Idi – Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara menjadi fokus perhatian serius Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) menyusul luasnya wilayah terdampak serta tingkat kerusakan yang cukup parah akibat bencana. Kerusakan mencakup infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, hunian warga, sekolah, hingga lahan pertanian.
Sebagai upaya memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku Wakil Ketua Satgas Nasional (Wakasatgasnas) bersama Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah titik terdampak di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.
Kepala Posko Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menegaskan bahwa koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah harus dibarengi dengan kerja nyata di lapangan. “Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan seluruh rencana aksi benar-benar dilaksanakan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan, sebagaimana hari ini mendampingi Kepala BNPB selaku Wakasatgasnas,” ujar Safrizal, Kamis (29/1/2026).
Adapun lokasi inspeksi lapangan meliputi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur; rekonstruksi serta penyaluran bantuan di SD Negeri Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur; peninjauan Jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara; penyerahan bantuan kepada masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara; serta pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara.
Safrizal menjelaskan, pembangunan Huntara di Desa Pante Rambong telah rampung dan kunci hunian diserahkan secara simbolis langsung kepada masyarakat oleh Wakasatgasnas. Sementara bagi warga yang tidak memilih opsi Huntara, pemerintah telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sesuai ketentuan.
Sementara itu, pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara, telah mencapai progres sekitar 60–70 persen dan terus dikebut agar dapat segera dihuni oleh masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah, progres di beberapa titik menunjukkan hasil yang baik. Kami terus mendorong agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau pembangunan jembatan bailey di Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya rusak berat akibat banjir bandang. Saat ini, proses konstruksi telah dimulai dengan penurunan alat berat serta dukungan personel Brimob Polri.
“Jembatan ini merupakan urat nadi aktivitas masyarakat dan akses utama menuju desa seberang yang sempat terisolasi. Percepatan pembangunan jembatan bailey menjadi kebutuhan mendesak agar konektivitas segera pulih, termasuk memudahkan anak-anak menuju sekolah,” imbuh Safrizal.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan jembatan sementara tersebut dilakukan secara paralel dengan penyusunan rencana teknis pembangunan jembatan permanen di lokasi yang sama sebagai solusi jangka panjang pemulihan infrastruktur pascabencana.











