Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kembud Prioritas Selamatkan Cagar Budaya Terdampak Banjir di Aceh

redaksi by redaksi
14/12/2025
in Nanggroe
0
Kembud Prioritas Selamatkan Cagar Budaya Terdampak Banjir di Aceh

Sejumlah prajurit TNI membersihkan halaman situs cagar budaya Masjid Tuha Indra Puri saat kegiatan Bakti Teritorial Prima di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (24/9/2025). Bakti Teritorial Prima dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI tersebut melibatkan ratusan prajurit TNI dengan membersihkan dan pengecetan situs cagar budaya Masjid Tuha Indra Puri yang dibangun pada masa pemerintahaan Sultan Iskandar Muda abad 17 Masehi. ANTARA FOTO/Ampelsa/nym. (ANTARA FOTO/AMPELSA)

Jakarta – Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh mengutamakan pendekatan terukur dan prinsip kehati-hatian dalam menangani cagar budaya yang terdampak banjir dan longsor, demi menjaga keberlanjutan warisan budaya nasional pascabencana.

Tim Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah dan tenaga ahli telah melakukan identifikasi awal terhadap situs, bangunan, dan struktur cagar budaya yang terdampak, khususnya di area genangan dan longsoran material.

“Melihat kondisi lingkungan di kabupaten dan kota terdampak langsung, kami memutuskan untuk melakukan tanggap darurat awal yaitu menghimpun informasi mengenai kondisi para juru pelihara dan kondisi situs terdampak. Dari mereka kami mendapat laporan kondisi situs,” ujar Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Piet Rusdi, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Identifikasi ini penting untuk menentukan metode penanganan tepat, mulai pengamanan darurat, pembersihan material, hingga rencana pemulihan jangka menengah dan panjang.

Kementerian juga mendorong penguatan peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga cagar budaya, terutama pada fase pascabencana yang rawan kerusakan lanjutan atau hilangnya nilai sejarah.

Pelindungan cagar budaya dipandang sebagai upaya menjaga identitas dan ingatan kolektif bangsa, sehingga tetap menjadi prioritas meski daerah fokus pada pemulihan umum.

Kementerian memastikan pemantauan berkelanjutan dan langkah lanjutan agar warisan budaya tersebut lestari.

Bencana hidrometeorologi akhir November lalu menyebabkan sejumlah situs cagar budaya dan objek diduga cagar budaya tertimbun lumpur serta terendam air. Kerusakan terutama akibat lumpur yang mengendap.

Contoh kerusakan berat: masjid terendam lumpur setinggi sekitar 30 sentimeter; nisan di kompleks makam terkubur lumpur. Lumpur sulit mengering—permukaan mengeras tapi dalam masih kental dan sulit diangkat.

Kerusakan ringan: genangan air dan lumpur kecil tanpa dampak signifikan.

Berdasarkan laporan juru pelihara, situs sedang dibersihkan meliputi: lima kompleks makam di Pidie; dua bangunan di Pidie Jaya; dua makam dan masjid di Bireuen; 15 situs (masjid, makam, rumah adat) di Aceh Utara; serta satu masjid di Aceh Timur.

Kementerian Kebudayaan berkomitmen menangani pascabencana untuk melindungi warisan leluhur bagi generasi mendatang.

Sumber: antara

Previous Post

Dalam Sos 4 Pilar, Azhari Cage Minta Korban Banjir di Aceh Saling Menguatkan

Next Post

Krak, Aceh Surati 2 Lembaga PBB Minta Bantuan Usai Banjir

Next Post
Ohku, Pengerukan DAS Krueng Meureudu Diwarnai Pro Kontra Warga

Krak, Aceh Surati 2 Lembaga PBB Minta Bantuan Usai Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mutu Pelayanan RSUD-TP Abdya Ditingkatkan, Komunikasi Efektif Diutamakan

Mutu Pelayanan RSUD-TP Abdya Ditingkatkan, Komunikasi Efektif Diutamakan

10/07/2026
Total Aset Perbankan di Aceh Capai Rp65,99 Triliun

Total Aset Perbankan di Aceh Capai Rp65,99 Triliun

10/07/2026
Kanwil Kemenag Aceh Lakukan Verifikasi Pesantren di Bener Meriah

Kanwil Kemenag Aceh Lakukan Verifikasi Pesantren di Bener Meriah

10/07/2026
Mahasiswa KKN USK Disambut Hangat di Gampong Cut Langgien

Mahasiswa KKN USK Disambut Hangat di Gampong Cut Langgien

10/07/2026
Dorong Ekspansi UMKM, Wali Kota Banda Aceh Tinjau Langsung Produksi Capli

Dorong Ekspansi UMKM, Wali Kota Banda Aceh Tinjau Langsung Produksi Capli

10/07/2026

Terpopuler

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

DEMA FSH UIN Ar-Raniry: Rakyat Aceh Belum Selesai Menghadapi Bencana, Mengapa Pemerintah Sibuk Menerbitkan Izin Tambang

09/07/2026

Ohku, DAK Fisik Nol Persen, Pembangunan Pidie Jaya Terancam Molor

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Malam Ini, Rektor, Walikota, dan Tokoh publik Baca Puisi di Kedai Kopi

MTC Juara Umum Kelas Festival & Pemula, Rahih 78 Medali di Student Champhionship

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com