Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Mengakar di Budaya, Manis untuk Ekonomi: Gula Aren Gayo Lues Diperkuat Lewat Edukasi

redaksi by redaksi
06/07/2025
in Lintas Tengah
0
Mengakar di Budaya, Manis untuk Ekonomi: Gula Aren Gayo Lues Diperkuat Lewat Edukasi

BLANGKEJEREN – Universitas Samudra kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Aren sebagai Identitas dan Keberlanjutan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Blang Pegayon.” Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata dari dunia akademik dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis kearifan budaya dan lingkungan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2 Juni 2025 di Desa Akang Siwah, Kecamatan Blang Pegayon, Kabupaten Gayo Lues. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap budidaya pohon aren mulai menurun, seiring pergeseran ke komoditas pertanian lain yang dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi.

Akibatnya, populasi pohon aren sebagai bahan baku utama gula merah semakin berkurang, yang berpotensi melunturkan identitas Gayo Lues sebagai daerah penghasil gula aren tradisional.

Menanggapi kondisi tersebut, tim pengabdian Universitas Samudra yang diketuai oleh Dr. Nurlina bersama anggota tim: Salman, Maulana Rahman, Safuridar, Puti Andiny, dan Anisha Hardiati, menyelenggarakan serangkaian kegiatan di Desa Akang Siwah. Kegiatan ini melibatkan aparatur desa, masyarakat dari Blang Bengkik dan Kute Bukit, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Adapun agenda utama dalam program ini meliputi: diskusi kelompok terfokus (FGD) mengenai pentingnya menjaga identitas wilayah sebagai sentra gula aren, pelatihan teknik pemupukan tanaman aren, serta penanaman bibit pohon aren genjah sebagai langkah awal pelestarian bahan baku.

Salman menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pelestarian nilai budaya lokal.

“Gula aren dari Gayo Lues bukan sekadar produk konsumsi, tetapi bagian dari identitas budaya yang telah menopang perekonomian masyarakat secara turun-temurun. Komoditas lain boleh dikembangkan, tetapi kita tidak boleh mengabaikan nilai historis dan ekonomi dari gula aren,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda Gayo Lues untuk lebih aktif mengembangkan sektor gula aren, baik dalam hal budidaya, inovasi produk seperti gula semut dan gula cair, hingga pemasaran berbasis digital. Kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan sektor ini.

Menariknya, program ini juga membuka peluang sinergi antara industri gula aren dan sektor ekowisata. Lanskap pegunungan Gayo Lues yang indah dapat menjadi daya tarik wisata, dan produk gula aren bisa dikemas sebagai oleh-oleh khas yang mendukung promosi pariwisata lokal.

Dhody, Kepala Desa Akang Siwah, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Samudra. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

“Penanaman pohon aren ini juga menjadi solusi dalam mengatasi abrasi sungai yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Blang Pegayon,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Samudra berharap masyarakat dapat terus menjaga identitas lokal melalui pelestarian produk unggulan berbasis alam dan budaya, sehingga gula aren dari Gayo Lues tetap menjadi kebanggaan daerah dan mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional. []

Previous Post

Polres Pidie Jaya Sita 36,84 Gram Sabu dari Bandar

Next Post

[Opini] Mari Akhiri Konflik Ijazah Jokowi dengan Kesimpulan ‘Insya Allah Palsu’

Next Post
[Opini] Mari Akhiri Konflik Ijazah Jokowi dengan Kesimpulan ‘Insya Allah Palsu’

[Opini] Mari Akhiri Konflik Ijazah Jokowi dengan Kesimpulan 'Insya Allah Palsu'

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Seorang Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arab Saudi

Jamaah Haji Asal Aceh yang Meninggal di Tanah Suci Jadi Enam

01/06/2026
Kemenkum Aceh Rampungkan Harmonisasi Raqan Ketertiban Umum Aceh Utara

Kemenkum Aceh Rampungkan Harmonisasi Raqan Ketertiban Umum Aceh Utara

01/06/2026
Polda Selidiki Kebakaran Hutan di 5 Kabupaten di Aceh

Polda Selidiki Kebakaran Hutan di 5 Kabupaten di Aceh

01/06/2026
Gerindra Aceh Salurkan 85 Ekor Sapi Kurban

Gerindra Aceh Salurkan 85 Ekor Sapi Kurban

01/06/2026
Wali Nanggroe dan Wamenko Otto Sorot Potensi Serta Masa Depan Aceh

Wali Nanggroe dan Wamenko Otto Sorot Potensi Serta Masa Depan Aceh

01/06/2026

Terpopuler

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

31/05/2026

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Mengakar di Budaya, Manis untuk Ekonomi: Gula Aren Gayo Lues Diperkuat Lewat Edukasi

Jamaah Haji Asal Aceh yang Meninggal Dunia Jadi Empat Orang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com