Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Perpustakaan di Era Digital: Ketinggalan Zaman atau Justru Kian Dibutuhkan?

redaksi by redaksi
16/12/2025
in Opini
0
[Opini] Perpustakaan di Era Digital: Ketinggalan Zaman atau Justru Kian Dibutuhkan?

Oleh Runi Harnika Putra. Penulis adalah mahasiswa UIN Ar-Raniry.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, perpustakaan kerap dianggap sebagai simbol masa lalu—ruang sunyi penuh rak buku yang perlahan ditinggalkan.

Pertanyaannya pun mengemuka: apakah perpustakaan benar-benar ketinggalan zaman, atau justru perannya semakin krusial di era serba daring ini?

Pandangan yang menyebut perpustakaan usang biasanya bertumpu pada kemudahan akses informasi digital. Dengan sekali klik, jutaan artikel, e-book, dan video tersedia melalui mesin pencari seperti Google. Informasi seolah tak lagi membutuhkan ruang fisik. Namun, kelimpahan ini menyimpan paradoks: banjir data sering kali mengaburkan batas antara pengetahuan yang valid dan informasi menyesatkan. Di sinilah perpustakaan menemukan relevansinya kembali.

Perpustakaan modern tidak lagi sekadar gudang buku, melainkan penjaga kualitas informasi. Melalui kurasi koleksi, layanan referensi, dan bimbingan literasi informasi, perpustakaan membantu masyarakat memilah sumber tepercaya.

Upaya ini sejalan dengan misi lembaga seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mendorong transformasi layanan menuju akses digital terintegrasi tanpa meninggalkan fungsi edukatifnya.

Lebih jauh, perpustakaan berevolusi menjadi ruang belajar dan kolaborasi. Banyak perpustakaan kini menyediakan akses basis data daring, ruang diskusi, pelatihan literasi digital, hingga inkubator ide.

Koleksi digital global seperti yang disediakan Internet Archive memperluas cakrawala pengetahuan lintas batas, sementara perpustakaan lokal menjadi jembatan yang memastikan akses itu inklusif—terutama bagi mereka yang terdampak kesenjangan digital.

Perpustakaan juga memainkan peran sosial yang kian penting. Ia menjadi ruang publik yang aman, inklusif, dan bebas komersialisasi—tempat masyarakat bertemu, berdiskusi, dan belajar sepanjang hayat. Di era algoritma yang membentuk preferensi, perpustakaan menawarkan kebebasan intelektual: ruang untuk berpikir kritis tanpa dorongan klik dan iklan.

Dengan demikian, anggapan bahwa perpustakaan ketinggalan zaman patut dipertanyakan. Justru di tengah hiruk-pikuk informasi digital, perpustakaan tampil sebagai penyeimbang—penjaga mutu pengetahuan, penguat literasi, dan ruang sosial yang mempertemukan manusia dengan gagasan. Tantangannya bukan pada keberadaannya, melainkan pada kemauan beradaptasi dan dukungan berkelanjutan agar perpustakaan terus relevan.

Pada akhirnya, perpustakaan di era digital bukanlah relik masa lalu. Ia adalah fondasi masa depan—tempat di mana teknologi dan kemanusiaan bertemu untuk memastikan pengetahuan tetap bermakna.

Previous Post

Muslim Ayub Sebut Bencana dan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Kompas Kemanusiaan

Next Post

Pertamina Patra Niaga Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Aceh

Next Post
Pertamina Patra Niaga Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Aceh

Pertamina Patra Niaga Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

25/07/2026
2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

25/07/2026
Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

25/07/2026
Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

25/07/2026
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

25/07/2026

Terpopuler

[Opini] Perpustakaan di Era Digital: Ketinggalan Zaman atau Justru Kian Dibutuhkan?

[Opini] Perpustakaan di Era Digital: Ketinggalan Zaman atau Justru Kian Dibutuhkan?

16/12/2025

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com