BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Wilayah Aceh mendukung aksi damai yang diselenggarakan para mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat lainnya. Mereka mengencam tindakan represif aparat sehingga terjadinya korban jiwa.
Sekretaris Bidang Kebijakan Publik PW KAMMI Aceh M. Wudda Fauzan S.IP, menyampaikan bahwa KAMMI Aceh sudah melakukan kajian yang mendalam terkait isu yang terus disuarakan oleh masyarakat.
”KAMMI Aceh melihat bahwa pemerintah, DPR sudah melanggar janji untuk mensejahterakan rakyat nya seperti tunjangan yang berlebihan serta menuntut evaluasi pengamanan oleh aparat, kata Wudda yang juga Ketua KAMMI Daerah Aceh Besar.
Kemudian Ketua PW KAMMI Aceh M. Syauqi Umardian S.Psi, menjelaskan pihaknya mengencam insiden mobil baracuda polisi, sehingga meninggal nya saudara Affan Kurniawan yang sekarang menjadi simbol demontrasi ini dan juga meminta negara menjamin kebebasan berpendapat.
”KAMMI Aceh akan terus mengawal aksi demontrasi di Aceh yang dilaksanakan oleh kawan-kawan KAMMI Daerah se Aceh serta mendukung perjuangan rakyat menyuarakan aspirasi secara damai, dan menuntut negara segera mengambil langkah bijak, adil, dan bertanggung jawab,” kata Syauqi yang juga mantan Ketua KAMMI Banda Aceh.
Terkait hal ini, KAMMI mendesak DPR RI menghapuskan tunjangan dan gaji tambahan yang berlebihan, menuntut kepolisian mengevaluasi pola pengamanan yang humanis dan tidak represif serta mengecam insiden baracuda dan mendesak pengusutan secara transparan PTDH pelaku dalam proses pidana yang tegas.
KAMMI juga meminta negara menjamin kebebasan berpendapat sesuai kontitusi serta mendesak Presiden RI mencopot Kapolri Listiyo Sigit Prabowo karna telah gagal dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Kami mendukung aksi damai KAMMI di seluruh daerah dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan dengan tidak vandalis dan anarkis,” ujarnya.










