LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, Ayahwa, kembali mendistribusikan sejumlah logistic ke titik pengungsian. Akses jalan yang terbatas dan jaringan internet yang terganggu mengakibatkan kendala yang berat yang dialami Pemkab pasca bencana.
Hal ini disampaikan Muntasir Ramli,Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Minggu 30 November 2025.
Menurutnya, bencana banjir Aceh Utara diakibatkan oleh kedangkalan sungai, cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan tinggi selama 5 hari berturut turut disertai jebolnya tebing sungai Krueng Pase di Kecamatan Samudera dan Nibong, Krueng Peutou di Lhoksukon, Krueng Langkahan serta meluap sungai Krueng Keureuto, Krueng Ajo, Krueng Nisam, Krueng Jambo Aye dan Krueng Sawang
Adapun kondisi saat ini seperti jaringan listrik dan komunikasi diwilayah Aceh Utara Blackout (Pemadaman total) baik internet maupun layanan panggilan, kondisi tersebut sangat menghambat komunikasi warga, termasuk laporan keadaan darurat, koordinasi evakuasi dan permintaan bantuan logistik.
Kemudian transportasi jalan lintas nasional berangsur membaik dan hanya tinggal berapa titi digenangi air, misalnya simpang Peurepok, Matang Kumbang Baktiya dan Singgah mata Baktiya Barat air setinggi air 30cm, hanya bisa dilalui kendaraan bak tinggi.
“Batuan Logistik sudah didistribusikan ke kantor Kecamatan di 221 titik pengungsian, bantuan masa panik dan hanya didistribusikan ke 221 titik pegungsian. Penetapan status tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir telah ditandatangani oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa) di Lhoksukon Selasa, 25/11/2025,” ujar dia.
Sedangkan update data sementara dari BPBD Aceh Utara. Ahad, 30/11/2025 Pukul.18.00 WIB seperti korban banjir terdampak 119.830 dengan jumlah Kepala Keluarga (41.135 jiwa), pengungsi 107.305 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (32.547jiwa, meninggal 78 jiwa dan hilang 51 jiwa, lokasi Pengungsian tersebar di 221 titik serta pengungsi prioritas, Ibu Hamil 71 jiwa, balita 573 jiwa, lansia 582 jiwa dan disabilitas 12 jiwa.
Jumlah Kerusakan, rumah (terendam 32.447 unit, 3.970 unit, sedang 12.685 unit dan ringan 15.890 unit, sawah terendam 12.782 hektar dan Tambak 10.653 hektar, tanggul 57 titik, jembatan 27 unit, sekolah rusak 101 unit, dan box culver ruas jalan paya Bakong – Pante Bahagia.
“Untuk kebutuhan saat ini, logistik bantuan masa panik untuk pengungsi dan warga yang masih terisolir serta kebutuhan khusus Perempuan, Anak-anak, Ibu Hamil, Balita, Lansia dan Disabilitas, transportasi air untuk menyalurkan bantuan logistik ke pengungsian dan menjangkau daerah terisolir yang masih terendam banjir, pemulihan saluran komunikasi, listrik dan air bersih, peralatan (alat berat) untuk normalisasi, serta pasokan gas elpiji untuk memasak.”
Kecamatan yang masih terisolir Langkahan, Seuneddon, Baktia, Baktia Barat, Pirak Timur, Lapang, Samudera, Tanah Pasir serta Sawang.
“Data sementara dan sewaktu-waktu akan berubah, mengingat hampir 90% Wilayah Aceh Utara terdiri dari 27 Kecamatan 852 Desa, keterlambatan pendataan akibat akses saluran komunikasi seluruh aceh utara masih blackout,” katanya lagi.










