Banda Aceh – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banda Aceh meningkatkan sinergi pengawasan orang asing dengan berbagai instansi terkait lainnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Bambang Tri Cahyono di Banda Aceh, Rabu, menekankan pengawasan orang asing merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Sinergi antarinstansi menjadi kunci agar kebijakan dan tindakan pengawasan di lapangan dapat berjalan secara efektif, terarah, dan tepat sasaran tanpa adanya tumpang tindih tugas pokok dan fungsi,” katanya,
Bambang Tri Cahyono mengatakan dalam meningkatkan sinergi dan para pihak, Kantor Imigrasi Banda Aceh menggelar rapat koordinasi tim pengawasan orang asing tingkat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
Rapat koordinasi diikuti jajaran TNI, Polri, Badan Strategis Intelijen TNI, BIN Daerah Aceh, kejaksaan, hingga dinas terkait serta instansi sektoral seperti Bea Cukai dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
“Rapat koordinasi tersebut sebagai optimalisasi sinergi lintas instansi sebagai kunci deteksi dini dan cegah dini gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat,” kata Bambang Tri Cahyono.
Kepala Subseksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Sukmono Adi Wibowo mengatakan keberadaan tim pengawasan orang asing bertujuan untuk memperkuat sistem pengawasan keimigrasian yang terintegrasi.
“Pertemuan dalam rapat koordinasi menjadi wadah krusial untuk pertukaran informasi guna mengidentifikasi potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terkait keberadaan warga negara asing di wilayah Aceh, khususnya di pusat kota dan wilayah kabupaten penyangga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Rudianto Girsang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam menunjang kerja pelaporan tim pengawasan orang asing agar data yang diperoleh lebih cepat dan akurat.
“Ke depan, kita perlu memperkuat database bersama yang dapat diakses secara terbatas oleh anggota tim. Ini akan membantu dalam memetakan pergerakan orang asing dari waktu ke waktu,” katanya.
Rudianto juga memberikan testimoni positif atas rapat koordinasi tersebut. Dirinya mengapresiasi keaktifan dan antusiasme seluruh instansi yang hadir dalam pertemuan tersebut.
“Komitmen dalam rapat koordinasi ini menjadi modal utama menciptakan sistem pengawasan yang solid. Saya optimis, dengan pola komunikasi terjalin baik ini, kita dapat meminimalisir pelanggaran keimigrasian di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar secara efektif,” kata Rudianto Girsang.










