Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

OKI Kecam Ambisi Kolonial Netanyahu Bikin ‘Israel Raya’

redaksi by redaksi
27/08/2025
in Internasional
0
OKI Kecam Ambisi Kolonial Netanyahu Bikin ‘Israel Raya’

OKI kecam ambisi Netanyahu mau bikin Israel Raya. Foto: Getty Images via AFP/STEPHANIE KEITH

Jakarta – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam visi kolonial Perdana Menteri Benjamin Netanyahu soal “Israel Raya” dan proyek pembangunan 3.400 unit di Tepi Barat, Palestina yang membuat wilayah itu terbelah jadi dua.

Kecaman itu tertuang dalam resolusi Pertemuan Luar Biasa Menteri Luar Negeri OKI di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (25/8).

“Mengecam dan menolak dengan keras pernyataan yang tak bertanggung jawab dan arogan yang dibuat Perdana Menteri Israel mengenai apa yang disebut Visi Israel Raya,” demikian pernyataan OKI dalam resolusi itu.

“Pernyataan-pernyataan ini merupakan perpanjangan dari retorika ekstremis, hasutan, dan agresi terhadap kedaulatan negara-negara, yang melanggar hukum internasional dan Piagam PBB,” imbuh mereka.

OKI juga menyebut pernyataan semacam itu mengancam perdamaian dan keamanan regional maupun internasional.

Selain itu, mereka memandang komentar tersebut merupakan upaya Israel menghindari kewajiban internasional, terus melanggar hak-hak sah rakyat Palestina dan mencaplok wilayah di negara itu.

Pertengahan Agustus lalu, Netanyahu mengatakan tengah menjalankan misi bersejarah dan spiritual untuk memperluas wilayah yang disebut visi “Israel Raya.”

Pernyataan PM itu muncul saat wawancara dengan media Israel i24. Pewawancara Sharon Gal memperlihatkan peta dengan gambar yang disebut “Tanah yang Dijanjikan.” Dia lalu menanyakan apakah Netanyahu merasa terhubung dengan visi Israel Raya.

“Saya berada dalam misi lintas generasi. Jadi, jika Anda bertanya apakah saya merasa ini adalah misi bersejarah dan spiritual, jawabannya adalah ya,” kata Netanyahu.

Istilah Israel Raya muncul usai Perang Enam Hari pada 1967. Saat itu, Israel menduduki Yerusalem Timur, Tepi Barat, Jalur Gaza, Dataran Golan, dan Semenanjung Sinai.

Israel Raya secara luas dipahami sebagai visi ekspansionis mencakup wilayah yang jauh lebih luas. Istilah tersebut digunakan di kalangan ultra-nasionalis untuk mengeklaim sebagian negara-negara Arab itu.

Di rapat luar biasa Menlu ini, OKI juga mengecam proyek pembangunan ribuan unit rumah di wilayah yang diduduki secara ilegal oleh pasukan Israel, Tepi Barat.

Pekan lalu, pihak berwenang Israel mengesahkan proyek yang disebut E1. Pembangunan ini akan menghubungkan Yerusalem ke permukiman Maale Adumim dan membuat Tepi Barat terbelah jadi dua.

Proyek tersebut juga membuat masa depan Ibu Kota Palestina yang selama ini digaung-gaungkan mustahil tercapai.

“Mengecam keras pengesahan baru-baru ini atas 3.400 unit permukiman ilegal di wilayah yang disebut E1 Al-Quds yang diduduki dan menganggap sebagai upaya ilegal untuk mengubah lanskap geografis dan demografis Wilayah Palestina yang diduduki,” demikian pernyataan OKI.

Tindakan tersebut, lanjut mereka, merusak prospek solusi dua negara. Solusi dua negara merupakan kerangka yang disepakati komunitas internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dengan mendirikan dua negara yang saling berdampingan, saling menghormati, damai, dan mengakui kedaulatan.

Visi dan rencana keji Israel muncul saat mereka masih menggempur habis-habisan warga dan objek sipil di Palestina. Imbas serangan tersebut, lebih dari 62.000 orang di Palestina tewas dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Bupati Al-Farlaky Terima Sertifikat Apresiasi Indeks Kualitas Data ASN dari BKN

Next Post

Kemlu RI Buka Suara soal Warga NTT Tertembak Pasukan Timor Leste

Next Post
OKI Kecam Ambisi Kolonial Netanyahu Bikin ‘Israel Raya’

Kemlu RI Buka Suara soal Warga NTT Tertembak Pasukan Timor Leste

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

11/06/2026
Atap Sebuah Ruko di Kuta Cot Glie Rusak Diterjang Angin Kencang

Atap Sebuah Ruko di Kuta Cot Glie Rusak Diterjang Angin Kencang

11/06/2026
Bupati Al-Farlaky Terima Penghargaan dari KIA

Bupati Al-Farlaky Terima Penghargaan dari KIA

11/06/2026
Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

Ketua TP PKK Bantu Mesin Jahit kepada Siswi Kurang Mampu

11/06/2026
‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com