MEUREUDU – Sesuai Instruksi Presiden RI nomor 8 tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan, pemerintah melalui Kementerian Sosial RI menyelenggarakan Sekolah Rakyat (SR) di kabupaten Pidie jaya.
“Di Pidie Jaya kita sedang melakukan pembangunan rehab sekolah rakyat golongan 1C dengan tiga tahap,” kata Agus Maid Kepala Dinsos-PPA Pidie jaya, Selasa 22 Juli 2025.
Dijelaskan Agusmaidi, Sekolah Rakyat merupakan implementasi langsung dari visi Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan
berkualitas yang inklusif dan berbasis asrama (boarding school).
“Menindaklanjuti surat Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Prasarana Strategis nomor Um 0201-PS/241 tanggal 8 Juli 2025, sehubungan dengan hal tersebut, kami membuka pendaftaran peserta didik baru untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat
tahap 1 (satu) c,” ujar Agus Maidi.
Adapun penerimaan peserta didik baru Sekolah Rakyat Perintis sebanyak 100 siswa di dua SLTP dan dua SLTA di Pidie Jaya.
Dinas Sosial bersama dengan SDM PKH, BPS, dan Penyelenggara Sekolah Rakyat sedang melakukan verifikasi di lapangan untuk kemudian diusulkan melalui link pendaftaran Satgas Penerimaan Peserta Didik Sekolah Rakyat
“Data di luar desil 1 dan 2 DTSEN namun layak untuk diusulkan menjadi calon siswa (exclusion error),dapat diusulkan dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM), dan atas data tersebut akan berkoordinasi dengan BPS Daerah untuk diusulkan dalam DTSEN sesuai dengan kondisi kesejahteraannya,” Jelas Agus Maidi.
“Kita akan melakukan proses seleksi terhadap data yang dikirim oleh kementrian sesuai dengan kebutuhan jumlah rombongan belajar dan jenjang pendidikan yang telah ditentukan beserta cadangan sebanyak 10% dari kebutuhan jumlah peserta didik,” katanya.
“Dinsos akan menetapankan Calon Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat, dan akan diserahkan kepada Direktorat Jaminan Sosial sebagai Satgas Rekrutmen Siswa paling lambat tanggal 11 Juli 2025, Untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik akan diinformasikan lebih lanjut dengan mempertimbangkan jadwal registrasi ulang dan pemanggilan peserta didik ke asrama.” Ujar Agus Maidi Kadinsos-PPA Pidie Jaya.[Mul]










