Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Muslim Ayub: Tragedi Sumatera Adalah Alarm Keras Bahwa Pancasila Harus Dihidupkan

Joe Samalanga by Joe Samalanga
23/12/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Muslim Ayub: Tragedi Sumatera Adalah Alarm Keras Bahwa Pancasila Harus Dihidupkan

Aceh Selatan – Anggota DPR RI asal Aceh H. Muslim Ayub, SH, MH menjelaskan, Bencana besar yang melanda Sumatra beberapa waktu lalu terlihat kelemahan mendasar dalam tata kelola negara.

Katanya, banyak korban jiwa dan material disebut “ujian alam”. Jika negara hadir sepenuhnya, korban tidak seharusnya sebanyak ini. Tragedi Sumatra adalah cermin bahwa Pancasila sebagai pedoman moral bangsa masih jauh dari realitas kebijakan publik.

“Sila Kedua seharusnya menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas tertinggi. Namun apa yang terjadi? Kawasan rawan tetap dihuni tanpa pengawasan, izin pembangunan sering dikeluarkan tanpa kajian ekologis yang serius, dan kerusakan hutan berlangsung dengan impunitas. Sistem peringatan dini pun sering tidak berfungsi ketika benar-benar dibutuhkan,” kata Muslim Ayub saat memberi materi 4 Pilar Kebangsaan di Gampong Ladang Rimba, Aceh Selatan, Selasa Malam (9/12/2025).

Dikatakan Politisi Nasdem ini, ketika pola kerusakan dan korban yang sama terus berulang dari tahun ke tahun, ini bukan lagi bencana alam, melainkan bukti nyata kegagalan negara menegakkan prinsip kemanusiaan. “Sila Kedua tidak akan berarti apa-apa jika nyawa rakyat masih kalah oleh lemahnya regulasi dan kelalaian dalam mitigasi,” ucapnya.

Ironisnya, rakyat selalu menjadi pihak pertama yang bergerak. Relawan, komunitas, mahasiswa, hingga warga biasa turun ke lapangan tanpa menunggu perintah. Inilah bukti hidupnya Sila Ketiga persatuan yang tumbuh dari bawah. Sebaliknya, koordinasi pemerintah sering lambat. Informasi tidak sinkron, bantuan tersendat karena birokrasi, dan keputusan strategis datang terlambat.

“Bagaimana mungkin masyarakat yang tidak memiliki kewenangan formal justru lebih sigap dibanding lembaga negara yang memiliki anggaran, sistem, dan struktur lengkap? Persatuan bangsa bukan hanya tugas rakyat. Pemerintah seharusnya menjadi motor koordinasi, bukan pihak yang justru harus “ditunggu”, ” ujarnya. .

Padahal–lanjtnya–Sila Kelima menuntut keadilan yang merata. Namun, dalam realitasnya, penanganan sering berat sebelah. Wilayah yang aksesnya sulit kerap menerima bantuan paling akhir. Sementara daerah yang ramai diberitakan justru mendapat prioritas. Jika keadilan masih ditentukan oleh popularitas lokasi dan intensitas liputan media, maka negara belum menjalankan Sila Kelima.

Untuk itu, dia berharap Pemulihan pascabencana harus menyentuh semua kelompok, terutama masyarakat miskin yang kehilangan rumah, mata pencaharian, dan masa depan mereka dalam sekejap. Bencana seharusnya tidak memperbesar ketimpangan, tetapi justru menjadi momentum negara untuk menghadirkan rasa keadilan.

“Tragedi Sumatra adalah alarm keras bahwa Pancasila perlu dihidupkan ulang dalam kebijakan publik. Tidak cukup dibacakan di upacara atau dicantumkan dalam dokumen formal. Reaktualisasi berarti: tata ruang yang tegas dan tidak mudah dinegosiasi, pengawasan lingkungan yang benar-benar efektif, mitigasi bencana yang berbasis data dan bukan formalitas, serta koordinasi antarlembaga yang cepat, transparan, dan tanpa ego sektoral, ” jelas Muslim.

Selama nilai Pancasila hanya berhenti pada slogan, bencana serupa akan terus berulang, dan rakyat kembali menjadi korban. Alam memang tidak dapat dikendalikan, tetapi kelalaian manusia seharusnya bisa dihentikan.[]

Previous Post

Update Bencana Aceh: Korban Meninggal Jadi 391 Orang

Next Post

AHY Tinjau Kerusakan Bencana di Aceh Tamiang, Dorong Percepatan Logistik dan Pemulihan Infrastruktur

Next Post
AHY Tinjau Kerusakan Bencana di Aceh Tamiang, Dorong Percepatan Logistik dan Pemulihan Infrastruktur

AHY Tinjau Kerusakan Bencana di Aceh Tamiang, Dorong Percepatan Logistik dan Pemulihan Infrastruktur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Peulanteu

Bupati Aceh Barat Berkantor Sehari di Gampong Peulanteu

15/05/2026
Air Zamzam Jamaah Calon Haji Aceh Tiba di Asrama Haji

Air Zamzam Jamaah Calon Haji Aceh Tiba di Asrama Haji

15/05/2026
Ketua Dekranasda Aceh Selatan Kunjungi Showroom dan Sentra IKM Dekranasda Aceh Besar

Ketua Dekranasda Aceh Selatan Kunjungi Showroom dan Sentra IKM Dekranasda Aceh Besar

15/05/2026
Penjualan di Pasar Hewan Sibreh Aceh Besar Melonjak 90 Persen

Penjualan di Pasar Hewan Sibreh Aceh Besar Melonjak 90 Persen

15/05/2026
Krak, Mualem Minta Presiden Izinkan Maskapai Arab Saudi Angkut Jamaah Langsung dari Aceh

Krak, Mualem Minta Presiden Izinkan Maskapai Arab Saudi Angkut Jamaah Langsung dari Aceh

15/05/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

14/05/2026

Koreografer Khairul Anwar Nilai Kualitas FLS3N Tari di Aceh Menurun

Senator Azhari Cage Minta Pergub JKA di Aceh Dikaji Ulang

Zul Kande Soroti Pungutan Biaya FLS3N Aceh, Minta Dinas Pendidikan Jaga Prestasi Siswa

Pemuda Muhammadiyah Abdya Desak Semua Komite Sekolah Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com