Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] HMI Harus Kembali Ke Khittahnya

Refleksi 79 Tahun HMI berdiri

redaksi by redaksi
04/02/2026
in Opini
0
[Opini] HMI Harus Kembali Ke Khittahnya

Oleh: Dr. Safwan, S. Pd.I. M. Ag, (Pengurus MW KAHMI Aceh)

Memperingati 79 tahun Himpunan Islam (HMI) bukan sekedar Cerimoni ataupun hanya mengenang Kelahiran Semata, Melainkan Merenung dan menganalisis kembali transformasi nilai-nilai keislaman dan Keindonesiaan ditengah lemahnya tanggung Jawab Kader HMI terhadap Himpunan itu sendiri.

Sejak didirikan pada 5 Februari 1947. Sebagai organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia, HMI lahir dari semangat perjuangan kemerdekaan, membawa misi besar untuk mencetak kader-kader intelektual yang berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Dalam sejarahnya, HMI tidak sekadar menjadi organisasi kader, tetapi juga turut membentuk arus besar perubahan di berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial keagamaan. Namun, di tengah perjalanan panjang ini, muncul pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur: apakah HMI masih setia pada khittah perjuangannya, atau justru terjebak dalam arus pragmatisme politik dan kepentingan sempit?

Sejak awal berdirinya, HMI telah menegaskan komitmen pada dua aspek utama, yakni keislaman dan keindonesiaan. Gagasan ini bukan sekadar slogan kosong, melainkan landasan filosofis yang mengharuskan kader HMI mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai Islam dan realitas kebangsaan yang majemuk. Namun, dalam dinamika politik kontemporer, semakin banyak pertanyaan muncul tentang sejauh mana HMI masih mampu menjaga keseimbangan ini. Apakah organisasi ini tetap menjadi wadah intelektual yang independen, atau justru semakin terseret dalam pusaran kekuasaan yang mengaburkan idealismenya.

HMI harus kembali ke khittahnya (garis perjuangan awal) dengan fokus pada perkaderan insan akademis yang Islami, independen, dan kritis terhadap ketimpangan sosial, bukan terjebak dalam politik praktis. Ini bertujuan mengembalikan peran HMI sebagai pengawal moral dan intelektual, serta memperbaiki kepercayaan publik melalui nilai-nilai keadilan dan keislaman.

Adapun elemen-elemen penting yang harus di perhatikan oleh kader HMI untuk kembali kepada khittahnya adalah Berikut adalah:

1. Kembali Fokus kepada Kaderisasi: Mengembalikan fungsi HMI sebagai wadah perkaderan yang menciptakan pemimpin berintegritas, cerdas secara akademik, dan memiliki moral baik.

2. Menjaga Independensi, yaitu independensi etis dan organisatoris, dan memastikan kader tidak hanya menjadi batu loncatan politik praktis, tetapi agen pembawa nilai keadilan.

3. Menjadi Gerakan Kritis-Intelektual: Melakukan rekonstruksi gerakan untuk menjawab tantangan zaman, seperti kemiskinan dan ketimpangan, dengan gagasan alternatif yang membebaskan.

4. kembali kepada tujuan HMI yaitu untuk mewujudkan insan cita yang menjunjung tinggi ajaran Islam dan keindonesiaan.

5. Gerakan Forum diskusi di setiap moment baik di kampus maupun di tempat publik lainnya.

Previous Post

Satlantas Polres Pidie Intensifkan Operasi Keselamatan Seulawah 2026

Next Post

Krak, Syech Fadhil Ditunjuk Jadi Pimpinan Pesantren Al Zahrah Beunyot Bireuen

Next Post
Krak, Syech Fadhil Ditunjuk Jadi Pimpinan Pesantren Al Zahrah Beunyot Bireuen

Krak, Syech Fadhil Ditunjuk Jadi Pimpinan Pesantren Al Zahrah Beunyot Bireuen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

05/08/2026
Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

Dugaan Permainan Monopoli, Harga Naik Stok Semen di Abdya Kosong

05/08/2026
Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Universiti Malaya Sukses Laksanakan International Service Learning Program di Pidie Jaya

05/08/2026
Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

Serang Iran dari Dalam, Kenapa Kurdi Menentang Kekuasaan Ayatollah?

05/08/2026
Dalam Sepekan 5 WN Malaysia Dibekuk Imbas Selundupkan Narkoba ke RI

Dalam Sepekan 5 WN Malaysia Dibekuk Imbas Selundupkan Narkoba ke RI

05/08/2026

Terpopuler

[Opini] HMI Harus Kembali Ke Khittahnya

[Opini] HMI Harus Kembali Ke Khittahnya

04/02/2026

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com