Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Peneliti BRIN Sebut Lubang Besar Aceh Tengah Bukan Sinkhole

redaksi by redaksi
20/02/2026
in Lintas Timur
0
Peneliti BRIN Sebut Lubang Besar Aceh Tengah Bukan Sinkhole

JAKARTA – Fenomena lubang besar yang meruntuhkan tebing di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, telah menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Fenomena mirip sinkhole yang terjadi sejak beberapa tahun di kawasan itu kini terus meluas hingga menyasar lahan pertanian di sekitarnya.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari menjelaskan bahwa peristiwa ini termasuk sebagai bencana longsor karena lapisan tufanya tidak padat, sehingga mudah tergerus dan runtuh. Ia menilai meski mirip dengan sinkhole, ini suatu jenis fenomena geologi yang berbeda.

Menurut Adrin, secara geologi kawasan tersebut tidak tersusun oleh batu gamping yang lazim menjadi penyebab sinkhole, melainkan oleh endapan piroklastik aliran yang berupa material tufa hasil aktivitas Gunung Geurundong yang sudah tidak aktif saat ini. Material ini tergolong muda secara geologis dan belum mengalami pemadatan sempurna, sehingga sifatnya rapuh dan mudah runtuh.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole,” kata Adrin melalui keterangan tertulisnya pada Jumat, 20 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa dari citra satelit Google Earth sejak 2010, kawasan tersebut sebenarnya telah menunjukkan adanya lembah atau ngarai kecil.

Longsor yang terbentuk sejak lama ini memicu proses erosi dan longsor susulan yang terus berlangsung sehingga lembah tersebut semakin melebar dan memanjang. Makanya, ketika dicek dengan satelit sangat mudah untuk dipantau bentuk lubangnya dari kejauhan.

Menurut Adrin, faktor geologi serta hujan lebat menjadi pemicu utama semakin meluasnya longsoran ini. Terlebih, batuan tufa yang rapuh mudah jenuh oleh air, sehingga kehilangan daya ikat dan akhirnya runtuh. Kemiringan lereng yang curam akibat proses longsoran sebelumnya juga memperparah kondisi tersebut.

Adrin menjelaskan bahwa air permukaan dari saluran irigasi perkebunan turut berkontribusi terhadap percepatan longsor. Air yang mengalir deras dan meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembaban lapisan tufa sehingga memperbesar risiko runtuhan. “Jika saluran irigasi terbuka dan air terus masuk ke dalam tanah, maka lapisan yang sudah rapuh itu menjadi semakin tidak stabil,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mitigasi, terutama pengendalian air permukaan agar tak meresap ke dalam tanah. Selain itu, juga perlu pemetaan zona bahaya dan pemasangan sistem peringatan dini longsor di kawasan tersebut. Adrin mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap tanda-tanda awal, seperti munculnya retakan tanah atau amblesan kecil baru di dekat kawasan ini.

Sumber: Tempo

Previous Post

Dinkes Aceh Tamiang Catat 14.143 Kasus ISPA Pascabanjir Bandang

Next Post

UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar per Hari Selama Ramadan

Next Post
UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar per Hari Selama Ramadan

UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar per Hari Selama Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penyaluran DD 2026 Tahap I dan II Pemkab Abdya Tembus 100 Persen

Penyaluran DD 2026 Tahap I dan II Pemkab Abdya Tembus 100 Persen

21/10/2026
Persada Abdya Tutup Babak 8 Besar Dengan Kemenangan 3-1 Atas Lahat FC

Persada Abdya Tutup Babak 8 Besar Dengan Kemenangan 3-1 Atas Lahat FC

21/10/2026
Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

Maulid Nabi DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Ratusan Warga Larut dalam Zikir dan Silaturahmi Berujung Senyum Anak Yatim

20/10/2026
TRK Temui Warga ODGJ dan Keluarga di Kecamatan Seunagan

TRK Temui Warga ODGJ dan Keluarga di Kecamatan Seunagan

20/10/2026
PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

PT PEMA Matangkan Strategi Penguatan Bisnis Hasil Diversifikasi Menuju 2027

20/10/2026

Terpopuler

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

18/10/2026

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Harga Gabah di Abdya Terjun Bebas di Angka Rp5.000 per Kg, Bulog Diminta Ambil Peran

Hujan Deras, Gayo Lues Diterjang Longsor Susulan di Desa Ketukah

IKAT Aceh Lepas 208 Mahasiswa Baru ke Al-Azhar Mesir, Harapkan Dukungan Beasiswa

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com