Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

redaksi by redaksi
03/12/2025
in Kampus
0
Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

Banda Aceh — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Aceh menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Sumatera khususnya di Aceh pada tanggal 26-28 Desember 2025 dan turut terdampak pada berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan fasilitas kampus, terganggunya aktivitas akademik, serta berdampak langsung pada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, Selasa 2 Desember 2025.

Menurut data yang telah kami himpun per tanggal 2 Desember 2025, baru 24 PTS dari 71 PTS di Aceh yang berhasil melaporkan kondisi terkini PTS kepada LLDikti Wilayah XIII. Selebihnya 47 PTS lainnya belum dapat dihubungi lantaran akses jalan tertutup, sinyal komunikasi terputus, atau lokasi kampus berada di wilayah yang masih terisolir. Sejumlah daerah seperti Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meuriah, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh singkil serta Aceh Tenggara dan sebagian wilayah di pesisir masih menghadapi dampak paling berat.

Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T. selaku Kepala LLDikti Wilayah XIII menyampaikan rasa prihatin atas kondisi masyarakat Aceh khususnya dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terdampak. Ia menegaskan bahwa keselamatan civitas akademika menjadi prioritas, sembari memastikan setiap kampus dapat terus dipantau meski dalam situasi sulit.

“Kami memahami banyak kampus belum bisa melapor, bukan karena tidak mau, tetapi karena akses komunikasi dan transportasi benar-benar terganggu,” ujarnya.

Di sisi lain, meskipun Banda Aceh dan Aceh Besar tidak mengalami dampak banjir separah wilayah lainnya, kedua daerah ini tetap merasakan imbas krisis yang muncul akibat bencana di wilayah hulu. Kelangkaan BBM, tabung gas elpiji, dan bahan pangan mulai dirasakan masyarakat karena distribusi logistik tersendat.

Situasi ini diperparah oleh padamnya listrik secara luas, menyusul robohnya tower transmisi 150 kV di jalur Arun–Bireuen yang diterjang banjir bandang. Akibatnya, suplai listrik ke beberapa kabupaten lumpuh dan aktivitas harian masyarakat terganggu, termasuk proses belajar mengajar di kampus.

Melihat dampak yang begitu besar dan berulang setiap tahun, Kepala LLDikti Wilayah XIII menyebut bahwa bencana ini menjadi pengingat penting bagi dunia kampus untuk lebih siap. Ia mendorong agar PTS di Aceh mulai memasukkan mata kuliah mitigasi bencana ke dalam kurikulum.

“Mahasiswa kita perlu dibekali pemahaman tentang mitigasi dan manajemen bencana. Ini bukan hanya teori, tapi kemampuan yang benar-benar dibutuhkan di daerah seperti Aceh yang rawan bencana. Dengan begitu, lulusan kita lebih sigap, peduli, dan mampu membantu masyarakat ketika bencana terjadi,” ungkap Rizal Munadi.

LLDikti Wilayah XIII juga mengimbau PTS yang belum bisa melapor agar menyampaikan perkembangan segera setelah akses memungkinkan. Setiap data yang masuk sangat penting untuk pemetaan kebutuhan bantuan dan pendampingan, baik untuk fasilitas kampus maupun kebutuhan mahasiswa yang terdampak. Dengan adanya musibah banjir ini, banyak PTS yang menunda kegiatan akademik nya selama 1 minggu sampai dengan 2 minggu kedepan. Tergantung berat atau tidaknya kerusakan infrastruktur yang terjadi di kampus.

Di tengah situasi yang masih dinamis, LLDikti Wilayah XIII berharap seluruh pihak tetap waspada, saling membantu, dan mengutamakan keselamatan. Upaya pemulihan terus dilakukan, sambil memastikan dunia pendidikan tetap berjalan meski dalam keterbatasan.

Previous Post

Pemerintah Pasok BBM dan Alat Berat Pulihkan Aceh Tamiang

Next Post

Pelajar Aceh Raih Prestasi Nasional di Tengah Cobaan Banjir

Next Post
Pelajar Aceh Raih Prestasi Nasional di Tengah Cobaan Banjir

Pelajar Aceh Raih Prestasi Nasional di Tengah Cobaan Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

FSDU IAIN Takengon Gelar Webinar Internasional Al Qur’an-Hadis dan Tantangan Global

FSDU IAIN Takengon Gelar Webinar Internasional Al Qur’an-Hadis dan Tantangan Global

25/09/2026
Irwansyah Advokasi Pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin

Irwansyah Advokasi Pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin

25/09/2026
Baru 42 Madrasah Negeri Aceh Manfaatkan Gedung SBSN

Baru 42 Madrasah Negeri Aceh Manfaatkan Gedung SBSN

25/09/2026
Melati yang Mekar dari Sigli

Melati yang Mekar dari Sigli

25/09/2026
Membanggakan, Siswa SMAN 1 Banda Aceh Torehkan Prestasi Internasional

Membanggakan, Siswa SMAN 1 Banda Aceh Torehkan Prestasi Internasional

25/09/2026

Terpopuler

Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

Banjir di Sumatera Melumpuhkan Aktivitas PTS di Aceh, Beberapa Kampus Masih Terisolir

03/12/2025

Kunci Dipinjam untuk Cek Aset, Kantor Dekopinwil Aceh Malah Berubah Jadi Kantor REDD

Ohku, Wabup Ngaku Tak Diajak, Siapa Kuasai APBK Pidie Jaya?

Ir. Saiful Anwar dan Zuhri Nahkodai DPC PPP Pidie 2026–2031

FPMI Aceh Gelar Bimtek Madrasah Inklusif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com