Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

29 Desa di Aceh-Sumut Hilang Akibat Banjir dan Longsor

redaksi by redaksi
18/02/2026
in Lintas Timur
0
Polri Usut Dugaan Pidana Lingkungan 2 Perusahaan di Aceh

Tumpukan kayu yang terbawa banjir bandang di Desa Baling Karang, Aceh Tamiang, 5 Januari 2025. Tempo/Hammam Izzuddin

Jakarta – Sebanyak 29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu.

Desa-desa yang tersebar di wilayah Aceh dan Sumatra Utara itu memerlukan penanganan khusus dalam proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.

“Yang hilang ini perlu ada penyelesaian. Ada 29 desa yang hilang karena terbawa longsor atau terkena banjir,” kata Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Dia memerinci sebanyak 21 desa dan kampung yang hilang berada di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Luwes. Sementara itu, delapan desa lainnya berada di Sumatra Utara, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

“Di Sumatra Barat tidak ada desa yang hilang,” tegas Tito.

Jumlah Pengungsi Berkurang

Selain hilangnya desa dan kampung, Tito mengungkapkan jumlah pengungsi di Aceh dan Sumatra Utara terus menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya lebih dari dua juta jiwa, kini tersisa sekitar 12.944 orang yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Berdasarkan data Satgas, bencana di wilayah Sumatra berdampak pada 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa. Tito memastikan di Sumatra Barat sudah tidak ada lagi pengungsi.

“Untuk Sumatra Barat, pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164 orang,” ujar Tito.

Menurut dia, sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing dan menerima bantuan stimulan untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang.

Warga dengan rumah rusak berat atau hilang masih menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian. Dia menambahkan dari 19 kabupaten di Sumatra Barat, 16 di antaranya terdampak bencana, meliputi 125 kecamatan dan 568 desa.

Di Sumatra Utara, jumlah pengungsi tercatat tinggal 850 orang, menurun signifikan dari sebelumnya 53.523 jiwa. Dampak kemanusiaan masih terasa berat dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 376 orang dan 40 orang masih dinyatakan hilang.

“Pengungsi yang semula 53.523 kini tersisa 850 orang dan berada di satu lokasi di Tapanuli Tengah,” kata Tito.

Dia juga menyebutkan lebih dari 30 ribu rumah mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. Di Provinsi Aceh, jumlah pengungsi masih mencapai 12.144 orang. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

“Yang terbanyak di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 5.197 orang, disusul Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Luwes, Lhokseumawe, dan Nagan Raya,” ujar Tito.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Bunda PAUD Aceh Besar dan Yayasan ASA Belanjakan Baju Lebaran untuk 76 Anak Yatim

Next Post

Mendagri Ungkap Bantuan Bencana Diaspora Aceh Masih Tertahan Izin Bea Cukai

Next Post
Mendagri Ungkap Bantuan Bencana Diaspora Aceh Masih Tertahan Izin Bea Cukai

Mendagri Ungkap Bantuan Bencana Diaspora Aceh Masih Tertahan Izin Bea Cukai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Azhari Cage: Dari Rimba Aceh Jadi ‘Singa’ Senayan

31/10/2026
STAI Nusantara Banda Aceh Tutup PPKM Internasional di Pulau Pinang, 15 Mahasiswa Kembali ke Aceh

STAI Nusantara Banda Aceh Tutup PPKM Internasional di Pulau Pinang, 15 Mahasiswa Kembali ke Aceh

31/10/2026
Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

31/10/2026
Banjir Lumpuhkan Mesin Kapal, 14 Nelayan Pidie Jaya Dibantu KKP

Banjir Lumpuhkan Mesin Kapal, 14 Nelayan Pidie Jaya Dibantu KKP

31/10/2026
Kabar Gembira bagi Fresh Graduate! Kantor DPD RI Provinsi Aceh Buka 6 Posisi Magang, Ini Cara Daftarnya

Kabar Gembira bagi Fresh Graduate! Kantor DPD RI Provinsi Aceh Buka 6 Posisi Magang, Ini Cara Daftarnya

31/10/2026

Terpopuler

Sat Reskrim Polres Abdya Amankan Penimbun 240 Liter Solar Subsidi di Babahrot

Sat Reskrim Polres Abdya Amankan Penimbun 240 Liter Solar Subsidi di Babahrot

30/10/2026

Aceh dan Jawa Diintai Hujan Lebat hingga Angin Kencang

Sengketa Tanah Wakaf Masjid At-Taqwa Pidie Jaya: Sertifikat MAN 1 Digugat, Pembangunan Diminta Berhenti

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

29 Desa di Aceh-Sumut Hilang Akibat Banjir dan Longsor

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com