Banda Aceh–Melihat situasi dan kondisi listrik di Aceh saat ini, sepertinya Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf harus turun tangan langsung. Mualem harus memperlihatkan kemampuan dirinya yang punya jejaring sosial dengan luar negeri, misalnya kerajaan Salman, Qatar, atau negara lain yang bersahabat dengan Mualem.
Hal itu disampaikan budayawan Aceh, Herman RN, menanggapi sengkarut listrik di Aceh yang belum tuntas hingga hari ke-12 pemadaman berlangsung.
“Kita sering diperlihatkan kalau Mualem punya jejaring kerja sama internasional. Sahabat beliau banyak dari berbagai negara hebat di luar sana. Ini sudah saatnya Mualem perlihatkan fungsi persahabatan tersebut. Minta tolong backup listrik Aceh,” ujar Herman RN.
Menurut Herman, ini bukan saatnya menyalahkan PLN. Ia mengatakan PLN Aceh sudah berusaha maksimal, tapi kondisi di lapangan memang sangat sulit.
“Kita apresiasi kerja teman-teman PLN, khususnya orang lapangan. Mereka bekerja siang malam, hujan panas. Namun, memang kondisi medan tidak memungkinkan untuk membuat listrik Aceh menyala secara keseluruhan. Ketika dipaksakan, akhirnya blackout,” kata Herman.
Oleh karena itu, sastrawan ini menyarankan agar Mualem turun tangan. Minta negara luar membantu listrik Aceh. Kata Herman, bantuan tersebut bisa dalam bentuk minta genset dengan kapasitas tingggi sebagai backup PLN Aceh.
“Misalnya begini, Banda Aceh butuh 150 MW. PLN bisa kasih berapa MW? Apakah 100 MW baru bisa diberikan untuk seluruh Banda Aceh? Kalau begitu, Mualem minta bantu 50 MW lagi dari negara luar sebagai backup PLN. Paling tidak, untuk sementara waktu sampai PLN benar-benar bisa sukses menyelesaikan sengkarut kelistrikan ini,” tegasnya.
Herman menyampaikan, jangan terlalu berharap pada pemerintah Indonesia yang setengah hati membantu listrik Aceh. Ia lebih percaya kemampuan jejaring persahabatan Mualem dengan luar negeri untuk mendatangkan backup listrik Aceh daripada minta bantuan pemerintah pusat.
“Lihat saja genset bantuan pemerintah pusat. Cuma 50 MW diberikan. Itu pun bertahap. Baru 30 MW sampai. Jangankan untuk seluruh Aceh, untuk Banda Aceh saja tidak cukup,” keluh Herman.
Menurut Herman, Gubernur Aceh perlu menempuh kebijakan minta bantuan sahabat di luar negeri. Kata dia, paling tidak untuk backup listrik di Banda Aceh sebagai pusat ibukota provinsi agar PLN bisa fokus di kabupaten terdampak bencana.
“Kan aneh, Banda Aceh sebagai ibukota provinsi saja bisa mati lampu berminggu-minggu yang berimbas pada macetnya roda pemerintahan, lumpuhnya perekonomian, dan kacaunya sistem pendidikan. Maka itu, Mualem harus tunjukkan bahwa beliau panglima yang punya jejaring dengan luar negeri. Kami warga siap bantu dengan doa,” pungkas Herman.








