaret atau sejenisnya.
“Kita sangat setuju UMKM Pidie dijual di setiap Alfamart dan Indomaret, tapi itu dibawah Pembinaaan di bawa disperindagkop,” ujar Efendi.
Sementara Cut Afrianidar, SH. M.Si Kadis Disperindagkop-UKM Pidie, mengatakan selama ini sudah ada produk UMKM lokal dengan kemasan bagus di gerai Alfamart dan Indomaret namun masih banyak pelaku UMKM yang belum siap dengan kemasan SNI.
“Peningkatan kapasitas UMKM, Legalitas izin usaha serta Pendampingan kualitas produk dan Promosi akan terus pemerintah lakukan demi menghidupkan deyut nadi pelaku UMKM di kabupaten Pidie,” kata Cut Afrianidar, SH. M.Si Kadis Disperindagkop-Ukm Pidie.[Mul]










