Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature Sastra

Baca Puisi di Gunongan, Taufiq Ismail Hidupkan Spirit Perlawanan dan Spiritualitas Aceh

Joe Samalanga by Joe Samalanga
28/04/2026
in Sastra
0
Baca Puisi di Gunongan, Taufiq Ismail Hidupkan Spirit Perlawanan dan Spiritualitas Aceh

BANDA ACEH — Malam sastra Puitika Tanah Rencong yang menghadirkan sastrawan nasional Taufiq Ismail berlangsung sukses, khidmat, dan menggugah di kawasan bersejarah Taman Sari Gunongan, Senin (27/4/2026) malam.

Acara yang dihadiri pegiat literasi, dan masyarakat umum itu menjelma menjadi ruang pertemuan antara sejarah, sastra, dan spiritualitas. Sejak awal, suasana terasa hidup ketika Taufiq Ismail membuka pembacaan puisinya dengan sapaan hangat, sebelum membawa hadirin menyelami jejak panjang kesusastraan Aceh.

Dalam pembacaan puisinya, ia menyinggung karya-karya besar Aceh seperti syair Hamzah Fansuri hingga Hikayat Perang Sabi, karya monumental Tengku Syik Pantai Kulu. Ia menyebut karya tersebut sebagai puisi panjang yang hidup di hati rakyat dan telah menjadi penggerak perlawanan terhadap kolonialisme selama puluhan tahun.

“Sulit ditemukan padanannya dalam kesusasteraan negeri mana pun,” ungkapnya dalam bait puisi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Tak hanya mengangkat sejarah perlawanan, Taufiq Ismail juga menghadirkan refleksi religius yang mendalam. Melalui metafora setetes air di ujung jari dibanding luasnya samudera, ia menggambarkan betapa kecilnya arti dunia dibanding kehidupan akhirat—pesan yang membuat suasana semakin hening dan penuh perenungan.

Malam sastra tersebut juga semakin semarak dengan partisipasi para penyair Aceh. Sejumlah nama turut membacakan puisi di antaranya LK Ara, Fikar W Eda, Salman Yoga, Wina SW1, dan Juliana Ibrahim. Selain itu, suasana semakin hidup melalui penampilan musikalisasi puisi oleh Devi Matahari bersama Rahmad Sanjaya yang memadukan kekuatan kata dengan harmoni musik.

Nuansa historis Taman Sari Gunongan berpadu dengan lantunan puisi dan getaran nilai-nilai spiritual, menjadikan malam itu bukan sekadar pertunjukan sastra, tetapi juga ruang refleksi kolektif tentang identitas dan jati diri Aceh.

Di penghujung acara, Taufiq Ismail mengungkapkan kerinduannya untuk kembali membacakan puisi di Tanah Rencong, sebelum menyerahkan panggung kepada para penyair lokal Banda Aceh.

Panitia menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang memadati lokasi hingga akhir acara. Mereka berharap Puitika Tanah Rencong dapat terus digelar sebagai panggung sastra yang merawat ingatan, memperkuat literasi, dan menjaga denyut kebudayaan Aceh.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB itu pun ditutup dengan suasana hangat dan penuh inspirasi—menandai suksesnya sebuah malam ketika puisi tidak hanya dibacakan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perlawanan, keimanan, dan kecintaan pada Tanah Rencong.[]

Previous Post

Ohku, Ratusan Warga Aceh Utara Ubah Status Data Kependudukan Agar Tetap Dapat JKA

Next Post

Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

Next Post
Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

Meriahkan HUT ke-24, Abdya Gelar Kejurprov Grasstrack & Motocross IMI Aceh Seri 2025

28/04/2026
Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

28/04/2026
Buku “Kampoeng Peunayong” Resmi Menjadi Koleksi Perpustakaan UNISSA Brunei Darussalam

Buku “Kampoeng Peunayong” Resmi Menjadi Koleksi Perpustakaan UNISSA Brunei Darussalam

28/04/2026
Media Asing Soroti Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Media Asing Soroti Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

28/04/2026
Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

Daftar Sekutu AS yang Tolak Pangkalannya Dipakai buat Serang Iran

28/04/2026

Terpopuler

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

25/04/2026

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Pesantren Al Zahrah Bireuen Siap Jadi Tuan Rumah LP3 se-Aceh dan Sumut

Aktivis HAM Aceh: Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Yang Tidak Pro Rakyat

Baca Puisi di Gunongan, Taufiq Ismail Hidupkan Spirit Perlawanan dan Spiritualitas Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com