Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Minyak Iran Jadi Rebutan Negara-negara Barat Sejak Pertama Ditemukan

redaksi by redaksi
31/03/2026
in Internasional
0
Minyak Iran Jadi Rebutan Negara-negara Barat Sejak Pertama Ditemukan

Minyak Iran jadi rebutan negara-negara Barat sejak pertama kali ditemukan. (iStock/Funtay)

Jakarta- Presiden Amerika Serikat Donald Trump terang-terangan punya rencana mengambil alih kendali minyak Iran.

Dia mengatakan langkah itu adalah “sebuah pilihan.”

Dilansir AFP, Jumat (27/3), Trump menyampaikan pilihan tersebut seraya membandingkannya dengan kesepakatan yang dibuat Washington dengan Venezuela setelah menggulingkan rezim Nicolas Maduro.

“Itu adalah sebuah pilihan,” kata Trump kepada wartawan dalam rapat kabinet ketika ditanya apakah ia ingin mengambil alih kendali minyak Iran di tengah perang yang terus berkecamuk.

Sejarah mencatat, penemuan minyak di Iran Persia pada tahun 1908 menandai titik balik penting dalam lanskap ekonomi dan politik kawasan tersebut. Dengan penemuan ini, Iran tercatat jadi negara pertama di Timur Tengah yang digali untuk menghasilkan minyak.

Proses ini dimulai ketika Moẓaffar od-Dīn Shāh, penguasa Dinasti Qājār, menjual hak eksplorasi kepada William Knox D’Arcy, seorang warga Inggris yang kaya.

Usaha D’Arcy membuahkan hasil ketika minyak ditemukan di Masjed Soleymān, yang mengarah pada pendirian Anglo-Persian Oil Company pada tahun 1909.

Sejak itu, lebih dari 120 penemuan ladang minyak dan gas telah dilakukan di wilayah daratan Iran dan perairan teritorialnya di Teluk Persia.

Dampaknya, bukan hanya Inggris yang mau menikmati, Rusia pun tergiur. Rusia maupun Inggris berupaya melindungi kepentingan mereka di Persia selama Perang Dunia I.

Perkembangan selanjutnya termasuk upaya para pemimpin lokal, seperti Reza Khan, untuk menegosiasikan persyaratan yang lebih baik untuk keuntungan minyak, yang mencerminkan sentimen nasionalistik yang berkembang.

Momen bersejarah ini meletakkan dasar bagi hubungan kompleks Iran dengan kekuatan asing, khususnya mengenai kendali minyak, yang terus berkembang sepanjang abad ke-20, berpuncak pada pergolakan politik yang signifikan, termasuk revolusi 1979.

Kudeta demi minyak

Minyak Iran makin menggiurkan hingga The Anglo Persian Company didirikan dan tahun 1951 berubah menjadi British Petroleum dengan 51% saham dimiliki pemerintah Inggris.

Namun, saat Mohammad Mossadegh terpilih menjadi perdana menteri Iran secara demokratis pada 1951, semua perusahaan asing dinasionalisasi. Tak senang dengan cara ini, Inggris bekerjasama dengan Amerika Serikat berkomplot menjatuhkan Mosadegh.

Laman Association for Diplomatic Studies & Training (ADST) menuliskan, AS dan Inggris bekerjasama menggulingkan kekuasaan PM Mossadegh yang dikenal sebagai “Operasi Ajax”.

Dibawah kendali Kepala CIA Kermit Roosevelt, demo dan kerusuhan pun dirancang. Menurut Stephen Kinzer, penulis buku “All the Shah’s Men”, Kermit dengan cepat menguasai pers Iran dengan menyuap mereka dan menyebarkan propaganda anti-Mossadegh.

Ia merekrut sekutu di antara ulama Islam, dan membuat berita palsu bahwa Mossadegh adalah ancaman. Langkah selanjutnya melibatkan upaya dramatis untuk menangkap Mossadegh di rumahnya di tengah malam.

Tetapi kudeta itu gagal. Mossadegh mengetahuinya dan melawan balik. Keesokan paginya, ia mengumumkan kemenangan melalui radio.

Dengan demikian, penemuan minyak tidak hanya mengubah ekonomi Iran tetapi juga dinamika politik dan hubungan internasionalnya.

Keterlibatan Amerika dalam penggulingan Mossadegh pun dipublikasikan oleh dokumen CIA yang terbit pada 19 Agustus 2013. CIA secara terbuka mengakui untuk pertama kalinya keterlibatannya dalam kudeta tahun 1953 terhadap Perdana Menteri Iran terpilih Mohammad Mossadegh.

Dokumen-dokumen tersebut memberikan rincian rencana CIA pada saat itu, bahkan Kermit Roosevelt mengatur bukan hanya satu, tetapi dua upaya untuk menggoyahkan pemerintahan Iran, yang selamanya mengubah hubungan antara negara tersebut dan AS.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Lagi, Ledakan Tewaskan 2 Personel TNI di UNIFIL Lebanon

Next Post

PUPR Abdya akan Sulap Lahan Kosong menjadi Kebun Hortikultura

Next Post
PUPR Abdya akan Sulap Lahan Kosong menjadi Kebun Hortikultura

PUPR Abdya akan Sulap Lahan Kosong menjadi Kebun Hortikultura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

25/07/2026
2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

25/07/2026
Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

25/07/2026
Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

25/07/2026
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

25/07/2026

Terpopuler

Minyak Iran Jadi Rebutan Negara-negara Barat Sejak Pertama Ditemukan

Minyak Iran Jadi Rebutan Negara-negara Barat Sejak Pertama Ditemukan

31/03/2026

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com