Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Jhonlin Group Keruk Muara Sungai di Aceh Tamiang

redaksi by redaksi
01/03/2026
in Lintas Timur
0
Jhonlin Group Keruk Muara Sungai di Aceh Tamiang

Tim relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group melakukan pengerukan Muara Sungai Kuala Peunaga di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh (Foto:Dok.MetroTV)

Tamiang – Tim relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group melakukan pengerukan Muara Sungai Kuala Peunaga di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Upaya yang diinisiasi Jhonlin Group ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk memulihkan aktivitas nelayan di Aceh Tamiang. Pengerjaan dredging (pengerukan) sepanjang 5 kilometer ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun.

Manager Operasional PT Dua Samudra Perkasa, Aris Setiawan, menjelaskan pengerukan dilakukan secara bertahap dengan prioritas mengembalikan fungsi alur pelayaran nelayan.

“Pengerjaan dredging sepanjang 5 kilometer. Estimasi pengerjaan kurang lebih 1 tahun atau 1,5 tahun. Kita usahakan secepat mungkin supaya alur ini bisa bermanfaat bagi para nelayan, khususnya nelayan Tamiang saat melaut, sehingga hasil tangkapan bisa dibawa sesuai waktunya dan kualitas ikan tetap terjaga,” kata Aris.

Pendangkalan muara yang terjadi akibat banjir sebelumnya telah memicu gangguan serius terhadap rantai ekonomi pesisir. Banyak kapal nelayan tidak dapat melintas karena kedalaman yang tidak memadai, sehingga aktivitas penangkapan ikan menurun drastis.

Melalui pengerukan ini, alur muara akan dinormalisasi dengan target kedalaman 6 meter dan lebar 70 meter. Standar ini dinilai cukup untuk memastikan kapal nelayan dapat beroperasi secara optimal tanpa bergantung pada kondisi pasang surut.

Selain berdampak langsung terhadap produktivitas nelayan, proyek dredging juga memiliki manfaat strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah pesisir. Normalisasi alur air akan membantu menjaga stabilitas ekosistem muara, serta mengurangi risiko sedimentasi berulang yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemulihan infrastruktur perairan ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi pesisir Aceh Tamiang. Dengan akses laut yang kembali normal, nelayan dapat meningkatkan frekuensi melaut, mempercepat distribusi hasil tangkapan, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Kehadiran proyek ini juga menjadi contoh konkret kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Dengan progres pengerjaan yang ditargetkan selesai maksimal 1,5 tahun, masyarakat pesisir kini memiliki harapan baru untuk kembali bangkit dan menggerakkan roda ekonomi secara berkelanjutan.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Pemko Bagi 200 Paket Ie Bu Peudah pada Peukan Raya Ramadan

Next Post

Di Aceh, BNPB Tegaskan Pemulihan Pascabencana Masih Menjadi Prioritas

Next Post
Di Aceh, BNPB Tegaskan Pemulihan Pascabencana Masih Menjadi Prioritas

Di Aceh, BNPB Tegaskan Pemulihan Pascabencana Masih Menjadi Prioritas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HUT Pidie Jaya ke-19 Dipadukan dengan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Festival Islami dan Beragam Kegiatan Sosial

HUT Pidie Jaya ke-19 Dipadukan dengan Tahun Baru Islam 1448 H, Pemkab Gelar Festival Islami dan Beragam Kegiatan Sosial

10/06/2026
30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Abdya Ikuti Pelatihan INLISLite

10/06/2026
LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

LPPM IAIN Takengon Bahas Pelemahan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global

10/06/2026
DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

DBH Tambang Rp365 Miliar, Aceh Menanggung Beban Bencana Rp153 Triliun: Siapa Sebenarnya Menikmati Kekayaan Alam?

10/06/2026
Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

Dua Pelaku Zina di Aceh Barat Dihukum Cambuk 100 Kali

10/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com