BIREUEN – Kasus patok harga penyeberangan yang mencekik leher plus ‘hak reman’ para ‘harlan’ di Kuta Blang, Bireuen, ternyata sudah jadi isu umum sejak musibah bencana alam terjadi di Aceh.
Sejumlah relawan mengaku juga pernah dipatok hingga Rp3 juta hanya untuk mengantar bantuan melewati sungai Kuta Blang, kabupaten Bireuen, yang hanya berjarak sekitar 150 meter.
“Ini benar bang. Kami sempat kesal dan mau viralkan. Namun mengingat bencana, kami tutup-tutupi,” ujar Muhammad Adam, salah seorang warga Bireuen, yang sempat mengantar bantuan ke Aceh Timur via Kuta Blang, Rabu 10 Desember 2025.
“Kalau biaya boat sekitar 400-500 ribu sekali seberang. Tapi ini ditambah biaya harlan lagi yang masing-masing beda antara sebelah kiri dan kanan jembatan. Jumlahnya melebihi biaya naik boat sendiru,” kata Adam.
“Kemarin kami kena patok Rp3 juta untuk sekali seberang. Itu biaya harlan plus naik boatnya. Sama seperti pengakuan relawan lain, kami gak bisa angkut sendiri bantuan ke boat. Harus harlan yang menaiki dan menurunkan bantuan.”
Yuslinda, 34 tahun, warga Bireuen lainnya menambahkan, harga tersebut tak mengenal putra daerah maupun relawan yang mengantar bantuan untuk saudara yang tertimpa musibah.
“Gak mau tahu mereka. Ini kadang yang mencekik leher,” ujar Yuslinda.
“Pemkab sudah dilaporkan berulang kali. Tapi kayaknya gak ada aksi apa-apa,” ujar Yuslinda.
Baca juga:
Viral, Biaya Nyebrang ‘Bantuan’ di Kuta Blang Bireuen Capai Jutaan Rupiah








